PROFIL - David Maulana: Penggawa Timnas Indonesia U-16 Bermental Baja

Terakhir diperbarui
Komentar()
David memiliki tekad untuk membawa timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia U-17 2019.


LIPUTAN   DONI AHMAD     DARI   MEDAN    

Seorang anak berusia 15 tahun sedang asyik berlari-lari di Lapangan Pasar 9 Tembung. Sebuah lapangan di pinggiran kota Medan. Ia asyik menendang bola bersama rekan-rekan sebaya maupun yang lebih tua darinya. Di lapangan itu sang bocah mengawali semuanya. Dialah David Maulana, penggawa tim nasional (timnas) Indonesia U-16. 

Baru-baru ini bocah itu membuat heboh. Dia anak Medan lain setelah Egy Maulana Vikri yang masuk dalam pemberitaan media. David terpilih menjadi pemain terbaik turnamen Jenesys. Sebuah turnamen yang digelar di Jepang. Menyempurnakan kehebatan pasukan Fakhri Husaini yang menjadi juara usai menumbangkan Vietnam 1-0, di partai final. 

"Alhamdulillah, prestasi kemarin di Jepang membuat saya lebih termotivasi bersama timnas U-16. Pastinya saya bangga bela timnas. Ini juga pintu untuk karier ke depan," kata David, di sela-sela latihan.

Pemain yang akrab disapa Bembeng di rumahnya ini tentunya punya mimpi besar. Ingin membawa timnas U-16 lolos ke Piala Dunia U-17 2019. Memang, timnas Indonesia U-16 saat ini dipersiapkan untuk lolos ke ajang tersebut.

Namun sebelum itu, mereka harus lebih dulu mengikuti Piala AFF U-16 2018 dan Piala Asia U-16 2018. Jika berhasil lolos ke empat besar Piala Asia tahun ini, satu tiket ke Piala Dunia yang akan digelar di Peru itu pun sudah pasti digenggam tim Garuda Asia. 

Satu turnamen sudah berhasil ditaklukkan kembali oleh timnas U-16, yakni Piala AFF U-16. Itu setelah, mereka menundukkan Thailand U-16 lewat adu penalti, skor akhir 5-4, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (11/8) malam. Ini pertama kalinya Indonesia menjuarai ajang tersebut sejak pertama kali digulirkan pada 2002 silam.

David Maulana - Timnas Indonesia U-16

David Maulana saat dianugerahi pemain terbaik turnamen Jenesys 2018.

Di sisi lain, David selalu menyempatkan pulang ke rumahnya di tengah pemusatan latihan yang melelahkan. Setiap pulang, David selalu menyempatkan bermain di lapangan Pasal 9 Tembung. Di situ lah dia menempa dasar bermain bolanya bersama SSB Putra Tembung Prima (PTP) Wilayah I. Sejak SSB David memang menonjol. Bahkan sebelum usia lima tahun dia sudah ikut menendang si kulit bundar di SSB itu.

Namun perjalanan David sempat tak mulus. Tahun 2016, David pernah gagal lolos masuk tim Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara, hanya karena tinggi badan. Kekecewaan itu ternyata menjadi motivasi bagi David. Akhirnya dia lolos memperkuat PSMS U-15. Singkat cerita, dia menjadi satu-satunya anak Medan di timnas U-16 saat ini, yang juga membuktikan bahwa dia bermental baja. 

Dari hasil pantauan Fakhri, saat seleksi di Sumut, hanya David yang memenuhi kriterianya. Kala itu Fachri kagum dengan kedewasaan bermain David meski usianya baru 15 tahun. Satu lagi soal umpan-umpan kaki kirinya. Belum lagi mental bertandingnya yang tak takut berduel di atas lapangan dengan siapa pun. Ban kapten timnas U-16 pun kini tak ragu disematkan Fakhri di lengan David.

Meski begitu, David tidak mau berpuas diri. Menurutnya perjalanan masih panjang. Itu pesan yang selalu dia ingat dari kedua orang tuanya. "Saya tetap latihan sajalah seperti biasa. Ingat pesan orang tua juga, dibilang jangan pernah sombong, tetap serius latihannya," ucap putra dari pasangan Ngadiran dan Tukini itu.

Di usianya yang masih muda, David sudah digembar-gemborkan dengan sejumlah klub tanah air. PSMS tentunya sebagai klub kota kelahiran. David memang mengawalinya dari PSMS U-15. Tapi yang menarik ada klub di Jawa Timur yang juga dikaitkan dengannya, yakni Arema FC. Muncul pernyataan petinggi Arema, Ruddy Widodo yang bersedia memfasilitasi David Maulana jika mau memperkuat Arema ke depannya. David sendiri sebelumnya memang mengakui menjadikan Arema sebagai klub favorit yang ingin dibelanya.

"Kalau saya sih terbuka saja. Asalkan memang serius. Tentunya jadi kebanggaan buat saya kalau memang Arema berminat. Kalau memang benar ya saya mau, tidak masalah harus pindah sekolah ke Malang. Walaupun sebenarnya saya juga ingin di Medan saja kalau memang ada yang serius," bebernya.

Kini David memilih fokus kepada timnas dulu. Apalagi sejumlah agenda penting menantinya. "Latihan dan persiapan terus, jaga kondisi juga. Jadi nanti bakal dipanggil TC (training centre/pemusatan latihan) lagi," kata pengidola Luka Modric dan Toni Kroos itu.

Sementara itu, ada yang unik dari David. Di saat anak-anak seusianya demam dengan media sosial dan kerap memposting dirinya lewat akun media sosial, tak demikian dengan David. Dia tak terlalu tertarik hal itu. Sempat membuat instagram, postingan David bisa dihitung dengan jari. "Iya saya tidak terlalu suka main media sosial," tuturnya.

Ngadiran Prayetno, sang Ayah pun tak bisa membendung kegembiraannya. Wajahnya semringah saat ditanya soal prestasi yang dibuat anaknya.  "Saya bangga punya anak yang bisa membanggakan orang tua, daerah serta SSB yang membesarkannya. Saya juga merasa terharu. Semua ini tak lepas dari dukungan banyak orang kepada David," beber Ngadiran.

Kapten Timnas Indonesia U-16 David Maulana

Penggawa timnas Indonesia U-16 David Maulana diapit kedua orang tuanya.

Dukungan Ngadiran dan istrinya Tukini untuk David terus mengalir. Dari kalangan sederhana, tentu Ngadiran rela berjuang ekstra keras mencari materi untuk mencukupi kebutuhan sang anak. "Motivasi tentunya selalu saya berikan. Selain hal materil yang pastinya. Saya rela melakukan apa saja untuk bisa mendukung dia," tambah pria 52 tahun yang merupakan wiraswasta itu. 

"Saya juga bilang ini belum apa-apa. Jauhkan diri dari kesombongan yang bisa mengagalkan cita-cita itu," pesan Ngadiran.

Seperti air mengalir, begitulah istilah yang diucapkan sang Ayah saat ditanya soal masa depan sang anak. Baik itu soal klub maupun pendidikannya. "Saya baca dari internet, pak Rudi Widodo dari Arema bersedia memfasilitasi David. Walaupun mereka belum ada menghubungi. Kami sebenarnya ingin membela daerah kami. Saya ingin dia tamat di Medan. Tapi terserah dianya. Ikut air mengalir saja," katanya.

Ibunya, Tukini juga yakin David kelak akan menjadi pemain besar. Itu berdasarkan sifatnya yang low profile sejak kecil. "Bembeng (panggilan David) selalu ingat di mana dia dibesarkan. Saya merasa bangga dia satu-satunya dari Sumatera Utara di timnasnya itu. Ini berkat kegigihan dia dan doa orang-orang sekitar. Dia selalu ingat apa kata pelatihnya dari SSB dulu. Jadi di manapun dia berada dukungan selalu ada untuk dia," kata wanita 48 tahun itu.(gk-71)

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persib Bandung Siap Lepas Febri Hariyadi Ke Klub Eropa
2. Pelatih Jepang: Timnas Indonesia Bisa Jadi Ancaman Di Masa Depan
3. Komding PSSI Sudah Ubah Status Hukuman Vladimir Vujovic
4. Cristiano Ronaldo Tembus Tiga Besar Topskor Internasional Sepanjang Masa
5. Siapa Partner Striker Terbaik Lionel Messi Di Piala Dunia 2018?

Artikel Selanjutnya:
Mengundurkan Diri, Kapten Chievo Verona Kutuk Giampiero Ventura
Artikel Selanjutnya:
Bek Timor Leste Terima Kekalahan Dari Timnas Indonesia
Artikel Selanjutnya:
Pemain Manchester United Pertanyakan Pemilihan Nemanja Matic
Artikel Selanjutnya:
Sorot Sepekan (7-13 November): Start Lamban Garuda Di Piala AFF 2018
Artikel Selanjutnya:
Alfath Fathier Tak Sangka Bisa Cetak Gol
Tutup