Nyaris Pensiun Dini, Richarlison Ceritakan Lika-Liku Kariernya

Komentar()
Pedro Martins/MoWa
Sebelum menjadi andalan Everton dan timnas Brasil, Richarlison harus melalui proses panjang yang menguras emosi.

Ditolak banyak klub di masa remaja dan hampir mengubur cita-cita menjadi pesepakbola profesional, tapi kini menjelma jadi bintang baru di timnas Brasil. Itulah sekelumit kisah from zero to hero dari Richarlison.

Tiga tahun lalu, Richarlison bukan siapa-siapa. Ia cuma satu dari jutaan pemuda Brasil yang bermimpi punya karier sepakbola gemilang. Namun, kepindahannya ke Fluminense dan terus berlanjut hingga hijrah ke Inggris bersama Watford telah mengubah jalan hidupnya.

Tiga bulan terakhir, nama Richarlison kian populer. Ia langsung menjadi pujaan baru Everton berkat tiga golnya dalam tiga laga pertamanya. Status sebagai pemain termahal sepanjang masa The Toffees tidak membebaninya. 

Ia pun dipanggil timnas Brasil untuk menghadapi Amerika Serikat dan El Salvador pada jeda internasional September. Memakai jersey No.9, Richarlison membayar penuh kepercayaan Tite. Debut starternya saat jumpa El Salvador berbuah dua gol seiring dengan kemenangan telak 5-0 untuk Brasil.

Namun sebelum namanya melesat seperti sekarang, penyerang 21 tahun ini menceritakan bahwa dirinya harus melalui proses berdarah-darah ketika meniti karier di Brasil, bahkan membuatnya nyaris gantung sepatu.

Richarlison Everton 2018-19

"Sepuluh jari tangan saya rasanya tidak cukup untuk menghitung banyaknya klub yang menolak saya," kata Richarlison kepada AS.

"Suatu waktu, saya merasa ingin meninggalkan sepakbola. Tetapi saya tetap menegakkan kepala dan berangkat ke Belo Horizonte memakai uang penghabisan saya untuk menjalani trial terakhir di America Mineiro. Jika saya gagal, saya tidak punya uang untuk pulang ke kampung halaman saya, Espiritu Santo, yang berjarak 600 km."

"Pagi itu, saya mengerahkan seluruh kemampuan dan saya berhasil lolos trial. Jika hari itu saya memilih menyerah, saya mungkin tidak berada di sini," ungkapnya.

GFX Richarlison - Everton

Richarlison juga menceritakan perjuangan hidupnya di luar sepakbola di mana ia harus tinggal di rumah sang paman karena berjarak lebih dekat dengan lokasinya berlatih. Menjual permen dan es krim di jalanan hingga membantu orang tua di ladang juga pernah dilakoninya.

"Dari pengalaman itu saya belajar bahwa Anda harus memiliki kesabaran, ketekunan, dan kepercayaan diri untuk mencapai tujuan Anda," pungkasnya..

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Robinho: Kenapa Saya Pilih Real Madrid Ketimbang Barcelona
2. Luis Enrique: Tak Ada Yang Sebanding Dengan Lionel Messi
3. Pertama Dalam 20 Tahun, Italia Tak Gunakan Pemain Juventus
4. Timnas Indonesia Mainkan Sepakbola Modern
5. FIFA 19: Mbappe & Deretan Bintang Dengan Skill Bintang Lima
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer Banner EPL

Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: RB Leipzig 4-1 Mainz
Artikel Selanjutnya:
Thibaut Courtois: Diego Simeone Kritik Real Madrid Biar Terkenal
Artikel Selanjutnya:
Monchi Tolak Tawaran Manchester United
Artikel Selanjutnya:
REVIEW Serie A Italia: Fiorentina Lepas Dahaga Di Derby Dell'Arno
Artikel Selanjutnya:
REVIEW Eredivisie Belanda: Ajax Menang 8-0, Daley Blind & Hakim Ziyech Ukir Hat-Trick
Tutup