Berita Live Scores
Transfer

Real Madrid - Simpan Saja €222 Juta! Tidak Ada Tempat Untuk Neymar & Eden Hazard Dalam Satu Tim

10.21 WIB 20/08/19
Eden Hazard Neymar
Seperti yang dikonfirmasi pekan lalu, Madrid berminat untuk mendatangkan Neymar – namun apakah ia bisa menyatu di Santiago Bernabeu?

OLEH  MARK DOYLE   PENYUSUN  ADHE MAKAYASA

Kalah dalam perang transfer dengan Real Madrid tidak pernah disambut baik oleh Barcelona. Tim asal Catalunya itu masih menyalahkan apa yang oleh laman resmi mereka gambarkan sebagai “manuver federasi yang aneh dengan dukungan Francoist” atas kegagalan mereka mendapatkan Alfredo Di Stefano pada 1953.

Sementara itu, Luis Figo juga tidak pernah dimaafkan karena hengkang dari Camp Nou menuju Santiago Bernabeu pada musim panas 2000. Blaugrana bahkan sampai memblokir keikutsertaan pria Portugal itu untuk bermain dalam laga para legenda yang digelar UEFA jelang final Liga Champions 2015 di Berlin.

Dan tentunya, melihat bintang PSG Neymar pindah ke Madrid, alih-alih pulang ke Catalunya, akan sangat menyakitkan bagi Barca.

“Itu akan menyakitkan jika Neymar pergi ke rival abadi kami, terutama setelah bermain untuk kami,” kata gelandang Carles Alena pada bulan ini.

Nama bintang Brasil itu juga dinyanyikan oleh para suporter jelang laga pembuka La Liga melawan Athletic Bilbao pada Jumat malam. Hal itu dilakukan bukan karena Josep Maria Bartomeu perlu diyakinkan, malah dia justru menjadi sosok utama di balik upaya klubnya untuk memulangkan pemain yang hengkang dalam keadaan sangat buruk dua tahun lalu.

Luka itu masih segar. Tuntutan legal [terhadap Neymar] juga masih berlangsung. Tapi Bartomeu dan mayoritas suporter menginginkan Neymar kembali. Dan Neymar dikabarkan ingin pulang.

Tapi ada satu masalah: PSG bersedia untuk menjual sang superstar kepada siapa pun kecuali Barca. Transfer rekor dunia Neymar pun merusak hubungan kedua klub. Tidak ada kepercayaan di antara mereka.

Pada akhir pekan kemarin, Le Parisien bahkan mengklaim bahwa ketertarikan Barca terhadap Neymar hanya sebuah gertakan, sebuah tabir asap yang dimaksudkan untuk menenangkan kapten Lionel Messi, yang ingin melihat kompatriotnya asal Amerika Selatan itu balik ke Camp Nou.

Tentunya, keputusan untuk meminjamkan alat barter mereka yang paling berharga, Philippe Coutinho, ke Bayern Munich, ditambah dengan penegasan berulang-ulang soal Ousmane Dembele yang takkan ke mana-mana, menunjukkan bahwa Barca mungkin tidak serius untuk memulangkan Neymar.

Mari kesampingkan konspirasi, meskipun, jelas ada sejumlah hambatan dalam jalan pulang bintang Brasil itu ke Catalunya. Dengan itu, Madrid, lantas berharap untuk mengambil keuntungan dari kebuntuan saat ini.

Tapi, apakah itu benar-benar masuk akal dari perspektif finansial atau olahraga?

Madrid sendiri perlu memperkuat lini tengahnya, bukan di depan – dan tentu saja tidak di posisi yang disukai Neymar di sayap kiri, di mana sudah ada Eden Hazard yang akan bermain begitu dia fit untuk melakukan debut kompetitifnya.

Zidane adalah pengagum lama Hazard. Dia telah mendorong presiden Madrid Florentino Perez untuk mengontrak pemain Belgia itu sejak 2009. Ini akan menjadi kejutan besar, jika kemudian, setelah mendatangkan Hazard dari Chelsea di harga €100 juta, sang pelatih menginginkan pemain sayap itu untuk mengubah posisinya hanya untuk mengakomodasi Neymar.

