Marinus Wanewar Kartu Merah, Indra Sjafri: Yang Mulai Pemain Vietnam

Komentar()
Rais Adnan
Marinus terkena kartu merah di laga melawan Vietnam, sesaat setelah wasit meniupkan peluit akhir pertandingan.

LIPUTAN   MUHAMAD RAIS ADNAN      DARI    HANOI    

Ada insiden yang terjadi melibatkan striker tim nasional (timnas) Indonesia U-23, Marinus Mariyanto Wanewar, saat timnya ditaklukkan Vietnam U-23 dengan skor 1-0, di Stadion My Dinh, Hanoi, Minggu (24/3) malam. Pada laga itu, Marinus menerima kartu merah, sesaat setelah wasit Saoud Ali H.J. Al-Adba meniup peluit akhir pertandingan.

Insiden bermula saat peluit akhir pertandingan berbunyi, Marinus terlihat membuat salah satu pemain Vietnam terkapar. Kemudian, ada pemain Vietnam lainnya yang mengejar pemain asal Papua tersebut dan memukul bagian belakang kepalanya. 

Tapi Marinus tidak meresponsnya dengan penuh emosi, hingga akhirnya kejadian tersebut terlihat wasit yang justru memberikan kartu kuning kedua terhadap penggawa Persipura Jayapura tersebut. Sekadar informasi, sebelumnya Marinus sudah terkena kartu kuning terlebih dahulu pada babak pertama. 

Keputusan itu sempat memunculkan protes dari para pemain Indonesia U-23 lainnya, lantaran ingin wasit juga bersikap adil karena menganggap pemain Vietnam yang memulai terlebih dahulu. Pelatih Indonesia U-23, Indra Sjafri, pun memiliki pendapat yang sama dengan para pemainnya.

"Marinus pemain bagus, banyak hal dari pemain Vietnam memancing emosinya dan dia bisa meredam. Sayang tadi (kemarin) wasit tidak melihat, padahal yang memulai adalah pemain Vietnam. Jadi saya mengapresiasi seluruh pemain saya yang telah berjuang," ucap Indra, dalam jumpa pers setelah laga.

Di samping itu, Indra kembali menjelaskan ketika ada wartawan Vietnam yang kembali mempersoalkan umur Marinus, yang dinilai sudah melewati usia 23 tahun.

"Di negara kami ada orang-orang berkulit hitam, jangan dipikir wajah tua, umurnya tua. Mereka memang pemain yang secara regulasi tidak masalah. Jadi, media Vietnam jangan sebentar-sebentar mempermasalahkan masalah umur," jelas mantan pelatih Bali United tersebut.

Seperti diketahui, kekalahan tersebut membuat Indonesia gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2020. Itu setelah, mereka menelan dua kali kekalahan dan masih menyisakan satu laga lagi melawan Brunei Darussalam, 26 Maret nanti.

 

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. UEFA Jatuhkan Sanksi Untuk Cristiano Ronaldo
2. Permen Karet Bekas Kunyahan Sir Alex Ferguson Laku Rp7 Miliar
3. Jose Mourinho Siap Comeback Setelah Tolak Banyak Tawaran
4. Maluku Kecam Penunjukkan Gusti Randa
5. 50 Pelatih Terbaik Dunia Sepanjang Masa
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer Kualifikasi Piala Asia U23 2019

 

 

Tutup