Persija Jakarta Resmi Protes Wasit Annas Apriliandi

Komentar()
Muhamad Rais Adnan
Persija berharap wasit asal Jawa Barat itu diberikan hukuman.

Persija Jakarta secara resmi melayangkan surat protes terkait kepemimpinan wasit Annas Apriliandi di laga melawan Persela Lamongan yang digelar di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (20/5) malam. Surat protes itu ditujukan kepada Komisi Disiplin yang nantinya diteruskan ke PT Liga Indonesia Baru dan PSSI.

Dalam surat tersebut tim Macan Kemayoran memprotes keras keputusan kontroversial Annas yang berasal dari Jawa Barat, yang mengesahkan gol pertama Persela yang dicetak Diego Assis pada menit ke-84. Gol tersebut memang menuai kontroversi.

Gol tersebut diawali lewat umpan silang Ahmad Birrul Walidain dari sisi kanan, yang disambut tendangan salto Assis tapi bola hanya membentur tiang gawang. Bola muntah kembali disambar Assis yang dalam posisi masih terjatuh beradu cepat dengan kiper Persija, Daryono, untuk menyambar bola itu. Sepintas terlihat dari tayangan ulang, bola itu disambar gelandang asal Brasil tersebut dengan tangannya hingga akhirnya masuk ke gawang.

Asisten wasit dua Jujuk Suharso pun sempat mengangkat benderanya. Namun setelah wasit utama Annas Apriliandi mengesahkan gol tersebut, bendera tersebut langsung diturunkan.

Sontak saja, keputusan Annas menuai protes keras dari tim Persija. Tapi wasit Annas tetap pada pendiriannya untuk mengesahkan gol tersebut. 

Manajer Persija, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko, menuturkan protes yang dilayangkan pihaknya sudah dilengkapi dengan bukti foto maupun video.

"Kami sudah berjuang, bermain tanpa lelah. Akan tetapi kenapa wasit seperti ini masih saja diberi kesempatan untuk memimpin sekelas Liga di Indonesia. Permainan yang bagus, menarik tetapi dirusak oleh kepemimpinan wasit yang tidak pantas dan cakap dalam memimpin," ujar Ardhi, seperti dikutip laman resmi Persija.

"Kita telah lampirkan bukti-bukti yang kita punya dan semoga ada tindak lanjut dari ini semua. Tolong berikan hukuman kepada wasit yang seperti ini, jangan hanya pemain atau ofisial yang diberi hukuman," pungkasnya.

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Komdis PSSI Hukum Maskot Persebaya Surabaya
2. Indra Sjafri: Jangan Sampai Timnas U-19 Jadi Kelinci
3. Tiga Klub Besar Siap Tebus Harga Mohamed Salah
4. Parma Kembali Ramaikan Serie A Italia
5. Juventus & Barisan Tim Juara Liga Tujuh Musim Beruntun

 

Tutup