Berita Live Scores
Liga Primer

Pimpinan West Ham United: Dimitri Payet Cacat Dan Tak Bisa Penuhi Potensinya

11.48 WIB 26/07/17
Dimitri Payet West Ham 27112016
David Sullivan masih merasa kesal dengan tingkah Payet yang memaksakan kepindahan ke Marseille di bursa transfer musim dingin kemarin.

OLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter

Pimpinan West Ham United David Sullivan menyebut Dimitri Payet sebagai individu cacat yang tidak pernah mampu memenuhi potensi terbaiknya.

Payet sempat tampil luar biasa untuk West Ham setelah ditebus dari Marseille pada Juni 2015 dan diikat kontrak selama lima tahun, dengan ia mencetak sembilan gol di musim perdananya untuk kemudian membawa The Hammers tampil di kualifikasi Liga Europa.

Performanya tersebut membuat West Ham tergerak untuk memperbaiki kontraknya di musim panas 2016 dengan memberinya gaji sebesar £125 ribu per pekan yang menjadi rekor untuk klub, namun sang pemain justru sempat mogok berlatih dan memaksakan kepulangan ke Marseille pada musim dingin 2017 di angka £25 juta, atau dua kali lipat dari yang dibayarkan klub London tersebut.

Sullivan lantas menyebut perilaku Payet tersebut membuat klub-klub elite Eropa harus berpikir dua kali untuk merekrutnya, dan ia mengakui bahwa klub yang ia pimpin mengambil risiko ketika mendatangkannya.

SIMAK JUGA: West Ham United Sisakan Penyesalan Jual Dimitri Payet

Ia mengatakan: “Kita tahu Dimitri itu cacat, dan itulah mengapa kami merekrutnya di angka £10,5 juta [dari Marseille pada 2015],” ujarnya kepada talkSPORT.

“Itu adalah pembelian fantastis namun kami sudah tahu kami mendatangkan seorang individu cacat dan seseorang yang bisa saja melancarkan aksi mogok kapan pun – dia pernah melakukan itu di klub-klubnya sebelumnya.

“Itulah mengapa dia tidak pernah mencapai potensi terbaiknya sebagai pemain dan itulah mengapa klub-klub besar menjauhinya. Namun, saya harus katakan bahwa dia adalah pengabdi fantastis untuk klub. Dia memberikan 18 bulan yang luar biasa, terutama 12 bulan pertama.

“Kami sejatinya tidak ingin menjualnya namun kami mendapatkan tawaran dua setengah kali lebih besar dari yang kami bayarkan untuknya dan Anda harus akui itu adalah bisnis yang bagus. Itu bukanlah yang kami inginkan, namun terkadang kami harus menjual.

“Kami tidak akan menjual dia kecuali terpaksa. Kami mengadakan berbagai pertemuan dengan dia – dia ingin hengkang dan manajer juga menginginkannya hengkang. Dia [Slaven Bilic] tidak ingin timnya terganggu.

“Secara pribadi, saya ingin mempertahankannya untuk enam bulan lainnya dan memberinya waktu yang sulit. Namun jika manajer berkata bahwa kehadirannya membuat tidak senang tim, Anda kemudian harus mendukung manajer.”