Massimiliano Allegri: Taktik Tiki-Taka Pep Guardiola Tidak Cocok Untuk Semua Tim

Pep Guardiola Massimiliano Allegri
Getty Images
Allegri menilai tren taktik penguasaan bola kini sudah mulai ketinggalan zaman.

Mantan pelatih Juventus Massimiliano Allegri menyebut filosofi tiki-taka yang dikembangkan Pep Guardiola "tidak cocok untuk semua orang".

Guardiola menjadi otak di balik kesuksesan besar Barcelona pada 2008 hingga 2012 dengan filosofi penguasaan bola yang diterapkannya. Taktik visioner ini menuai banyak pujian dan Guardiola terus dilanjutkannya bersama Bayern Munich hingga kini di Manchester City.

Namun, tidak selamanya taktik tersebut berjalan sempurna. City di musim ini kesulitan bersaing dengan Liverpool, yang unggul 11 poin di puncak klasemen Liga Primer Inggris. Liverpool sendiri menerapkan taktik yang lebih bebas dan tidak monoton seperti yang dikembangkan Guardiola.

Allegri pun melihat adanya pergeseran tren taktik. "Saya melihat sekarang [taktik] serangan balik kembali disukai," katanya kepada Corriere della Sera.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Kita semua keliru karena mengikuti [filosofi] Guardiola dalam 20 tahun terakhir. Sepakbola Guardiola tidak cocok untuk semua orang. Anda harus memiliki Iniesta, Xavi, dan Messi."

Allegri menyebut sepakbola seharusnya tidak melulu terpaku pada satu pakem saja. "Saya sering berpergian, melihat sepakbola usia muda, sepakbola amatir, berbicara dengan pelatih, dan saya mendengarkan sesuatu yang membuat saya ketakutan," sambungnya.

"Jika sebuah filosofi memang bagus, apa pun itu, mengapa tidak menerapkannya? Pada akhirnya, yang jadi tujuan adalah skor akhir, apakah mereka mencapai kemenangan atau tidak," katanya.

Tutup