Steve McManaman Tolak Stigma Pemain Inggris Sulit Sukses Di Luar Negeri

Komentar()
La Liga Spanyol
Legenda sepakbola Inggris itu tak sepakat dengan stigma yang melekat bahwa pemain Inggris sulit memiliki karier yang bagus di luar negeri.

Inggris tak bisa dibantah jadi negara yang paling disorot dunia jika berbicara sepakbola. Tidak lain karena popularitas kompetisinya yang begitu membahana, Liga Primer Inggris.

Sorotan pun menjalar ke para pemain lokalnya, yang mendapat perhatian lebih dibanding pemain dari negara lain. Walau kerap dibanjiri sanjungan, tapi tetap muncul stigma bahwa pemain Inggris sulit untuk memiliki karier yang bagus jika berkarier di luar negeri.

Luther Blisset, Jonathan Woodgate, Ashley Cole, Joe Hart, dan tentu saja Michael Owen, jadi contoh nyata bagaimana para pemain Inggris gagal memiliki karier sementereng di negeri sendiri kala berpetualang ke negeri orang.

Owen, Real Madrid

Legenda Liverpool, Steve McManaman, merupakan salah satu dari sedikit pemain Inggris yang sukses di luar negeri. Membela Real Madrid selama empat musim, dia sukses persembahkan sepasang gelar La Liga Spanyol dan Liga Champions, serta masing-masing satu Piala Super Spanyol dan Piala Super Eropa.

Meski begitu dalam wawancara eksklusifnya bersama Goal Indonesia, McManaman justru menolak stigma yang ada. Dia merasa pandangan itu hadir, karena memang tak banyak pemain Inggris yang memutuskan berkarier di luar negeri karena sudah berada di tempat terbaik dalam wujud EPL.

"Tidak banyak pemain Inggris yang berkesempatan berkarier di luar negeri. Mayoritas merasa mereka tidak perlu melakukan itu," buka McManaman.

"Bagaimana dalam sedekade terakhir orang-orang kerap membicarakan betapa bagusnya klub-klub seperti Manchester United atau Chelsea. Tim-tim seperti itu mendominasi EPL dan berkiprah bagus di Liga Champions.Saya pikir ketika Anda bermain di klub-klub bagus seperti itu, Anda tak perlu pergi dari EPL. Lagipula struktur EPL sangatlah bagus.

"Pertimbangan lainnya adalah ketika Anda memutuskan untuk bermain di liga luar negeri, Anda tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri. Anda harus memikirkan soal istri, anak, keluarga, apakah mereka akan bahagia? Jadi saya pikir sangat sulit untuk berganti kompetisi dengan bermain di liga yang berbeda.

"Saya pribadi begitu juga dengan Gareth Bale [Wales, Inggris Raya] toh memiliki periode yang fantastis [berkarier di luar negeri]. Bale bahkan kini sudah ada di musim kelimanya bersama Madrid dan [tampak] masih menikmatinya. Jadi saya pikir masing-masing individu berbeda, tergantung bagaimana keadaannya."

Zinedine Zidane Steve McManaman Real Madrid 2002

Selama kariernya di luar negeri bersama Madrid, McManaman kemudian mengungkap bahwa Zinedine Zidane merupakan rekan setim yang paling berkesan baginya. Kualitas permainan Zizou dipandangnya begitu luar biasa.

"Saya bermain dengan banyak pemain bintang, tapi saya selalu mengatakan Zinedine Zidane mungkin pesepakbola terbaik. Di luar lapangan dia seorang gentleman, dia orang yang sangat baik, karena menurut saya yang terpenting adalah jadi seseorang yang baik," ungkap McManaman.

"Di atas lapangan, Anda tahu Zidane adalah superstar yang tak terbantahkan. Saya juga bermain untuk Liverpool dan ada banyak pemain yang sangat bagus pada waktu itu. Namun buat saya, Zidane mungkin adalah yang terbaik."

Walau begitu secara personal McManaman mengaku lebih dekat dengan mantan rekannya di Liverpool dahulu, Robbie Fowler, karena tumbuh dan tinggal bersama di Kota Pelabuhan. Selain itu dia juga menyebut eks rekannya di Madrid, seperti Santiago Solari dan Christian Karembeu.

"Robbie Fowler adalah salah satu teman terbaik saya dan saya secara reguler kerap bertemu dengannya. Kami berudua lahir di Liverpool, keluarga kami mengenal satu sama lain, dan saya punya hubungan pertemanan yang sangat lama dengannya," ujar McManaman.

"Selain itu ada juga Santiago Solari, yang sekarang melatih tim junior Madrid, dia adalah teman baik saya. Ada juga Christian Karembeu. Masih ada lainnya, tapi hal baiknya adalah dalam tim yang pernah saya bela, kami semua masih saling berteman. Itulah yang terpenting buat saya," tuturnya.

Sergio Ramos Mohamed Salah Real Madrid Liverpool 2017-18

Menilik statusnya sebagai legenda dua tim besar, yakni Liverpool dan Madrid, McManaman rupanya punya jawaban pasti jika kedua eks klubnya tersebut kembali bertemu di final Liga Champions musim ini.

"Saya akan sedih jika Liverpool dan Madrid bertemu di final lagi, tapi pada 2019 di Wanda [Metropolitano] Stadium, saya akan senang jika Liverpool yang keluar sebagai pemenang, karena Madrid sudah terlalu sering menjuarainya," ungkapnya singkat disertai tawa.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Liga Negara UEFA
2. Terungkap, Gaji Mewah Cristiano Ronaldo Di Juventus
3. Indonesia U-16 Pukul Telak Felda United U-17
4. Pintu Timnas Jerman Tertutup Bagi Mesut Ozil
5. Ronaldo & 20 Bintang Serie A Bergaji Terbesar
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer Banner EPL

Artikel Selanjutnya:
Cristiano Ronaldo Gagal Penalti, Massimiliano Allegri: Itu Wajar
Artikel Selanjutnya:
Agoes Soerjanto Resmi Jadi CEO Baru Arema FC
Artikel Selanjutnya:
Kevin-Prince Boateng Wujudkan Impian Gabung Barcelona
Artikel Selanjutnya:
PSIS Semarang Batal Perpanjang Kontrak Nerius Alom
Artikel Selanjutnya:
Yohan Cabaye Dukung Vietnam Di Piala Asia 2019
Tutup