Soal Rasisme, Cagliari: Pemain Juventus Sendiri Bilang Moise Kean Salah

Komentar()
Getty Images
Presiden Cagliari meminta publik Juventus jangan seenaknya menilai fans klub mereka rasis. Menurutnya, Moise Kean lebih dulu memancing.

Presiden Cagliari Tomasso Guilini membela fans Cagliari terkait isu rasisme terhadap Moise Kean yang baru-baru ini menjadi hangat diperbincangkan di Serie A Italia.

Seolah mengamini perkataan Leonardo Bonucci, Guilini menegaskan, Kean memang juga dalam posisi salah karena merayakan gol dengan cara yang provokatif. 

Sebelumnya, Bonucci bersikap 50-50 dengan menyatakan, Kean juga keliru karena selebrasi golnya seakan memancing emosi fans Cagliari untuk mengeluarkan cemoohan berbau rasial.

Di pertandingan itu, sang striker muda Italia ini mencetak gol dalam kemenangan 2-0 Bianconeri.

Guilini mengatakan, kubu Juventus jangan merasa benar sendiri dalam hal ini.

"Saya tidak ingin orang-orang mulai merasa benar sendiri mengenai masalah ini, karena saya pun mendengarnya [ejekan rasis], sementara pemain Juventus datang ke saya selepas laga dan mengakui Kean juga salah karena melakukan selebrasi dengan gaya seperti itu," kata Giulini, Rabu [3/4].

"Kita tidak bisa seenaknya menyebut fans Cagliari melakukan tindangan ofensif. Jika memang ada nada rasis, maka fans kami bersalah. Tapi itu terjadi karena selebrasinya dan mungkin akan terjadi sekali pun sang pencetak gol memiliki warna kulit yang berbeda," jelasnya.

"Tidak perlu merasa benar sendiri dan menjadikan isu rasis ini menghantam basis fans Cagliari dan klub," tandas sang presiden.

Artikel dilanjutkan di bawah ini
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Prahara Mauro Icardi di Inter Milan memasuki babak baru. Alih-alih konfliknya dengan Nerazzurri kelar, fakta terbaru menggambarkan tensi antara dirinya dan klub masih memanas. Kelompok Curva Nord, loyalis garis keras Inter, sudah mengambil sikap dan keputusan bulat, mereka sudah tak akan lagi mendukung Icardi. Mereka lebih senang bila sang mantan kapten didepak dari tim. Di satu sisi, chief Inter Beppe Marotta telah melakukan diplomasi untuk mencapai perdamaian antara klub, Spalletti dan Icardi, di mana hasil akhirnya yaitu pemain berusia 26 tahun itu akan dimainkan kembali. Bagaimana pendapat Anda? Simak ulasan selengkapnya dalam instastory! . . #icardi #inter #intermilan #internazionale #seriea #italia #instagoal

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Manajer Cardiff Ancam Turunkan Skuat Lemah Kontra Man City
2. Fulham Resmi Terdegradasi Dari Liga Primer Inggris
3. Mainkan Anak Sendiri, Ini Penjelasan Zinedine Zidane
4. Mau Finis Empat Besar, Jamie Carragher Suruh Arsenal 'Ngaca'
5. Duo Manchester Pepet Striker Haus Gol Ini
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer Banner Serie A

 

Tutup