Thomas Tuchel & Jurgen Klopp - Satu Inspirasi, Berbeda Hasil

Tuchel Klopp GFX
Getty/Goal
Dua pelatih yang pernah sama-sama melatih Mainz dan Borussia Dortmund, akan saling berhadapan dalam duel Chelsea vs Liverpool.

Thomas Tuchel dan Jurgen Klopp adalah mantan pelatih FSV Mainz 05 dan Borussia Dortmund yang akan berhadapan untuk pertama kalinya di Liga Primer saat Chelsea menghadapi Liverpool, Jumat (5/3) WIB.

Tentu saja ini bukan kesalahan Tuchel, tetapi selama delapan tahun karier kepelatihannya, dia sering diberitakan berada dalam bayang-bayang Klopp.

Kembali pada tahun 2009, Tuchel yang belum dikenal adalah orang yang dipilih untuk menggantikan Klopp di Mainz. Enam tahun kemudian, dia kembali menggantikan Klopp yang memutuskan untuk meninggalkan Dortmund di tahun 2015.

Sekarang Tuchel telah mengikuti Klopp ke Liga Primer, meskipun sebelumnya berada dua tahun di Paris Saint-Germain lebih dulu. Pria asal Jerman tersebut akan bersiap untuk menghadapi pendahulunya di dua klub sebelumnya ketika Liverpool menjamu Chelsea di Anfield, Kamis malam waktu setempat.

Gaya bermain Jerman perlahan menjadi populer untuk sejumlah pelatih papan atas di seluruh Eropa, dengan Klopp dan Tuchel dianggap sebagai dua tokoh ‘gegenpressing’ terbaik di era sepak bola modern.

Meskipun mereka memberikan sentuhan berbeda, dengan Tuchel lebih ‘alternatif indie’ dan Klopp dengan ‘heavy metal’-nya. Visi bermain tanpa kenal lelah mereka kombinasikan dengan counter-pressing, itu juga dilakukan ketika sedang tidak menguasai bola.

Itu seharusnya tidak mengherankan mengingat pengaruh yang diberikan oleh inspirator pelatih Jerman modern Ralf Rangnick terhadap kedua pelatih tersebut.

Mantan bos Schalke dan RB Leipzig Rangnick, dianggap sebagai kiblat ‘gegenpressing’ pertama yang sebenarnya. Ia juga yang meyakinkan Tuchel untuk menjadi pelatih ketika bos The Blues tersebut terpaksa pensiun dini di usia ke-25 saat bermain untuk tim SSV Ulm di bawah asuhan Rangnick.

Bos Leipzig saat ini Jual Nagelsmann juga menyebut Rangnick sebagai mentor. Tetapi hubungan Klopp dengan pria berusia 62 tahun itu berbeda, karena bos The Reds tersebut merupakan murid tidak langsung Rangnick.

Klopp Rangnick GFX

“Ketika Ralf menjadi bagian dari Bundesliga, dia pasti berinovasi,” kata Andreas Beck kepada GOAL, pemain yang berada di bawah asuhan Rangnick dan Tuchel selama berada di papan atas Jerman. “Kami memainkan permainan menekan yang luar biasa ini dengannya di Hoffenheim.”

“Itu adalah gaya menyerang, tanpa waktu untuk bernapas, selalu memburu bola. Di awal musim, kami berjuang untuk menjadi yang teratas di liga. Tidak ada yang tahu Hoffenheim, dan itu adalah sesuatu yang baru.”

“Kami melawan Dortmund yang dipimpin Klopp dikandang dan kami menang 4-1 (pada September 2008). Saya ingat Klopp mengatakan setelah itu bahwa kami perlu bermain seperti yang mereka lakukan.”

Dari sana, tim Klopp secara umum terlihat bermain dengan mengandalkan serangan balik, dan kemenangan berikutnya baik bersama Dortmund dan di Merseyside, itu adalah bukti kekuatan taktiknya.

Namun Tuchel, yang lebih mengutamakan penguasaan bola daripada kecepatan masih berusaha menciptakan tim papan atas yang sepenuhnya dan berhasil menyalurkan maksud dari strategi permainannya, dengan memenangkan DFB-Pokal bersama Dortmund dan empat trofi domestik selama berada di PSG.

