Frederico Varandas - Presidente do Sporting

Pesepakbola Lebih Sering Dites Covid-19 Ketimbang Dokter? Menggelikan!

Presiden Sporting CP Frederico Varandas menyebut pesepakbola lebih sering dites Covid-19 ketimbang pekerja medis adalah sikap 'sangat bodoh'. 

Primeira Liga ditunda sejak Maret namun ada harapan untuk melanjutkan kompetisi seperti yang telah dilakukan oleh Bundesliga Jerman meski pertandingan harus digelar tanpa penonton. 

Pemain, pelatih dan staf klub harus mengikuti serangkaian tes virus corona sebagai salah satu langkah agar kompetisi sepakbola di Portugal bisa bergulir lagi pada awal Juni, namun Varandas mengatakan memprioritaskan sepakbola ketimbang dokter, perawat dan staf medis lainnya adalah keliru. 

"Pesepakbola lebih sering dites ketimbang dokter yang bekerja di rumah sakit. Bagi saya itu sangat bodoh. Saya memahami dari sudut pandang politis namun secara keilmuan itu menggelikan," ujarnya di The New York Times. 

"Sepakbola di Portugal itu gila, seperti agama, benar-benar gila."

Varandas, yang merupakan seorang dokter, telah menghabiskan lebih banyak waktu di ruang gawat darurat di rumah sakit militer di Lisbon untuk membantu penanganan pandemi virus corona. 

Jajaran direksi Sporting telah sepakat untuk memankas gaji dan Varandas telah berbicara dengan para pemain senior untuk merelakan sebagian besar gaji mereka dalam tiga bulan untuk membantu klub bertahan di tengah-tengah situasi yang tidak pasti ini. 

Sporting mendapat suntikan dana pada Januari lalu saat menjual Bruno Fernandes ke Manchester United seharga €55 juta. 

Kesepakatan itu seperti terjadi di waktu yang tepat karena banderol pemain diperkirakan bakal menukik tajam. 

"Terkadang ketika akan tidur saya membayangkan apa yang bakal terjadi jika kami mencoba menjual Bruno Fernandes sekarang. Berapa harganya? 15, 10?" lanjutnya. 

"Saya tidak tahu nilai pesepakbola sekarang. Sporting, Porto, Benfica dan semua klub di Portugal ingin menjual pemain."

Iklan