Berita Live Scores
Leeds United AFC

Belum Pernah Juara Eropa, Mengapa Fans Leeds United Sering Kumandangkan ‘Champions Of Europe?’

09.23 WIB 18/09/20
Leeds United European Cup 1975
Suporter Leeds meyakini pihaknya adalah juara sejati di final Piala Eropa 1975, padahal mereka kalah dari Bayern Munich. Tapi mengapa begitu?

Anda pasti pernah memperhatikan bahwa salah satu nyanyian Leeds yang paling populer adalah ketika para suporter mengklaim status mereka sebagai juara Eropa - padahal pada kenyataannya, klub tersebut belum pernah mengangkat trofi kontinental tertinggi.

Jadi mengapa pendukung Leeds secara khusus menyanyikan lagu itu? Goal coba membedahnya.

Mengapa fans Leeds United kumandangkan 'Champions of Europe'?

Pendukung Leeds menyanyikan chant ‘Champions of Europe’ karena mereka merasa layak dan berhak menjadi pemenang di final Piala Eropa 1975, meski pada waktu itu kalah dari Bayern Munich di Parc des Princes, Paris.

Wakil Jerman Bayern menjadi juara setelah menang 2-0 pada hari itu, tetapi final tahun 1975 telah diselimuti kontroversi seturut beberapa keputusan wasit yang tidak menguntungkan Leeds - dengan penggemar Leeds percaya bahwa trofi mereka dirampok.

Di pertandingan itu, Leeds telah mendominasi permainan tetapi tidak dapat memanfaatkan peluang mereka, mengungguli rival Jerman itu di babak pertama dan bahkan memiliki gol yang dianulir - bahkan wasit Michel Kitabdjian menolak untuk memberi penalti kepada tim Yorkshire Barat itu sebanyak dua kali.

Klaim penalti pertama datang pada menit ke-23 ketika kapten Bayern Franz Beckenbauer jelas melakukan kontak dengan bola di lengan kirinya di dalam area penalti sendiri, dan yang kedua tiba sepuluh menit kemudian ketika Beckenbauer menyandung Allan Clarke di dalam kotak terlarang.

Leeds nyaris mencetak gol di awal babak pertama, dengan upaya Billy Bremner digagalkan dari jarak lima meter berkat penyelamatan refleks dari kiper Sepp Maier. Peter Lorimer lantas mencetak gol yang dianulir semenit kemudian, setelah Bremner dianggap offside di dalam kotak.

Secara kontroversial, wasit awalnya sempat menunjuk ke lingkaran tengah (yang menandakan gol berhasil dicetak), tetapi Beckenbauer bersikeras agar dia diizinkan berunding dengan hakim garis - yang awalnya tidak mengangkat benderanya karena offside.

Setelah konsultasi itu, wasit menganggap Bremner offside - menyebabkan fans Leeds melakukan protes keras dan membuat kerusuhan karena jengkel.

Meski pun kerap ditekan selama lebih dari dua pertiga pertandingan, Bayern mencetak gol pada menit ke-71 menyusul serangan balik.

Dalam kondisi terguncang, Leeds tidak dapat menegaskan kembali dominasinya, dengan Gerd Muller menggandakan skor sepuluh menit kemudian untuk memastikan tim Jerman itu dinobatkan sebagai juara Eropa.

Penggemar Leeds marah dengan hasil akhir dan wasit yang tampaknya bias, selagi menit-menit terakhir dan perayaan Bayern terganggu oleh pelemparan kursi ke lapangan.

Kerusuhan mencapai puncaknya di jalan-jalan Paris malam itu ketika para pendukung Leeds yang berkunjung berkelahi dengan polisi, dengan The Whites kemudian diberi sanksi larangan bermain di Eropa selama tiga tahun (yang tidak pernah ditegakkan karena kegagalan Leeds untuk lolos ke Eropa hingga 1979/80).

Mantan manajer Leeds Jimmy Armfield mengatakan bahwa dia yakin timnya telah dirampok di final.

“Saya selalu merasa kami dirampok,” katanya. “Yang seharusnya menjadi hari yang menyenangkan justru tidak menjadi hari yang menyenangkan pada akhirnya.

"Final melawan Bayern Munich itu pastinya menjadi yang paling berat sebelah dalam sejarah Piala Eropa," kata mantan pemain, Clarke.

“Bagaimana bisa tim yang bermain seperti kami berakhir sebagai pihak yang kalah, saya tidak akan pernah tahu. Baiklah. Kami ditipu.

“Dalam benak saya, kami adalah juara Eropa malam itu.

“Saya menyukai fans kami yang bernyanyi tentang kami menjadi juara Eropa karena itu mengingatkan semua orang pada apa yang sebenarnya terjadi.”

"Dia sangat mencurigakan,” kata Bremner tentang wasit Prancis Kitabdjian, meskipun dia kemudian mengakui Leeds tidak bermain seperti yang dia harapkan.

"Kami menguasai permainan itu dengan baik, tetapi saya tidak berpikir kami profesional seperti yang seharusnya kami lakukan malam itu karena kami terjebak oleh beberapa keputusan kontroversial.”