Berita Live Scores
Liga 1

Keterangan Saksi Dapat Peringan Hukuman Joko Driyono

23.47 WIB 28/05/19
Joko Driyono
Berdasarkan keterangan saksi, Jokdri tidak merusak barang bukti seperti yang dituduhkan.

Sidang lanjutan kasus perusakan barang bukti mantan Plt ketua umum PSSI Joko Driyono, kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5). Agenda hari ini adalah meminta keterangan dari para saksi.

Ada tujuh saksi yang dihadirkan dalam sidang tersebut. Empat di antaranya merupakan saksi fakta yang berasal dari Satgas Anti Mafia Bola dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), sementara tiga sisanya merupakan saksi umum.

Niat JPU memperberat dakwaan untuk pria yang karib disapa Jokdri itu tampaknya gagal. Lantaran kesaksian yang diberikan oleh ketujuh saksi yang dihadirkan malah meringankan tuduhan.

Jokdri dituduhkan merusak barang bukti. Namun, berdasarkan kesaksian yang ada sosok asal Ngawi tersebut sama sekali tidak melakukannya, karena memang sudah potongan kertas sudah ada sebelum garis polisi dipasang.

"Saya melakukan itu 30 Januari [2019]. Bukan perintah dari pak Joko, tapi diminta oleh staff Persija [Jakarta]. Saya sudah biasa melakukan itu, jadi tidak bertanya hanya disuruh saja," kata  M. Tri Mursalim, office boy PT Liga Indonesia yang menjadi salah satu saksi di persidangan itu.

Bila merujuk dari pernyataan yang disampaikan Mursalim, pemotongan kertas yang dilakukannya satu hari sebelum Satgas Anti Mafia Bola, memasang garis polisi. Makanya, sisa-sisa kertas yang ada tak ada hubungannya dengan tuduhan yang diberikan.

Dalam persidangan tersebut, saksi dari Satgas Anti Mafia Bola hanya bisa menyampaikan fakta bahwa supir pribadi terdakwa Mardani Mogot alias Dani dan office boy PT Liga Indonesia Mus Muliadi, memasuki kantor PT Liga Indonesia setelah petugas memasang police line, pada Jumat 1 Februari 2019, dini hari. Dani, yang juga dihadirkan dalam persidangan yang berlangsung hingga pukul 20.00 WIB itu, mengakui dirinya memasuki kantor PT Liga Indonesia, untuk mengambil barang terdakwa yang berada di dalam ruang pribadi terdakwa.

"Terungkap dengan jelas tadi, bahwa klien kami, Pak Joko jelas mengatakan kepada Dani, jangan sampai menyentuh barang apapun di ruang Komdis PSSI yang kebetulan menempati salah satu ruangan di kantor PT Liga Indonesia. Itu dengan gamblang menjelaskan bahwa, Dani memasuki kantor PT Liga Indonesia, untuk mengambil barang pribadi Joko Driyono yang berada di ruangan pribadinya. Terungkap juga, Dani sama sekali tidak memasuki ruang Komdis PSSI yang menjadi geledah oleh Satgas,” urai Mustofa Abidin, anggota tim penasehat hukum Joko Driyono.

Terkait barang bukti yang disita, di antaranya dokumen keputusan Komdis PSSI yang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) didalilkan terkait dengan perkara pengaturan skor, ternyata hanya petikan putusan Komdis terkait hukuman atas tingkah laku suporter.

"Jadi menurut penilaian saya, insting polisi itu kan memang mengedepankan antisipasi, ibarat ada ancaman bom di suatu lokasi dengan ditemukannya satu bungkusan misalnya, maka yang disisir bisa sampai radius satu kilometer. Perkara nanti setelah dibuka bungkusan isinya makanan, ya itu nanti. Kira-kira seperti itulah gambaran perkara ini,” jelas Mustofa.

Sementara itu, perwakilan lainnya dari tim kuasa hukum Jokdri, Abdanial Malakan, mengaku puas akan jalannya persidangan. Ia menyebut keterangan para saksi yang justru sangat meringankan dakwaan terhadap kliennya.

"Keterangan mereka kan tidak ada perintah menghancurkan, hanya mengamankan saja karena posisinya Pak Joko di luar negeri. Saya pikir itu mematahkan dakwaan," ucapnya.

Dalam persidangan selanjutnya pada 18 dan 20 Juni mendatang, Abdanial masih belum tahu apakah akan mendatangkan saksi atau tidak untuk persidangan. Jika iya, kemungkinan saksi ahli yang bakal dihadirkan. Saksi ini juga diharap bisa ikut meringankan dakwaan yang diberikan kepada Jokdri.

"Harapan kami pak Joko mendapatkan pengadilan yang fair berdasarkan persidangan hari ini dulu, selanjutnya juga demikian."

 

 

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Juara Copa Del Rey, Valencia Pupus Ambisi Dwigelar Barcelona
2. Bayern Munich Kawinkan Trofi Bundesliga Dengan DFB-Pokal
3. Piala Dunia U-20: Andri Syahputra Dapat Awal Buruk
4. Giorgio Chiellini: Semoga Antonio Conte Gagal Di Inter!
5. Bukan Barcelona, Matthijs De Ligt Menuju Man United?
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia