PSMP Mojokerto Dihukum Selama Satu Tahun, Bagaimana Format Liga 2 Musim 2019?

Komentar()
PSMP Mokojerto
PSMP Mojokerto dilarang mengikuti kompetisi selama satu tahun, hal itu membuat klub Liga 2 2019 yang tersisa hanya 23.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah menjatuhkan hukuman kepada PSMP Mojokerto untuk tidak mengikuti kompetisi selama satu musim. Otomatis, PSMP tak boleh berpartisipasi pada Liga 2 2019.

Hukuman tersebut dilimpahkan oleh Komdis lantaran PSMP dinilai telah melakukan match-fixing. Hukuman itu otomatis membuat kontestan Liga 2 musim ini hanya tersisa 23, dari semestinya 24 tim.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi memastikan bahwa mereka siap mengikuti arahan PSSI. Mereka pun sudah menyiapkan segala kemungkinan jika memang Liga 2 hanya 23 tim.

"Itu kewenangan PSSI untuk menentukan jumlah peserta kompetisi. Jadi dari segi regulasi kami mengatur tentang promosi degradasi," buka Tigorshalom Boboy, pada sesi jumpa pers, Jumat (4/1) pagi.

"Tapi karena ada keputusan lain yang muncul dari PSSI, dan muncul dari badan yudisial Komdis, itu kami harus bertanya kepada PSSI bagaimana status Mojokerto. Apa digantikan atau tidak, itu haknya ada di PSSI," tukasnya.

Tigor membeberkan bahwa segala keputusan terkait kompetisi musim ini baru bisa jelas setelah dibahas di dalam Kongres PSSI tahunan yang digelar di Nusa Dua, Bali, 20 Desember mendatang.

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Ketua Ultras Inter Milan Didakwa Membunuh
2. Ini Perbandingan Solskjaer & Mourinho Menurut Pogba
3. Jual Philippe Coutinho Jadi Penyesalan Terbesar Inter
4. Marcus Rashford Tolak Real Madrid
5. Semua Transfer Top Musim Dingin 2019
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer - Liga 1

Artikel Selanjutnya:
Pemain Timnas Indonesia U-22 Makin Kompak
Artikel Selanjutnya:
Kebersamaan Bayu Pradana Dengan Mitra Kukar Berakhir
Artikel Selanjutnya:
Timnas Indonesia U-22 Tak Terganggu Pergantian Ketua Umum PSSI
Artikel Selanjutnya:
Gonzalo Higuain Terbang Ke London
Artikel Selanjutnya:
RESMI: Madura United Kontrak Alberto Goncalves
Tutup