Ada Tangan Dingin Andriy Shevchenko Di Balik Kebangkitan Ukraina

Terakhir diperbarui
Komentar()
Kerja keras Shevchenko selama dua tahun terakhir pelahan menghasilkan buah-buah manis.

Dalam dua bulan terakhir, Ukraina diam-diam mencuri perhatian.

September lalu, Ukraina menjadi tim dengan peningkatkan posisi terbaik dalam ranking FIFA, naik enam tingkat ke urutan 29. Pada Oktober ini, mereka mendapat jaminan promosi ke Liga A UEFA Nations League.

Progres signifikan dalam dua bulan tersebut tentu tidak terjadi begitu saja. Itu adalah buah manis dari proses selama dua tahun terakhir. Dan sosok yang paling bertanggung jawab dalam kebangkitan Ukraina ini, tidak bisa tidak adalah ikon sepakbola negara mereka sendiri, Andriy Shevchenko.

Setelah mengakhiri kariernya yang cemerlang, Shevchenko memang sempat banting setir ke dunia politik, namun kegagalannya lolos ke parlemen pada pemilu 2012 menyadarkannya untuk kembali ke lapangan hijau. Dari situ, ia meniti karier sebagai pelatih.

Tugas pertamanya adalah menjadi asisten pelatih Ukraina pada awal 2016. Enam bulan berselang, Sheva diangkat menjadi pelatih kepala menggantikan Mykhaylo Fomenko menyusul eliminasi dini Ukraina di fase grup Euro 2016.

"Saya mewarisi sebuah tim yang tengah dalam momen sulit. Kritik media, morel pemain buruk – segalanya seperti tidak berpihak kepada kami. Revolusi di dalam timnas mutlak diperlukan, tapi ketika itu kami cuma punya waktu singkat, mengingat kualifikasi Piala Dunia di depan mata," kata Shevchenko kepada FIFA.com.

Pensiunnya sejumlah pemain berpengalaman pada tahun itu seperti Anatoliy Tymoshchuk, Vyacheslav Shevchuk, dan Oleh Husyev membuat proyek transisi ini terasa pelik. Beruntung, Shevchenko didampingi dua koleganya asal Milan, Mauro Tassotti dan Andrea Maldera, yang berperan sebagai asisten pelatih Ukraina.

GFXID Efek Shevchenko Ukraina

Langkah pertama yang dilakukannya adalah mengubah filosofi bermain Ukraina menjadi berbasis penguasaan bola. Ia lantas memasukkan banyak pemain junior ke dalam tim dan hingga kini telah memberikan debut kepada hampir 20 pemain.

"Perubahan ini bukan hal yang biasa bagi Ukraina karena tim ini tidak pernah akrab dengan gaya bermain seperti ini. Tentu sangat sulit untuk mengubah sesuatu yang mendasar dalam waktu singkat," kata eks penyerang top Dynamo Kiev, AC Milan, dan Chelsea ini

Meski memakai filosofi baru dan ada banyak pemain yang keluar-masuk, keutuhan tim relatif terjaga. Salah satu faktor kunci adalah keberadaan pemain Shakhtar Donetsk yang dipatenkan menjadi tulang punggung tim. Ditambah dengan rentetan diskusi internal, latihan, dan dimplementasikan ke laga-laga uji coba, kekompakan tim mulai terbentuk.

Ukraina pada akhirnya memang gagal melaju ke Piala Dunia 2018, namun hasil itu sebetulnya tidak terlalu mengecewakan. Maklum, selain karena tengah dalam fase transisi, kualitas lawan-lawan mereka di kualifikasi terbilang merata: Islandia, Kroasia, dan Turki. Ukraina harus puas finis ketiga, tiga poin di belakang Kroasia, tim yang nantinya menjadi finalis di Rusia 2018.

2018-03-27-Ukraine

UEFA Nations League seperti datang di saat yang tepat bagi Ukraina. Tiga kemenangan beruntun di Grup 1 Liga B sanggup mereka petik: dua kali melawan Republik Ceko dan sekali kontra Slowakia. Catatan sempurna ini melapangkan jalan Ukraina untuk naik kasta ke Liga A.

Integrasi antara pemain muda dan senior berjalan mulus. Youngster Manchester City Oleksandr Zinchenko, misalnya, terlihat kian menyatu dengan sejumlah muka lawas seperti Andriy Yarmolenko dan Yevhen Konoplyanka. Ketiganya sudah mencetak gol di Nations League.

"Tim ini sekarang memiliki keseimbangan yang bagus dan bahkan punya potensi yang lebih besar dari yang kami perkirakan. Sepakbola Ukraina kini sedang keluar dari lubang keterpurukan," kata Shevchenko.

"Tujuan kami sangat spesifik: tampil bagus di Nations League dan kualifikasi Euro 2020. Setelahnya, kami menargetkan lolos ke putaran final Euro 2020. Itulah fokus kami saat ini," serunya.

Benih telah ditabur, buah sudah mulai bisa dipetik, dan panen besar siap menanti Shevchenko dan pasukan kuning-biru-nya di Euro 2020.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Scholes: Messi Juga Akan Kesulitan Di Man United
2. Persib & Borneo FC Kantongi Status Klub Profesional AFC
3. Timnas Indonesia Alami Penurunan Performa
4. Wonderkid Korea Utara Jadi Target Juventus & Inter
5. Reaksi Darren Sidoel Soal Julukan 'Si Anak Betawi'
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer Banner UEFA Nations League

 

Artikel Selanjutnya:
Clarence Seedorf Ragukan Jose Mourinho Bertahan Lama Di Old Trafford
Artikel Selanjutnya:
Harga Sesuai, Lazio Siap Lepas Sergej Milinkovic-Savic
Artikel Selanjutnya:
Aji Santoso Nilai Gol Kedua Persija Jakarta Offside
Artikel Selanjutnya:
Pelatih Persija Jakarta Terharu Dengan Koreografi Jakmania
Artikel Selanjutnya:
Timo Werner Frustrasi Jerman Gagal Menang Lagi
Tutup