Berita Live Scores
Liga 1

Pertamina Masih Belum Izinkan Persiba Balikpapan Pakai Stadion Parikesit

22.06 WIB 13/05/17
Persiba Balikpapan
Saat ini Persiba bermarkas di Stadion Gajayana, Malang.

LIPUTAN   ABRAHAM JOHAN     DARI   BALIKPAPAN  

Persiba Balikpapan masih belum bisa dipastikan bakal segera kembali menggunakan Stadion Parikesit menjadi kandang mereka di Liga 1 2017. Itu setelah, pihak Pertamina selaku pemilik lahan stadion tersebut masih belum memberikan kepastian apakah tim Beruang Madu bisa menggunakan stadion itu lagi atau tidak dalam waktu dekat.

Pertamina sendiri berencana untuk membongkar stadion tersebut lantaran bakal digunakan untuk pengembangan kilang minyak mereka. Proses komunikasi pun terus dijalin antara pihak Pertamina dengan Pemerintah Kota Balikpapan yang membantu Persiba untuk mengajukan permohonan penggunaan Stadion Parikesit kembali.

Pihak Pemkot Balikpapan sendiri sebenarnya sudah menyiapkan Stadion Batakan untuk kandang Persiba. Namun proses pembangunan stadion tersebut masih belum rampung sepenuhnya, yaitu terkait akses jalan masuk ke stadion.

SIMAK JUGA: Gresik United Bungkam Persiba

“Sesuai intruksi Humas Pertamina RU V, draf surat permohonan peminjaman kembali Stadion Parikesit Balikpapan langsung dibuat staf saya," ujar Rizal Effendi, Wali Kota Balikpapan.

SIMAK JUGA: Milo Enggan Komentari Gol Patrick

“Insya Allah akan diserahkan ke perwakilan manajemen Persiba, untuk langsung diserahkan ke Pertamina. Sebenarnya ini surat permohonan kedua yang sudah dibuat," terang Rizal.

Rizal pun optimistis Pertamina bisa memahami kondisi Persiba dan mengizinkan kembali penggunaan Stadion Parikesit.

Sementara itu, juru bicara Pertamina Kalimantan, Alicia, mengakui pihaknya sudah dihubungi Rizal terkait hal tersebut. "Harusnya kalau pengurus Persiba serius, ya mereka yang follow up surat sampai di mana. Dari awal juga (Pertamina selalu) positif. Belasan tahun lapangan dipakai gratis, artinya kurang positif apa. Tim lain harus bayar loh untuk sewa lapangan,” kata Alicia kepada Goal Indonesia.

"Kalau pun akhirnya tidak disetujui, alasannya adalah ada kepentingan lain yang harus didahulukan. Mohon pengertiannya juga," pungkasnya.(gk-54)