Perlihatkan Pada Dunia, Angkat Tinggi-Tinggi Piala Itu Cristiano Ronaldo!

Komentar()
Goal
Penantian selama 12 tahun itu akhirnya berakhir, superstar Real Madrid berjaya di turnamen internasional bersama Portugal.

Cristiano Ronaldo berurai air mata di babak final Euro 2016, bukan sekali tetapi episode ini tercipta dua kali dengan latar belakang berbeda.

Di tengah-tengah ejekan terhadap permainan Portugal dan lebih spesifik pada Cristiano, sang bintang justru gemilang di waktu yang dibutuhkan; tandukan kepala dan operannya berbuah kemenangan 2-0 atas Wales di babak semi-final.

Dengan segala bumbu yang menyertai, Cristiano Ronaldo memimpin Selecao di Stade de France menghadapi tuan rumah Prancis di final Euro 2016. Mengingat usia yang sudah menginjak 31, momen sekarang atau tidak sama sekali menghampirinya karena semua orang tahu, dengan sederet gelar juara di level klub maupun indivu, Cristiano belum pernah mengantarkan Portugal berjaya di Eropa dan kesempatan itu sekarang di ada di depan mata.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut bukan perkara mudah, tuan rumah Prancis menghadang dan mereka punya kegemaran menghancurkan mimpi yang sedang dirangkai Portugal. Dari tiga pertemuan di turnamen besar sebelumnya (semi-final Euro 1984, semi-final Euro 2000 dan semi-final Piala Dunia 2006) Prancis selalu berjaya.

Laga kedua tim dimulai dan mimpi buruk datang di babak pertama bagi Portugal. Setelah sejarah yang sama sekali tidak berpihak, Cristiano mengalami cedera setelah berduel dengan Dimitri Payet dan sang bintang harus meninggalkan lapangan di menit 25. Semangat kompetitifnya yang luar biasa memaksa sang bintang meneteskan air mata meratapi nasib. Meski demikian, loyalis Prancis yang mengetahui betul timnya diuntungkan, tetap menaruh rasa hormat pada sang bintang dengan memberikan aplaus.

Tragis memang, ketika Cristiano Ronaldo menjadi pemain yang paling diandalkan Portugal di Paris, dia harus dihadapkan dengan kenyataan pahit yang bisa mengganggu kans tim juara untuk kali pertama di Eropa.

Beruntung Prancis tak kuasa menyempurnakan sejumlah peluang di depan gawang Rui Patricio yang ditambah performa gemilang sang kiper. Momen dramatis nyaris tercipta memang tetapi aksi Andre Pierre-Gignac jelang waktu normal habis digagalkan tiang gawang.

Tiba waktunya masa tambahan waktu. Stamina, konsentrasi dan tentu saja faktor keberuntungan terlibat dan pada akhirnya Prancis harus bertekuk lutut oleh gol tembakan jarak jauh Eder pada menit 109 dan Portugal pun berjaya di Eropa.

Emosi Cristiano meledak, dini hari tadi semua dihadapi sang megabintang namun tetap bermuara pada luapan kegembiraan yang tak bertepi.

Meski Cristiano hanya bermain 25 atau tepatnya 17 menit di atas lapangan, seluruh skuat Selecao pantas dianggap sebagai pahlawan. Pasalnya, hanya kiper cadangan tak pernah mencicipi lapangan hijau di sepanjang gelaran turnamen.

Khusus untuk Cristiano, dia mencatatkan tiga gol dan tiga assist untuk Portugal di Prancis dan gelar juara Euro Selecao musim panas ini menyempurnakan perjalanan karir sang bintang di level klub dan internasional. Tak hanya bakal terasa indah, gelar juara ini juga dipastikan bakal menjadi jembatan baginya untuk menyambar trofi bergengsi individual Ballon d'Or setelah sebelumnya membawa Real Madrid mengangkat trofi Liga Champions.

PERLIHATKAN PADA DUNIA, ANGKAT TINGGI-TINGGI PIALA ITU CRISTIANO RONALDO!

 

Tutup