Memang, pencapaian terbesarnya bisa dibilang datang di Mainz, dengan keberhasilannya mendapatkan promosi ke Bundesliga di musim pertamanya sebagai pelatih, sebelum memimpin mereka finis di posisi kelima dan kualifikasi Liga Europa dua tahun kemudian.

“Tuchel membuat kami mengerti bahwa kami mungkin tidak dinilai sebagai pemain terbaik secara individu, tetapi sebagai sebuah tim kami bisa menjadi istimewa,” ungkap Niki Zimling kepada GOAL, pemain asuhan Tuchel ketika berada di Mainz.

Kami mendorong satu sama lain dan menuntut 100 persen satu sama lain setiap hari dalam latihan dan pertandingan.

“Budaya itu membuat perbedaan, dan saya cukup yakin itulah yang terjadi. Setiap kali saya datang ke tempat latihan, saya pikir saya harus menjadi yang terbaik atau orang lain akan menggantikan saya. Itu, bagi saya adalah tahun terbaik dan paling hebat dalam karier saya.”

Thomas Tuchel Jurgen Klopp Mainz Borussia Dortmund 19042014

Tentu saja ada perasaan bahwa Tuchel memberikan sentuhan yang sama pada beberapa hal di Chelsea, meskipun dengan pemain yang lebih baik. Formasi 3-4-1-2 yang dia gunakan mampu meningkatkan performa pemain seperti Timo Werner, Marcos Alonso dan Callum Hudson-Odoi, yang harus berjuang sendiri ketika berada di bawah asuhan Frank Lampard.

Kemenangan tandang melawan Atletico madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions pekan lalu menjadi bukti kemajuan yang ia buat bersama The Blues. Dalam proses meningkatnya mereka, Chelsea akan bertanding melawan Liverpool, tim yang berada satu tingkat di bawah tim asuhan Tuchel, dengan selisih satu poin dan memperebutkan posisi di empat besar.

Sementara kedua pelatih memiliki gaya yang sama dan persahabatan yang mereka tunjukkan pada wawancara bersama pasca pertandingan di salah satu dari 14 pertemuan mereka sebelumnya, mereka berbeda di satu bidang yang sama.

Tidak sulit untuk dianggap dingin dan cerdik jika dibandingkan dengan Klopp, tetapi itu adalah kata sifat yang pasti cocok dengan kepribadian Tuchel.

Ketika Klopp selalu dicintai oleh para pemain dan pendukung, Tuchel yang memiliki semangat, tidak memiliki keterampilan interpersonal seperti rekan lamanya tersebut.

Itu adalah sebagian hal yang telah menyebabkan perselisihan dengan beberapa atasannya di Mainz, Dortmund dan PSG. Meski sejauh ini Tuchel berhasil menyatukan skuad yang sebelumnya retak di Stamford Bridge, selalu ada kekhawatiran dengan pria Jerman tersebut bahwa hal-hal itu bisa saja terulang dan dapat mengubah semuanya menjadi berbalik 180 derajat.

Karena alasan itulah tidak adil untuk mencirikannya sebagai yang kedua, yang kurang beruntuk, setelah Klopp. Bos Chelsea adalah orang yang berbeda, menggunakan ajaran Rangnick dengan caranya sendiri.

Apakah itu berarti Chelsea masih harus menunggu kesuksesan di Liga Primer, tetapi jika dilihat tanda-tanda awalnya sangat menjanjikan. (*/Yos)

Saksikan Tayangan Langsung Dan Cuplikan Pertandingan Kompetisi Top Dunia mulai Liga Inggris, Liga Jerman, Liga Belanda, Copa Libertadores hingga UEFA Nations League hanya di www.mola.tv   dan Simak Jadwal Lengkap Pertandingan di Instagram @molatv.sport   dan  KLIK UNTUK BERLANGGANAN !

Baca juga: Cara Mudah Berlangganan Mola TV & Nonton Siaran Langsung Liga Inggris

Tutup