Piala Dunia Wanita 2019: Hukuman Penalti Diubah Setelah Momen Kontroversial

Getty

Para penjaga gawang di Piala Dunia Wanita 2019 tidak akan lagi mendapat kartu kuning apabila bergerak melewati garis gawang mendahului eksekutor saat situasi penalti.

Aturan baru tersebut disahkan oleh International Football Association Board (IFAB), Sabtu (22/6), setelah sempat timbul momen kontroversial dalam penerapan aturan penalti baru di gelaran turnamen tahun ini di Prancis.

Kontroversi muncul setelah Video Asisten Wasit (VAR) turut dilibatkan dalam penentuan hukuman penalti. Sebuah penalti harus diulang jika kiper bergerak dari garis gawang sebelum ekeskutor menendang bola.

Selain itu, para penjaga gawang juga akan mendapat sanksi berupa kartu kuning apabila melanggar aturan tersebut.

Kiper Skotlandia, Lee Alexander menjadi pelaku terakhir. Ia awalnya awalnyamenyelamatkan penalti penggawa Argentina, Florencia Bonsegundo. Tapi VAR menganulir eksekusi tersebut karena kakinya dinilai sepenuhnya meninggalkan garis gawang sebelum bola ditendang dan penalti harus diulang.

Momen tersebut membuat Argentina mampu menyamakan kedudukan menjadi 3-3 setelah sempat tertinggal 3-0 dan hasil itu sekaligus mengeliminasi Skotlandia dari turnamen.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Dewan direksi IFAB hari ini menyetujui permintaan dari FIFA untuk dispensasi sementara terkait dengan tendangan dari Tanda Penalti (KFPM) dalam UU 10 - Menentukan Hasil Pertandingan di Piala Dunia Wanita 2019," tulis pernyataan mereka.

"IFAB sepenuhnya mendukung penjaga gawang yang dihukum karena tidak mematuhi hukum permainan dan mendapatkan keuntungan yang tidak adil."

"Namun, untuk setiap KFPM selama fase gugur pada Piala Dunia Wanita 2019 yang sedang berlangsung di Prancis, dispensasi sementara telah diberikan kepada FIFA dari persyaratan untuk mengingatkan seorang penjaga gawang yang dihukum karena pelanggaran yang mengakibatkan tendangannya diambil kembali."