Terlebih lagi, dengan kita mengetahui bahwa sewaktu di Stamford Bridge Hazard dapat bermain melalui tengah, dia jauh lebih nyaman dan, akibatnya, tidak dipasang di sayap.

Tentunya, mungkin akan ada gagasan untuk memainkan Neymar sebagai No.10 dalam formasi 4-2-3-1, seperti yang kerap dilakukan PSG, atau bahkan memainkannya di sayap kanan.

Namun Vinicius Junior telah menunjukkan kesiapannya untuk menjadi reguler, selagi Gareth Bale dan gaj besarnya masih ada dalam daftar Madrid.

Jadi, ini bukannya Madrid tidak punya opsi di lini depan. Bahkan Luka Jovic, yang didatangkan dari Eintracht Frankfurt di harga €70 juta pada musim panas ini, tampaknya akan menghabiskan musim ini di bangku cadangan, mengingat Karim Benzema sedang menikmati kebangkitan yang produktif di lini depan.

Dan saat Anda memperhitungkannya, kepindahan Neymar ke Madrid tampak seperti risiko yang tidak perlu dari pihak Real.

Mereka telah menghabiskan lebih dari €300 juta pada musim panas ini – namun tidak satu pun dari pemain baru itu yang diandalkan di laga pembuka La Liga pada Sabtu kemarin di markas Celta Vigo.

Dengan batasan Financial Fair Play (FFP), sanggupkah mereka mengeluarkan uang €200 juta lagi untuk mendatangkan Neymar, yang sejatinya tidak mereka butuhkan?

Sekarang yang menjadi harapan adalah, kemenangan 3-1 yang mengesankan atas Vigo di Galicia kemarin, yang diraih hanya dengan sepuluh pemain, telah menenangkan rasa panik di Madrid setelah pramusim menyedihkan yang diselingi penampilan buruk dan serangkaian kemunduran dalam upaya mereka menjual Bale dan James Rodriguez.

Zidane jelas menyuarakan nada yang sangat berbeda dalam konferensi persnya pascapertandingan Sabtu kemarin. Hanya selang dua minggu setelah mengatakan semakin cepat Bale pergi, semakin baik, pria Prancis itu sekarang mengekspresikan keyakinannya pada bintang Wales tersebut.

“Saya selalu ingin memainkannya hari ini, terlepas cedera yang menimpa Eden Hazard,” tegas Zidane. “Bale akan bertahan. Semua orang di skuad merasa positif dan dia adalah bagian dari itu.”

Jadi, itu berlaku juga untuk James, yang sekarang bahkan bisa meneken kontrak baru setelah kepindahannya ke Napoli dan Atletico Madrid menemui jalan buntu.

Madrid, kemudian, punya stok melimpah di lini serang, yang diisi oleh pemain-pemain yang bisa bersinar di pentas tertinggi ketika mereka fit dan dalam performa bagus.

Tentunya, mengharapkan Bale untuk bebas dari cedera di sepanjang musim tampak mustahil. Namun untuk mendatangkan Neymar, yang menghabiskan dua musim terakhir di pinggir lapangan karena cedera, bukannya akan jauh lebih berisiko?

Selain itu, perlu dicatat bahwa Zidane tidak bisa memiliki pemain yang lebih baik ketimbang Hazard. Dia bahkan sebelumnya mengakui bahwa dia lebih suka pemain berusia 28 tahun itu daripada Messi dan Ronaldo.

Madrid tidak perlu drama lagi. Yang mereka butuhkan hanya stabilitas, seseorang yang bisa mereka andalkan. Madrid juga tidak pernah menyesal merekrut Di Stefano atau Figo, dua superstar yang terdefinisi tak ternilai.

Namun, seperti yang telah diketahui PSG dan belanja besarnya, Neymar itu justru menghadirkan banyak masalah ketimbang nilai yang dia miliki.