Soal Rasisme, Presiden FIGC Mungkin Bekukan Serie A Italia

Komentar()
Getty
Masalah rasisme dalam laga Inter - Napoli merupakan hal serius dan presiden FIGC takkan segan membekukan kompetisi karenanya.

Gabriele Gravina, presiden FIGC, mempertimbangkan opsi untuk membekukan Serie A Italia setelah insiden rasisme yang menimpa Kalidou Koulibaly.

Dalam kemenangan 1-0 Inter Milan atas Napoli di Boxing Day, fans Nerazzurri menghujani Koulibaly dengan ejekan rasis. Tak hanya itu, empat fans bahkan ditusuk di luar Giuseppe Meazza.

"[Membekukan kompetisi] adalah satu hal yang sedang kami pertimbangkan," katanya pada il Messaggero. "Sekarang, kami butuh waktu dan mengkoordinasikan semuanya. Kami punya masalah yang berkaitan dengan publik dan ini harus diatur, begitu pula dengan fakta pertandingan."

"Saya khawatir dengan suasana sureal ini. Saya bukan seorang psikolog, tetapi sudah jelas bahwa beberapa pemain sangat gugup di San Siro."

"Sekarang, saya berada pada periode refleksi karena apa yang terjadi sangat serius. Kami mendengarkan dari petinggi dan CONi, kemudian kami akan putuskan."

"Kami melakukan verifikasi apakah ada tiga ejekan tanpa henti, tetapi sepertinya cuma satu kali. Hari ini, jaksa akan mengintervensi dan menyampaikan porsinya, tetapi apa yang terjadi sangatlah buruk."

"Para pemain sangat gugup di lapangan. Wasit akan menulis apa yang ia pikirkan, tetapi jika ia melakukan kesalahan, ia juga harus diperiksa," pungkasnya.

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Jose Mourinho Dipecat Karena Pemain Kunci Man United
2. Barito Putera Resmi Rekrut Evan Dimas
3. Luis Suarez Menyesal Tinggalkan Ajax Demi Liverpool
4. Kembali Berseragam Persib, Tantan Ingin Menangis
5. Tim Terbaik La Liga 2018/19 Sejauh Ini
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer Banner Serie A

 

Tutup