Menanti Duel Eropa Kedua Antara Pep Guardiola & Mauricio Pochettino

Komentar()
Goal
Guardiola punya catatan baik saat timnya bertemu dengan Tottenham di semua kompetisi, sementara Pochettino memiliki torehan negatif.

Musim ini Tottenham Hotspur dan Manchester City baru dua kali bertemu. Pertemuan pertama terjadi di Liga Primer Inggris sementara lainnya tercipta di leg pertama babak perempat-final Liga Champions pada pekan lalu. 

Di Liga Primer the Citizens berhasil meraih kemenangan tandang tipis atas Spurs berkat gol semata wayang Riyad Mahrez namun di partai yang lebih bergengsi Spurs berbalik unggul dengan skor identik melalui gol bintang Korea Selatan Son Heung-Min. 

Pertemuan antara Tottenham dan City di Eropa pada pekan lalu merupakan yang pertama bagi kedua tim dan duel leg kedua pada dini hari nanti bakal menentukan siapa yang lolos ke babak semi-final Liga Champions. 

Jika melihat latar belakang juru taktik kedua tim, jelas Pep Guardiola lebih berpengalaman dari Mauricio Pochettino di Eropa. Guardiola dan timnya juga sudah terbiasa dengan pertandingan-pertandingan sarat tekanan. 

Sederet trofi bergengsi baik itu di level kontinental atau domestik sudah diraup Guardiola seperti Liga Champions, Liga Primer, LaLiga Spanyol, Bundesliga Jerman, Piala Dunia Antarklub yang ditambah sederet prestasi di kompetisi lainnya. 

Jelas Guardiola lebih memahami bagaimana menyikapi dan memimpin tim pada situasi-situasi genting. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Catatan tersebut berbanding terbalik dengan Pochettino yang belum pernah mengangkat trofi sepanjang karier kepelatihannya. Lebih lanjut, statistik juga memperlihatkan bagaimana Pochettino punya catatan negatif lawan Manchester City di semua kompetisi. 

Dari 13 pertemuan lawan City, Pochettino mencatat lima kemenangan dan enam kekalahan dengan dua pertandingan lainnya berakhir imbang. 

Bagaimana dengan rekor pertemuan Guardiola lawan Tottenham? Juru taktik asal Spanyol ini enam kali bertemu dengan tim asal London tersebut di semua kompetisi. Hasilnya? Tim racikan Guardiola berhasil meraih tiga kemenangan dan dua kekalahan.

Jika melihat di atas kertas, bisa dikatakan City tetap jadi favorit untuk lolos ke empat besar namun posisi mereka sebagai tuan rumah pada dini hari nanti bisa juga dianggap merugikan. 

Kebobolan satu gol saja di Etihad, bisa berarti bencana bagi City karena tekanan yang mereka hadapi bakal berlipat ganda sementara Tottenham yang tidak terlalu dijagokan bisa bermain lepas tanpa beban dengan fokus menjaga keunggulan. 

Bagaimana menurut kalian? Siapa yang bisa menghadapi tekanan dan tersenyum lebar untuk lolos ke empat besar? Kita nantikan bersama hasilnya. 

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Solskjaer Bakal Buat Keputusan Kejam Di Bursa Transfer
2. Gattuso Sebut Juventus Jadi Faktor Kemenangan Milan Atas Lazio
3. lkay Gundogan: Ngebet Juara, Liverpool Cuma Beruntung
4. Paul Scholes Imbau Man United Relakan Ander Herrera
5. Moise Kean, Jadon Sancho & Deretan Talenta U-19 Haus Gol
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

GFXID Banner Liga Champions 2018/19

Tutup