Dikalahkan Sevilla, Jose Mourinho Sangat Layak Disalahkan

Komentar()
Manajer Manchester United itu melakukan kesalahan fatal hingga timnya dipecundangi Sevilla di kandang sendiri dan tersingkir dari Liga Champions.


OPINI    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter

Ketersingkiran Manchester United dari ajang Liga Champions musim ini merupakan kejutan. Betapa tidak, tim arahan Jose Mourinho tersebut sejatinya tengah dalam performa bagus sebelum duel leg kedua babak 16 besar melawan Sevilla , Rabu (14/3) dini hari WIB.

Sebelum ini, United pimpinan Mourinho merangkum tiga kemenangan beruntun di ajang Liga Primer Inggris dengan mengalahkan Chelsea, Crystal Palace dan Liverpool. Tim ini menang secara meyakinkan di partai-partai tersebut, tapi malah berada di bawah performa terbaiknya ketika menyambut Sevilla.

Di pertandingan yang digelar di Old Trafford semalam, United sedianya memainkan partai terbesarnya musim ini namun mereka dibuat tak berdaya setelah takluk 2-1. Wissam Ben Yedder pantas menahbiskan namanya sebagai pahlawan kemenangan lewat brace yang ia cetak di pertengahan babak kedua, selagi tuan rumah hanya mampu memperkecil skor melalui gol Romelu Lukaku beberapa menit jelang bubaran.

Sejak awal permainan, Mourinho mengusung formasi yang tidak bisa dipahami. Pelatih asal Portugal itu malah mengganti susunan terbaiknya, dengan yang paling mencolok adalah mencoret Scott McTominay dari starting XI dan menyerahkan satu posisi lini tengah kepada Marouane Fellaini yang baru sembuh dari cedera.

Entah apa yang ada dalam pikiran Mourinho ketika memutuskan untuk memainkan Fellaini sejak awal di saat timnya memainkan partai terbesarnya musim ini. Nyatanya, gelandang asal Belgia itu tampil sangat buruk. Opta mencatat Fellaini hanya melakukan total umpan sebanyak 29 kali selama 60 menit sebelum digantikan Paul Pogba, dan entah bagaimana pula pemain berambut kribo tersebut berhasil selamat di setiap jendela transfer sejak David Moyes tersingkir pada musim 2013/14 silam.

Pepsi - Marouane Fellaini - Manchester United

Sejak awal, permainan United seperti tidak memiliki nyawa dan mereka harus menerima fakta didominasi oleh Sevilla yang melepaskan tembakan lebih banyak di babak pertama. Perlu diingat, Sevilla ini merupakan tim di luar empat besar kompetisi La Liga, belum lagi mereka kerap menjadi bulan-bulanan karena sempat kalah 5-2 dari Atletico Madrid, 5-1 dari Eibar, 5-3 dari Real Betis dan 5-0 dari Real Madrid – itu semua terjadi di musim ini!

Suporter yang memadati Old Trafford juga patut kecewa karena Mourinho gagal memberi instruksi yang jelas untuk menyerang tim Sevilla yang rentan. Pergantian susunan terbaik dari partai akhir pekan kemarin terbukti memberi dampak signifikan, dan eks manajer Chelsea itu mulai menyadari kesalahannya tersebut dengan memainkan Juan Mata di menit ke-77 -- ketika timnya dalam posisi tertinggal menyusul gol pembuka Ben Yedder tiga menit sebelumnya.

Wissam Ben Yedder

United yang tampil buruk dikejutkan lagi dengan gol kedua Ben Yedder tak lama berselang, meski Lukaku sempat membuka asa berkat tendangan guntingnya di dalam kotak penalti pada menit ke-84. Adapun skor akhir bisa saja bertambah besar untuk tim lawan, dengan Ben Yedder dimungkinkan mengemas hat-trick andai peluangnya di menit-menit terakhir tidak digagalkan David de Gea.

Seusai kekalahan tersebut, Mourinho dalam keterangannya kepada BT Sport mengatakan: “Saya pikir gol pertama selalu penting [dalam pertandingan apa pun], bukan hanya karena hasil dari leg pertama namun juga besarnya pertandingan ini. Kami mencoba untuk agresif dan intens sejak menit pertama. Kami tidak mencetak gol dan Sevilla sukses menjaga bola dengan baik dan mereka mengontrol pertandingan.”

Keberhasilan Sevilla mengontrol laga semalam tak lepas dari taktik buruk yang dilakukan Mourinho. Andai saja ia tidak mengubah susuan terbaiknya dan memainkan komposisi seperti saat melawan Liverpool, hasil akhir bisa saja berbeda. Terlepas itu, Sevilla memang layak untuk lolos karena mereka tampil lebih efektif dan sukses memanfaatkan kelemahan United, dan mereka boleh berbangga karena ini merupakan kemenangan pertamanya di tanah Inggris!

Tonton Langsung Final UEFA Champions League 2018 di Kyiv! Beli KFC Combo Super Besar dengan Pepsi, submit struk kamu di bit.ly/PepsiUefaKFC S&K berlaku.

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Maurichio Pochettino: Petinggi Juventus Tekan Wasit!
2. Sutan Diego Zico Bawa Indonesia U-16 Ke Final Jenesys 2018
3. RESMI: Egy Maulana Vikry Dikontrak Lechia Gdansk Tiga Tahun
4. Usung Misi Perdamaian, Arema FC Uji Coba Lawan Persib Bandung
5. Barcelona Tuntaskan Transfer Arthur Dari Gremio

Artikel Selanjutnya:
Antonio Candreva: Inter Milan Yakin Dengan Kualitas Tim
Artikel Selanjutnya:
Presiden AC Milan: Saya Tak Punya Nomor Telepon Antonio Conte
Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Piala AFF 2018: Thailand - Indonesia
Artikel Selanjutnya:
Pablo Zabaleta Dukung VAR Di Liga Primer Inggris
Artikel Selanjutnya:
Neymar Urutan 10 Caps Terbanyak Brasil
Tutup