Nasib Pemain Timnas Indonesia U-22 Ditentukan Pascakontra Bali United

Komentar()
Taufan Budi
Milla menganggap pertandingan uji coba melawan Bali United sangat penting bagi timnas U-22.

LIPUTAN   ALDIV ALFASERA     DARI   BALI   

Pelatih timnas Indonesia U-22 Luis Milla menjadikan pertandingan uji coba melawan Bali United, Jumat (26/5), di Stadion Dipta Gianyar sebagai penilaian terakhir anak asuhnya sebelum penentuan skuat Garuda.

Sejauh ini Milla cukup senang dengan skuat yang dimilikinya. Evan Dimas dan kawan-kawan dinilai mempunyai kemampuan mumpuni. Selain itu, mereka juga merupakan bagian skuat inti di tim masing-masing, dan tampil reguler bersama klub.

“Saya senang pemain kami bagus-bagus. Semua pemain kami reguler bermain di klub masing-masing. Saya senang berada di Bali, indah sekali kotanya. Kami berada di Bali untuk melanjutkan latihan kami,” ujar Milla.

SIMAK JUGA: Timnas Indonesia Cari Lawan Kuat Untuk Oktober

“Pertandingan besok pertandingan penting, begitu juga sebelumnya [melawan Persewangi Banyuwangi]. Saya akan analisis pemain. Besok kami akan mengambil kesimpulan siapa yang layak bermain di timnas ke depan.”

Meski mengaku akan menjadi penentuan skuat, Milla menyatakan belum bisa menentukan siapa saja yang akan dibawa ke Kamboja dan Spanyol. Milla merasa senang dengan perkembangan anak asuhnya.

“Yang paling penting tim sudah bermain bagus, menciptakan banyak peluang. Finishing menjadi PR [pekerjaan rumah) kami. Tapi banyak opsi penyerangan mulai dari sektor kanan, kiri dan tengah. Anak-anak sudah menunjukkan perkembangan signifikan,” imbuh Milla.

SIMAK JUGA: Lawan Timnas U-22, Kipuw Siap Redam Yabes

“Kami lihat perkembangan besok sejauh mana anak-anak berkembang. Buat Kamboja dan Spanyol saya belum pikirkan sampai ke sana. Saya belum tahu siapa yang kami kirim ke sana. Yang pasti semua bermain bagus, bisa menerapkan konsep yang diberikan staf teknik saat latihan.”

Sedangkan penjaga gawang Satria Tama menyatakan siap memperlihatkan kemampuan terbaik di uji coba nanti. Kiper Persegres Gresik United ini juga mengaku tidak mengalami kendala diasuh Milla.

“Kami sudah antusias menyambut pertandingan tersebut. Kami sudah menyiapkan detil untuk pertandingan itu dengan harapan dapat hasil maksimal. Kami bangga dilatih Luis Mila. Kendala tidak ada. Bahasa tidak ada masalah,” ucap Satria.

SIMAK JUGA: Milla Tetap Puas Timnas U-22 Menang Tipis

Sementara itu, asisten pelatih Bima Sakti mengatakan, timnas U-22 akan menggelar latihan terakhir pada malam hari. Hal itu disebabkan bertepatan dengan hari pertama ibadah puasa.

“Ramadan kami latihan malam. Untuk memaksimalkan latihan, kemungkinan setelah tarawih. Kami terapkan berbuka puasa bersama untuk menjalin keakraban antarpemain,” kata Bima. (gk-67)

 

Footer Goal Indonesia Instagram

Tutup