RESMI: Aji Santoso Mundur Dari PSIM Yogyakarta

Komentar()
Media PSIM
Rentetan hasil buruk PSIM membuat Aji Santoso memilih meninggalkan posisinya sebagai pelatih kepala.

OLEH  AURELIUS BALAKOSA    DARI  YOGYAKARTA

Menjelang dua partai krusial fase penyisihan Grup Timur, PSIM Yogyakarta didera prahara pelik. Pelatih kepala mereka, Aji Santoso, menyatakan mundur dari Laskar Mataram.

Keputusan berat pelatih yang didatangkan dari Persela Lamongan ini disampaikan ke media dan sudah melalui pertimbangan yang sangat matang.

“Saya sampaikan ke manajemen untuk mundur dari pelatih kepala. Manajemen menerima pengajuan mundur saya dari pelatih kepala,” ungkap Aji Santoso saat bertemu media di salah satu mall di Sleman, Rabu (9/10) petang.

“Setelah lawan Martapura FC, saya berdikusi dengan salah satu manajemen cukup panjang dan alot. Akhirnya terjadi keputusan kesepakatan, saya bersama manajemen tidak melanjutkan kontrak sampai Desember. Keputusan ini diambil atas kedua belah pihak,” sambungnya.

PSIM memang menuai hasil minor di beberapa pertandingan terakhir. Terbaru, pada laga kandang di Stadion Mandala Krida melawan Sulut United, Jumat (4/10), Cristian Gonzales dkk dipaksa bertekuk lutut 2-0 dan membuat peluang PSIM ke babak delapan besar menipis.

Aji didatangkan manajemen menggantikan peran pelatih asing Vladimir Vujovic yang mundur pada putaran pertama lalu. Bersama PSIM, juru taktik berusia 49 tahun tersebut memimpin dalam 14 pertandingan. 

Aji menjelaskan, membangun sebuah tim tidak mudah. Ia sempat optimistis ketika sejumlah pemain baru bergabung di putaran kedua. Namun waktu adaptasi yang mepet membuat PSIM makin kepayahan. Aji pun meminta maaf kepada suporter yang sudah memberikan dukungan karena belum bisa memenuhi harapan untuk membawa PSIM promosi ke Liga 1.

“Saya berpesan kepada pecinta PSIM, marah semarah-marahnya jangan sampai rasis, karena beliau-beliau di manajemenen ini sudah mengeluarkan pkiran, tenaga dan meninggalkan keluarga untuk jauh-jauh ke Yogyakarta demi PSIM,” urainya.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Posisi PSIM kini berada di peringkat ketujuh Grup Timur dengan 24 poin, menyisakan dua partai kandang melawan Persatu Tuban (13 Oktober) dan Persis Solo (21 Oktober). PSIM merupakan tim yang mencatatakan kekalahan terbanyak, yakni 10 kekalahan dari 18 pertandingan tanpa pernah sekali pun seri.

Aji berharap, PSIM bisa meraih dua kemenangan penting pada partai kandang terakhir untuk memastikan tiket ke delapan besar. “Peluang itu masih ada. Saya berharap PSIM bisa memenuhi ekspektasi lolos ke delapan besar,” pungkasnya. (gk-18)

 

Tutup