Marco Asensio Masih Kewalahan Isi Tempat Cristiano Ronaldo

Komentar()
Getty
Kepindahan Cristiano Ronaldo membuka kesempatan bagi Marco Asensio menjadi andalan Real Madrid, tapi kenyataannya sang pemain kewalahan.

ALIH BAHASA OLEH   AGUNG HARSYA  

Dalam usia 22 tahun, periode emas karier profesional membentang di hadapan Marco Asensio. Namun, pada kenyataannya, situasi tidak semudah yang diharapkan.

Gelandang muda Real Madrid itu harus terus melangkah meski kini kelihatannya dia sedang terjebak di jalanan berlumpur atau malahan melangkah mundur.

Saat Madrid mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 pada lanjutan La Liga Spanyol, Sabtu (15/12) malam, Asensio tidak mampu mengendalikan pertandingan. Los Blancos harus berterima kasih berkat gol tunggal Karim Benzema. Namun, kegagalan lini serang mereka memperbesar keunggulan bisa jadi mengorbankan tiga poin yang sudah di depan mata.

"Bukan posisi saya untuk memimpin di lini depan. Masih banyak pemain lain yang sudah lama membela klub ini, mereka lebih berpengalaman, punya status lebih tinggi, dan posisi itu buat mereka," ujar Asensio, November lalu. Kutipan yang mengherankan banyak orang dan mungkin saja diucapkan supaya dirinya selamat dari cercaan.

Penampilan melawan Rayo membuat Asensio tak mampu mencetak satu pun gol maupun assist dalam 15 pertandingan La Liga terakhir. Kali terakhir Asensio merayakan gol adalah pada 22 September, saat mengalahkan Espanyol 1-0 dan Julen Lopetegui masih bertugas. Itu satu-satunya gol Asensio musim ini di semua ajang. Dia juga hanya menyumbangkan satu assist, yang terjadi saat mengalahkan Girona 4-1, Agustus lalu.

Seharusnya Asensio mengambil alih posisi Cristiano Ronaldo ketika sang megabintang hijrah ke Juventus pada musim panas lalu. Pemain internasional Spanyol ini muncul ke permukaan pada musim 2016/17 dan bahkan sukses mencetak gol di final Liga Champions. Dia dikenal memiliki dribel lugas dan gemar melepas tembakan jarak jauh. Kemampuan itu terlihat musim lalu dengan menjebol gawang Barcelona dua kali di ajang Piala Super Spanyol. Sebulan berselang, Madrid pun mengganjarnya dengan perpanjangan kontrak.

Mungkin situasi lebih berjalan lancar ketika Asensio tampil sebagai pemain pengganti dan membelah-belah pertahanan lawan. Penampilan segarnya menyulitkan lawan ditambah dengan tendangan keras yang sulit diprediksi. Namun, kini dia jauh lebih dikenal, lebih mapan, dan pada akhirnya memperoleh kesempatan yang diidamkan untuk tampil reguler di tim inti Madrid. Dalam situasi tersebut, Asensio kewalahan.

Tentu saja tidak cuma Asensio, melainkan seisi skuat Madrid kewalahan sepeninggal Ronaldo. Namun, dengan penolakannya mengemban tanggung jawab, Asensio jelas menjadi salah satu sasaran kemarahan atas penampilan Madrid yang memburuk.

Melawan Rayo dia memperoleh peluang emas memperbesar keunggulan setelah kerja gemilang Luka Modric, tapi tendangannya tepat mengarah ke penjaga gawang. Kemudian, dia menyuguhkan keterampilan yang dimiliki dengan menembus pertahanan lawan, tapi dia gagal melepaskan tembakan.

Asensio mengakhiri pertandingan lebih cepat akibat cedera ringan pada menit ke-71. Sepanjang penampilan di atas lapangan, terlihat dia gagal memanfaatkan kepercayaan yang diberikan. Jika tidak berhati-hati, Vinicius Junior siap menggantikan tugasnya.

Fans Bernabeu memang memberinya aplaus saat keluar lapangan, tapi raut wajahnya menyiratkan kekecewaan. Barangkali dia tahu malam ini dia seharusnya bisa tampil lebih baik.

Berkebalikan dengan Asensio, Marcos Llorente menunjukkan penampilan yang gemilang bersama Madrid. Tampil disiplin di lini tengah, punya operan yang bagus, Llorente membuktikan dia bisa menggantikan tugas Casemiro sebagai jangkar tim. Asensio dan Llorente tipe pemain yang berbeda, tapi Asensio harus banyak mencontoh penampilan Llorente.

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Kapan Undian Babak 16 Besar Liga Champions?
2. Presiden FIFA: Sepakbola Indonesia Dikelola Orang Yang Tepat
3. Persebaya Surabaya Pinang Evan Dimas
4. Tantang Liverpool, Jose Mourinho Disarankan Coret Paul Pogba
5. Tanpa Milan, Ini Peserta 32 Besar Liga Europa
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer Banner La Liga

 

Artikel Selanjutnya:
Erick Thohir Tegaskan Sepakbola Harus Bebas Dari Politik
Artikel Selanjutnya:
Polisi Belum Tetapkan Exco PSSI Sebagai Tersangka
Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Sevilla 2-0 Barcelona
Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Paris Saint-Germain 2-0 Strasbourg
Artikel Selanjutnya:
PSIS Semarang Tolak Pengunduran Diri Yoyok Sukawi
Tutup