Berita Live Scores
PSS Sleman

Mundur Dari CEO, Viola Kurniawati Sudah Buat Roadmap Tiga Tahun Untuk PSS Sleman

20.58 WIB 03/09/19
Viola Kurniawati
Viola resmi sudah tak menjadi CEO PSS lagi per tanggal 31 Agustus 2019.

LIPUTAN    AURELIUS BALAKOSA     DARI    SLEMAN     

Setelah resmi menyatakan mundur dari jabatan CEO PSS Sleman per tanggal 31 Agustus 2019, Viola Kurniawati mengaku masih sayang dengan PSS Sleman.

"Saya mau pamit, mau pulang ke Jakarta setelah resmi mundur dari PSS Sleman. Terima kasih buat semua, awal saya masuk ke Sleman kulanuwun, saya meninggalkan Sleman juga pamitan. Jangan Kangen ya,” kata Viola, saat berpamitan kepada media peliput PSS Sleman di Dixie Restaurant, Sleman, Yogyakarta, Selasa (3/9) siang.

Viola mengakhiri kebersamaan dengan tim Super Elang Jawa selama 3,5 bulan. Selama bergabung dengan manajemen PSS, sudah banyak hal yang dilakukan Viola bersama jajaran manajemen dan pembenahan di internal klub.

"Banyak hal yang sudah saya tata. Soal fondasi klub, silakan orang yang lain yang menilai. Saya sudah buat roadmap tiga tahun untuk PSS. Soal aset, baik fisik dan nonfisik seperti digital, memang belum kelihatan, tapi ada hasilnya untuk jangka panjang nanti," ucap eks media officer Persija Jakarta itu.

"Lalu akademi sudah disiapkan, termasuk proyeksi jangka panjang. Kalau terkait teknis, bukan masalah tim saja. Saya ingin 2-3 tahun ke depan, PSS mendapatkan lisensi dari AFC," sambungnya.

Terkait mundurnya dari CEO PSS, Viola mengatakan banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya pada kesamaan visi-misi yang belum sinkron.

"Saya kan disuruh jadi sopir, tapi kalau gak ada bensinnya, bagaimana. Saya tidak akan meninggalkan PSS, karena masih banyak kewajiban yang harus terselesaikan," tegasnya.

Dia mengungkapkan, sebelum menerima jabatan CEO, dia mengaku pernah patah semangat dan tidak ingin lagi berkecimpung dalam dunia sepakbola. Namun saat berada di PSS Sleman, dia menemukan lagi hal-hal untuk mencintai sepakbola.

"Ibaratnya saya jatuh cinta lagi dengan sepakbola saat bersama PSS. Banyak hal yang saya dapat dan tidak mungkin bisa saya dapatkan dari daerah kelahiran saya. Paling berkesan saat teman-teman suporter menyanyikan chant menyebutkan nama Viola..Viola..Luar biasa atmosfer suporter di Sleman. Saya sangat terharu karena belum pernah merasakan disayang begitu banyak orang," terangnya.

Selama berkiprah di Liga 1, dia berpendapat Liga 1 dinamikanya sangat cepat, banyak hal yang harus dipikrikan aspeknya. Bukan hanya mengelola tim, tetapi mengelola sebuah klub secara professional.

"Jadi saya rasa sudah cukup meletakkan fondasi buat Sleman, harusnya siapa pun nantinya bisa melanjutkan itu, sistem itu bisa berjalan dengan siapa pun. Selama di Sleman, saya pikir sudah mengeluarkan yang terbaik dan bekerja secara tulus untuk kebaikan Sleman," tuturnya.

Viola resmi mundur setelah menyampaikan surat resmi kepada Direksi PT Putra Sleman Sembada (PSS) tertanggal 16 Agustus 2019. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PSS memutuskan Viola tidak lagi aktif sebagai CEO PSS per tanggal 31 Agustus 2019. Viola ditunjuk menjadi CEO PSS pada 18 Mei 2019 dan dia menjadi satu-satunya CEO perempuan di kompetisi Liga 1.(gk-18)