Goalpedia: Mengapa Pesepakbola Dapat Kartu Kuning Saat Selebrasi Lepas Jersey?

Kartu Kuning Mohamed Salah
Getty Images
Padahal berselebrasi adalah cara untuk melampiaskan kegembiraan. Lantas mengapa melepas jersey usai menjebol gawang lawan justru dihadiahi kartu?

Ada pertanyaan di sepakbola yang terkadang bikin kita penasaran, salah satunya adalah alasan wasit memberi kartu kuning kepada pemain yang berselebrasi dengan melepas jersey.

Sudah banyak contoh kasus dari itu, namun yang jadi pertanyaan adalah, sejak kapan hal itu diberlakukan dan mengapa itu dipandang perlu?

Goal coba menjelaskannya di sini!

Alasan Pemain Dapat Kartu Kuning Saat Selebrasi Lepas Jersey

Kartu Kuning Diego Forlan

Mencetak gol dan berselebrasi melepas jersey merupakan sebuah cara untuk mengekspresikan kegembiraan. Dahulu itu jamak terjadi, terutama di pertandingan penting dan momen krusial. Sayangnya, FIFA tidak terlalu senang dengan itu karena sejumlah alasan dan menjatuhkan sanksi berupa kartu kuning kepada pemain yang melakukannya.

Pasal 12 FIFA mengatur soal ini. Dijelaskan bahwa pemain yang mencopot seragam bertandingnya sebagai bentuk selebrasi akan dihadiahi kartu kuning. Aturan itu mulai diterapkan pada 1 Juli 2004 dan disetujui oleh Dewan Asosiasi Sepakbola (IFAB), di Pertemuan Tahunan ke-118 yang digelar di London.

IFAB, yang bertanggung jawab atas Aturan Pertandingan, menambahkan detail soal "Pelanggaran dan Peringatan”. Mereka menyatakan; "Seorang pemain yang melepas jerseynya setelah mencetak gol akan mendapat peringatan karena perilaku yang tidak sportif."

Perilaku tidak sportif disebutkan jika pemain melepas jerseynya, atau lebih tepatnya, jika dia menarik jersey di atas kepalanya, atau bahkan jika kepalanya tertutup oleh jersey. Ini akan membuatnya memenuhi syarat untuk diberi sanksi.

Di bawah bagian "Instruksi Tambahan untuk Wasit dan Asisten Wasit", Aturan Pertandingan dengan jelas menyatakan bahwa "melepas jersey setelah mencetak gol tidak diperlukan dan pemain harus menghindari untuk mempertontonkan kegembiraan dengan cara yang berlebihan." Itu dianggap perilaku buruk dan mencederai sportivitas.

Mengapa IFAB & FIFA Sampai Turun Tangan?

Ada beberapa kemungkinan yang mendasari Dewan Asosiasi Sepakbola dan FIFA memutuskan untuk menggarisbawahi masalah ini dan memberikan kartu kuning kepada pesepakbola yang melepas jerseynya.

Kartu Kuning Zlatan Ibrahimovic

Alasan Pertama: Menghabiskan waktu. Ini adalah pendapat umum bahwa pemain menggunakan perayaan semacam itu untuk membuang waktu setelah mencetak gol. Wasit harus menunggu pemain untuk mengenakan kembali bajunya, yang terkadang membutuhkan waktu dua hingga tiga menit, sebagaimana para pemain kerap berpura-pura dengan memiliki masalah untuk mengenakannya kembali. Sejatinya, para pemain harus tetap fokus pada permainan dan tidak membuang waktu hanya untuk berpakaian dengan benar.

Yang kedua, banyak pemain memanfaatkan selebrasi untuk menunjukkan pesan yang tertulis di balik jersey. Terkadang, pesan-pesan itu berbau politik, yang tidak disukai FIFA. Pesan politik dapat memicu ketegangan antartim atau menyebabkan kerusuhan di tribun. Ini adalah risiko yang sangat besar menurut FIFA, terutama jika menyangkut tim nasional.

Ketiga, sponsor tidak menyukainya. Selama siaran pertandingan, kamera televisi sering menyorot pemain yang mencetak gol. Ini adalah momen yang sangat dinantikan, dan jika dia melepas bajunya, sponsor tidak akan mendapatkan ekspos. Di sini ada banyak uang yang terlibat dalam kesepakatan sponsor, sehingga mereka ingin semua perhatian media bisa mereka dapatkan.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Apakah Melepas Jersey Juga Dilarang Di Sepakbola Wanita?

Katalin Kulcsar - Wasit Hongaria

Ya, sama saja. Seperti halnya sepakbola pria, pertandingan sepakbola wanita mengikuti aturan yang sama. Wanita bisa dihukum karena melepas jersey mereka, karena itu masih dianggap sebagai "perayaan gol yang dilebih-lebihkan." Tidak ada pengecualian dari ini.

 

Tutup