Simon McMenemy Sebut Mental Bhayangkara FC Masih Labil

Komentar()
Goal / Abi Yazid
McMenemy menyatakan pemain muda terkadang masih keliru dalam mengambil keputusan.


LIPUTAN  ABI YAZID  DARI SIDOARJO    Ikuti di twitter


Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy mengakui mental pemainnya masih labil, dan itu terlihat ketika mereka hanya bermain imbang melawan sepuluh penggawa PSIS Semarang di Stadion Gelora Delta Sidoarjo kemarin.

Bhayangkara FC sempat unggul lebih dulu melalui Nikola Komazec, namun Hari Nur Yulianto mampu menyamakan kedudukan. Bhayangkara FC berpeluang mengungguli lawannya ketika PSIS hanya bermain dengan sepuluh pemain mulai menit ke-82, tapi mereka mengalami kesulitan menjebol gawang lawan.

“Di babak pertama kami memainkan sepakbola dengan baik, termasuk gol yang kami ciptakan melalui umpan bagus. Hanya saja kami di babak kedua seperti melepas pedal sepeda. Kami membiarkan lawan memainkan ritme,” beber McMenemy.

“Saat gol terjadi saya tanya kepada pemain siapa yang harusnya menjaga dia [Hari Nur] dan kapten kami (Hargianto) mengangkat tangan. Memang begitu pemain muda, terkadang keliru ambil keputusan, tapi saya senang mereka menyadari kesalahan yang dilakukan.”

Di babak kedua, Bhayangkara FC memang banyak tertekan, karena lawan memburu gol kedua. Arsitek asal Inggris ini pun banyak meneriaki pemain agar mentalnya naik.

“Saya tidak marah kepada pemain, memang gaya saya seperti itu untuk memberikan semangat. Jadi kalau terdengar keras, karena memang stadion besar dan sepi,”

“Saya juga tidak bicara tentang wasit yang buruk. Wasit secara keseluruhan juga tampil dengan bagus. Saya juga tidak tahu tentang kartu merah pemain mereka, namun saya pikir wasit sudah ambil keputusan dengan tepat.”

Walau menyatakan wasit sudah bagus, Simon menyatakan seharusnya Bhayangkara FC mendapatkan dua penalti saat Dzumafo Epandi dijatuhkan. Simon juga menyatakan tidak mudah melawan sepuluh pemain.

“Terkadang bermain melawan sepuluh pemain tidak akan mudah, karena bisa jadi lawan akan merasa tidak mendapatkan keadilan, sehingga mereka bermain spartan, dan tidak mudah kalah,” imbuh McMenemy.

“Bermain dengan banyak pemain muda memang seperti itu, situasi serupa terjadi saat kami bermain di Madura tahun lalu. Saat itu kami tidak mengalami kemudahan saat Madura memainkan sembilan pemain. Saya tadi sudah minta pemain untuk lebih sabar dalam mengumpan, tapi memang tidak selalu mudah.” (gk-48)

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persib Tidak Butuh Firman Utina
2. Sikat Man City, Klopp: Tak Ada Pemain Saya Yang Berjoget Usai Laga
3. Pep Guardiola Terima Kekalahan Dari Liverpool
4. Komdis PSSI Larang Nick Van Der Velden Main Dua Kali
5. Persib Kena Denda Rp100 Juta

Artikel Selanjutnya:
Ivan Kolev Anggap Beban Di Persija Jakarta Hal Biasa
Artikel Selanjutnya:
Steven Bergwijn Masuk Radar Manchester United
Artikel Selanjutnya:
Jadwal TV Siaran Langsung Sepakbola Hari Ini
Artikel Selanjutnya:
RESMI: Sevilla Rekrut Bek Muda Ajax Max Wober
Artikel Selanjutnya:
Indra Sjafri Pelajari Real Betis
Tutup