Berita Live Scores
Ligue 1

Sinar Dante Di Pekan Pembuka Ligue 1

23.34 WIB 13/08/19
Dante - Nice
Edinson Cavani, Kylian Mbappe, dan Angel Di Maria juga tampil menawan pada matchday perdana akhir pekan lalu.

Setelah finis ketujuh di Ligue 1 musim lalu, Nice arahan Patrick Vieira kini dituntut tinggi untuk bisa melampaui pencapaian tersebut.

Segalanya terasa sulit lantaran Nice pasif di bursa transfer musim panas ini. Ya, mereka kembali gagal menemukan pengganti Mario Balotelli yang telah pergi dari klub sejak Januari lalu.

Meski tidak punya striker papan atas, Vieira masih punya figur lain yang bisa diandalkan, yakni Dante. Bek sentral veteran asal Brasil ini punya kontribusi penting dalam kemenangan Les Aiglons 2-1 atas Amiens di laga pembuka musim.

Di usia 35 tahun, eks Bayern Munich ini masih piawai menampilkan performa terbaiknya selama berkarier di Allianz Riviera. Ini terlihat dari catatan impresif pertahanan Nice di musim lalu.

Meski pada Sabtu (10/8) lalu ikut bertanggung jawab terhadap gol penyama Amiens, Dante mampu menunjukkan kapabilitasnya di saat-saat krusial.

Nice dituntut untuk tampil menyerang di hampir sepanjang laga ini, terutama setelah Amiens bermain dengan sepuluh pemain akibat pengusiran Eddy Gnahore. Ini bukan situasi yang biasa bagi tim yang punya spesialisasi bertahan. Christophe Herelle kemudian memecah kebuntuan, tapi Chadrac Akolo menyamakan skor.

Ketika tuan rumah bernafsu mencetak gol kemenangan di akhir laga, saat itulah Dante melompat tinggi untuk menanduk sepak pojok. Gol di menit kelima injury time ini mengunci tiga poin untuk menghadirkan start ideal bagi Nice.

Dante pun tak bisa menyembunyikan rasa girangnya dengan langsung mencopot jersey. Sebuah bukti bahwa gol ini sangat berarti bagi timnya, terutama setelah hasil uji coba yang memalukan kontra Burnley dan Wolfsburg beberapa waktu lalu.

"Saya ingin meminta maaf karena kartu kuning tersebut. Saya seharusnya bisa menjadi pemimpin yang bagus, tapi ada ledakan kegembiraan di kepala saya," ujarnya.

Jika Nice butuh gol dramatis untuk menang, tidak demikian halnya dengan sang juara bertahan Paris Saint-Germain. Mereka menang mudah 3-0 atas Nimes pada Minggu (11/8), di mana ketiga gol tersebut dibagi rata oleh Edinson Cavani, Kylian Mbappe, dan Angel Di Maria.

Mirip dengan PSG, Lyon juga membuka musim secara impresif lewat kemenangan 3-0 di markas Monaco, Jumat (9/8). Lucas Tousart mencetak gol penutup sekaligus mengukir skor 91,4 dalam Indeks Performa Opta, skor tertinggi ketiga pada pekan ini. Moussa Dembele dan Memphis Depay juga menyumbang gol.

Selain itu, ada banyak penampil impresif pekan ini, tapi yang terbaik datang dari Angers. Meski bukan tim yang memainkan sepakbola cantik, Angers hanya butuh waktu 12 menit untuk mengalahkan Bordeaux 3-1 secara efektif.

Pemain debutan Angers, Mathias Pereira Lage, mencetak satu gol dan satu assist di laga ini sekaligus mengikuti jejak Neymar yang melakukan torehan serupa pada debutnya di Ligue 1 pada 2017. Tidak heran, Lage jadi pemain dengan skor terbaik di Indeks Performa Opta (97,2).

Menguntit di bawahnya ada bocah baru Lille, Victor Osimhen, yang diproyeksikan sebagai pengganti Rafael Leao. Pemain muda Nigeria ini menunjukkan potensi luar biasa pada debutnya, dengan memborong semua gol Lille untuk menumpas Nantes 2-1.

Namun, kejutan terbesar hadir di Stade Velodrome, ketika Marseille besutan Andre Villas Boas keok 2-0 dari Reims. Penyerang Boulaye Dia muncul sebagai pemain terbaik Reims lewat torehan satu gol dan satu assist.

Adapun kiper Rennes Romain Salin menampilkan performa paling oke di bawah mistar, padahal ia diprediksi hanya menjadi pilihan kedua setelah kedatangan Edouard Mendy dari Reims. Salin tampaknya bakal tak tergoyahkan setelah sukses menggagalkan penalti Andy Delort dan menepis peluang emas Keagan Dolly untuk membawa Rennes menang 1-0 atas Montpellier.