Berita Live Scores
Liga 1

Soal Wasit, PSSI Disarankan Ikuti Jejak Malaysia

18.05 WIB 31/01/19
Kapten Yandri - Pelatih Fisik Madura United
MFL sudah membuat profesi wasit di Malaysia bukan lagi pekerjaan paruh waktu.

Langkah yang diambil Malaysian Football League (MFL), selaku operator liga sepakbola profesional di Malaysia, terkait pengembangan wasit dianggap perlu dicontoh PSSI. Setidaknya hal itu yang dituturkan sekretaris tim PS TIRA, Yandri.

Yandri sendiri sebelumnya pernah berkecimpung sebagai wasit sekitar sepuluh tahun. Menurutnya, pekerjaan sebagai seorang wasit sudah tidak lagi harus dilakukan sebagai pekerjaan paruh waktu.

Itu yang banyak terjadi di Indonesia. Sementara di Malaysia, MFL pada tahun ini sudah meningkatkan status wasit sebagai profesional alias dijadikan sebagai pekerjaan penuh waktu. Maka itu, Yandri merasa PSSI bisa mengikuti jejak yang dilakukan MFL terkait perwasitan.

Apalagi, kinerja wasit di Liga Indonesia kerap menjadi sorotan atau bahkan menjadi sasaran kesalahan dari kekalahan sebuah tim.

"Saya rasa apa yang dibuat oleh MFL adalah satu perkara yang cukup bagus. Jadi, pengadil (wasit) mereka telah memiliki identitas tersendiri disebabkan status mereka menjadi sepenuh masa atau profesional," ucap Yandri, dalam rilis MFL.

"Sebagian besar pengadil (wasit) di Indonesia hanya separuh masa dan Indonesia juga berminat untuk buat perkara yang sama (menjadikan wasit sebagai profesional atau bekerja penuh waktu). Tetapi malangnya, kami tidak memiliki personaliti sama seperti MFL yang telah bertindak meletakkan pengadil (wasit) mereka di bawah satu organisasi bebas," tuturnya.

"Sebenarnya pengadil (wasit) juga memiliki hal sama rata seperti pemain dan jurulatih profesional, di mana saya yakin mereka akan lebih profesional dari segi tingkah laku dan sikap memandangkan mereka turut menerima bayaran setara seperti pemain atau jurulatih klub," tambahnya. 

Hal senada juga dituturkan direktur Persib Bandung, Teddy Tjahjono. Menurutnya, adanya badan khusus wasit profesional bisa membuat sepakbola Indonesia semakin berkembang.

"Sudah semestinya pengadil (wasit) perlu dikendalikan badan bebas dan tidak terikat dengan organisasi mana pun. Ini penting supaya tidak ada pihak luar campur tangan dalam urusan pengadil (wasit)," kata Teddy.

"Dengan cara ini pengadil boleh bertugas dengan lebih profesional dan mereka juga pasti selesa (nyaman) karena mendapat bayaran lebih lumayan, setimpal dengan tugas yang diamanahkan," jelasnya. 

Sebelumnya, MFL bersama Persatuan Sepakbola Malaysia (FAM) mengadakan pertemuan dengan Profesional Game Match Official Limited (PGMOL) di London, pekan lalu. Mereka ingin mendapatkan pelajaran atau saran dari organisasi induk wasit profesional Liga Primer Inggris tersebut. Pertemuan ini bertujuan mendapat gambaran lebih jelas serta ahli daripada pihak PGMOL dalam meningkatkan kualitas perwasitan Liga Malaysia. 

Di sisi lain, PSSI pada Kongres Tahunan di Bali, 20 Januari lalu, juga dalam salah satu hasilnya adalah bakal membentuk lembaga wasit profesional Indonesia. Namun hingga saat ini masih ditunggu proses dari pembentukan lembaga tersebut.

 

 


 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Rencana Transfer Juventus Terbongkar?
2. Pelatih Alaves: Sepakbola Indonesia Di Jalur Tepat
3. RESMI: Espanyol Boyong Bintang Tiongkok
4. Gonzalo Higuain Dilabeli "Tentara Bayaran"
5. Sergio Ramos & Parade Bek Tersubur Sepanjang Masa
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia