Putra Diego Maradona Minta No. 10 Barcelona Dipensiunkan

Lionel Messi Diego Maradona Barcelona Newell's GFX
Getty Images
Diego Sinagra juga mengaku terharu dengan penghormatan yang dilakukan Lionel Messi, selaku pemakai No. 10 Barcelona sekarang, kepada mendiang ayahnya.

Putra Diego Maradona meminta Barcelona untuk memensiunkan jersey No. 10 yang dipakai mendiang ayahnya di klub.

Lionel Messi adalah pemakai nomor tersebut untuk saat ini dan superstar Barca itu memberi penghormatan kepada Maradona pada akhir pekan kemarin setelah mencetak gol melawan Osasuna, dengan ia melepas jersey yang ia kenakan untuk memperlihatkan seragam Newell's Old Boys bernomor 10.

Gol Messi itu terjadi selang beberapa hari setelah Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun menyusul serangan jantung.

Berbagai penghormatan lantas berdatangan dari seluruh dunia sepakbola, selagi pelatih Marseille Andre Villas-Boas menyarankan jersey No. 10 harus dipensiunkan dari semua klub demi legenda Argentina tersebut.

Putra Maradona, Diego Sinagra, kini mengusulkan agar semua mantan klub yang pernah dibela ayahnya untuk memensiunkan nomor 10, langkah yang dapat membuat Messi mencari nomor baru.

Sinagra juga mengungkapkan betapa senangnya dia dengan sikap Messi, serta penghormatan lain dari mantan klub ayahnya termasuk yang dilakukan Boca Juniors kepada putri Maradona, Dalma.

"Saya sangat tersentuh," kata Sinagra kepada Marca. "Ini merupakan hari-hari yang sangat emosional. Sikap Leo istimewa, sangat baik. Hal itu sangat menyentuh saya, membuat saya menangis. Itu juga dilakukan di Napoli, saat Gimnasia menang, yang terjadi di Boca Juniors, di mana Dalma berada di sana. Banyak yang emosional."

Ditanya apakah No. 10 harus dipensiunkan, Sinagra berkata: "Di tim tempat dia [Maradona] bermain, saya kira begitu, termasuk Barcelona. Saya tidak ragu. Tapi semua itu sekunder. Saya hanya fokus untuk melewati pertempuran yang sulit ini. Saya berharap ini berlalu dengan cepat, bisa juga tidak. Saya bahkan tidak tahu apa yang saya inginkan."

Sinagra mengakui bahwa menghadapi kematian ayahnya itu sulit, apalagi dirinya masih muda.

"Itu adalah sesuatu yang tidak saya terima. Saya tidak bisa menerimanya," katanya. "Dia menikmati bertahun-tahun bersama keluarganya. Itu adalah sesuatu yang saya tidak tahu apakah saya akan pernah bisa menerima [kematiannya]. Kehilangan dia begitu muda, kehidupan memang seperti itu.

"Saya sangat bangga dengan apa yang ditinggalkan ayah saya, atas warisannya."

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

 

 

Tutup