Sabah FC Bidik Eks Penyerang Johor Darul Takzim, Bukan Striker Arema FC

Jorge Pereyra Diaz, Johor Darul Ta'zim
Johor Southern Tigers
Kurniawan menyatakan gaya permainan Diaz cocok dengan skema yang ia ingin terapkan di Sabah.

Pelatih Sabah FC Kurniawan Dwi Yulianto telah menyampaikan keinginannya kepada manajemen klub agar mendatangkan mantan ujung tombak Johor Darul Takzim (JDT) Jorge Pereyra Diaz untuk Malaysia Super League (MSL) 2021.

Keinginan Kurniawan itu sekaligus menepis rumor yang menyebutkan striker Arema FC, Kushedya Hari Yudo, bakal berlabuh di klub Malaysia itu. Selain Sabah, Yudo juga dikaitkan dengan Pahang FC.

Yudo sendiri telah menepis kabar yang menyebutkan dirinya mendapat tawaran dari klub Malaysia. Pemain berusia 27 tahun itu justru berharap tawaran dari Malaysia bukan sebatas rumor.

Kurniawan mengatakan, karakter Diaz sesuai dengan gaya permainan yang diinginkan dalam tim besutannya. Apalagi berdasarkan komunikasi dengan agen Diaz, gaji yang diminta pemain asal Argentina tersebut sesuai dengan kantong The Rhinos.

“Untuk saat ini, saya hanya bisa bilang dia merupakan pemain yang membuat saya tertarik [membawanya] ke dalam tim. Gaya bermain dia sangat cocok dengan tim,” tegas Kurniawan diwartakan laman The Borneo Post.

Kurniawan Yulianto, Kedah v Sabah, Super League, 21 Sep 2020

Kendati demikian, Kurniawan tidak mau terburu-buru. Pelatih asal Indonesia ini terlebih dulu ingin menggali lebih dalam mengenai alasan pemain berusia 30 tahun tersebut meninggalkan JDT pada musim 2018.

“Ada beberapa hal yang perlu kami cari tahu. Kami ingin mengetahui mengapa dia meninggalkan JDT, dan bagaimana kondisi kebugarannya saat ini, apakah dia sedang cedera atau tidak,” beber Kurniawan.

“Semua hal itu sangat penting. Seluruh pemain asing yang kami bidik harus menjalani proses serupa, karena kami tidak ingin pemain mempunyai masalah cedera ketika liga dimulai. Kami harus belajar dari musim lalu.”

Saat ini penggawa Sabah masih menjalani latihan mandiri, menyusul kebijakan pemerintah kerajaan Malaysia yang menerapkan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) selama dua pekan sejak 13 Januari di lima negara bagian.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Kelima negara bagian yang masuk ke dalam PKP itu adalah Melaka, Johor, Penang, Selangor dan Sabah, serta tiga wilayah federal, yakni Kuala Lumpur, Labuan dan Putrajaya.

“Pemain sudah diberikan program latihan rutin, dan jajara pelatih memantau perkembangan mereka. Kami tetap sangat berharap dapat melakukan latihan secara penuh di lapangan,” imbuh Kurniawan.

SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!

Tutup