Piala Indonesia 2018: PSSI Sadar Masih Perlu Pembenahan

Komentar()
Farabi Firdausy
Setelah sempat vakum, Piala Indonesia akhirnya kembali digulirkan dan kini sudah mencapai babak final.

Setelah terakhir kali digulirkan pada 2012, Piala Indonesia akhirnya kembali digeber oleh PSSI pada 2018. Dan kini, kompetisi antarkasta Indonesia itu sudah mencapai babak final.

Melibatkan tim dari LIga 3 hingga Liga 1, PSSI sadar bahwa kejuaraan ini masih memiliki banyak kekurangan. Kekurangan tersebut tak lain tidak meratanya infrastruktur di Tanah Air.

"Yang paling pertama mungkin area infrastruktur kita, yang kita tahu masih banyak kekurangan dan itu semua kenyataan yang ada di Indonesia," ucap Ratu Tisha, sekretaris jenderal PSSI.

"Kami harap itu bisa menjadi pemicu bagi klub-klub, Liga 3 utamanya, Liga 2, untuk bisa berbenah infrastrukturnua bersamaan dengan pemerintah daerah. Jadi, selanjutnya Piala Indonesia 2020 kualitasnya bisa lebih meningkat dari yang sekarang," urai dia menambahkan.

"Untuk yang sekarang, meski kami verifikasi, tapi standarnya tidak kami paksakan untuk bisa seperti Liga 1. Yang penting lapangan tidak menyebabkan cedera atau yang lainnya. Semoga Asprov setempat, pemerintah setempat, mau membenahi fasilitas," sambung dia.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Hal lain yang jadi perhatian tentunya adalah jadwal. Dengan sekian banyak klub, dan padatnya jadwal kompetisi di Indonesia, ditambah agenda kenegaraan, membuat Piala Indonesia 2018 belum selesai.

Partai final Piala Indonesia ini akan mempertemukan Persija Jakarta dan PSM Makassar, dengan sistem kandang-tandang, yang dimainkan pada 21 dan 27 Juli. Juaranya bakal mendapat slot tampil pada Piala AFC.

"Untuk evaluasi kami sendiri, pasti sana-sini masih butuh banyak perbaikan, seperti jadwal yanh masih harus kami benahi. Alhamdulillah sekarang bisa komunikasi dengan LIB [PT Liga Indonesia Baru, operator Liga 1 dan Liga 2]."

Tutup