Manchester City 2.0: Peran Baru Benjamin Mendy, Kunci Evolusi Skuat Pep Guardiola

Komentar()
Sang juara bertahan Liga Primer Inggris tampak sangat berbeda saat menaklukkan Arsenal di pekan perdana, dengan Mendy jadi porosnya.


OLEH   SAM LEE   ALIH BAHASA   TEGAR PARAMARTHA     Ikuti di twitter

Musim baru, Manchester City baru. Kemenangan di Community Shield melawan Chelsea akhir pekan lalu menegaskan tidak ada yang berubah dari sang juara bertahan tetapi debut pada Liga Primer Inggris 2018/19 di Arsenal menunjukkan ada dimensi baru pada skuat ini.

Pep Guardiola telah mengatakan dia mengharapkan anak asuhnya berkembang musim ini - dalam hal performa jika bukan rekor - dan dia bekerja keras untuk menemukan cara baru menghadapi tim dengan pertahanan dalam dan rapat.

Ia tidak mengharap mendapat hal tersebut dari Arsenal dan ia memang tidak menemukan itu, tetapi dia datang dengan pola baru untuk menghadapi skuat Unai Emery, dan memberi sedikit bocoran tentang apa yang akan ia sajikan musim ini.

Ini bukan City yang kita lihat pada sebagian besar musim lalu. Prinsip fundamental sama, tentu saja; mereka menekan, ingin mendominasi penguasaan bola dan berusaha menyerang balik secepat mungkin.

Tetapi pola dasar dan peran yang ada di dalamnya diubah sedemikian rupa.

City bertahan menggunakan 4-4-2 daripada memakai pola 4-1-4-1 seperti biasanya. Sergio Aguero dan Bernardo Silva menekan terlebih dahulu, kemudian Raheem Sterling dan Riyad Mahrez mengikuti. Kyle Walker melakukan tusukan dari sayap lebih sering dari sebelumnya. Benjamin Mendy tidak hanya menyisir di sisi lapangan tetapi juga di area tengah. Sterling mengawali posisi di kiri dan menusuk ke dalam, golnya bukan penyelesaian sederhana dari jarak dekat tetapi tembakan dari luar kotak, itu menjadi gol ketiga dari posisi tersebut sepanjang karirnya.

 

 

Itu semua sangat tidak biasa. Ini adalah Manchester City, tetapi bukanlah seperti yang kita ketahui.

Dan bukan hanya karena Leroy Sane dan Fabian Delph, yang reguler di sisi kiri, tidak menjadi starter. Bahkan bukan karena Bernardo Silva dan Ilkay Gundogan mengisi posisi David Silva dan Kevin De Bruyne.

Dan bukan hanya karena Mendy kembali bermain. Cedera lutut serius membuat pemain Prancis itu melewatkan sebagian besar musim perdananya di City, tetapi dalam beberapa bulan pembuka musim lalu, dia menunjukkan bagaimana dia bisa menyisir dan mengirim umpan silang berbahaya untuk rekan-rekannya.

Banyak yang mengharap Mendy melakukan apa yang ia lakukan sekarang dengan kepulihannya, mengubah permainan City karena dia bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan Delph (meski mungkin tidak bisa melakukan apa yang dilakukan Delph).

Namun, perannya benar-benar mengejutkan, dan itu bisa menjadi elemen krusial dalam strategi terbaru Guardiola.

Mantan pemain Monaco itu menggabungkan perannya dengan Delph pada 2017/18; ia bertugas menyerang secara agresif tetapi kerap dari posisi tengah. tanpa bola dia bertahan di sisi kiri, tetapi saat membangun serangan dia muncul di sebelah Fernandinho, memperkuat lini tengah seperti yang dilakukan dengan baik oleh Delph, dan kemudian dia melesat, membantu serangan baik dari tengah atau sayap.

Benjamin Mendy Manchester City

Bagaimanapun juga, performanya masih jauh dari kata sempurna; dia masih terlalu mudah kehilangan bola, sering gagal menghadang laju lawan, dan kekurangan disiplin taktik yang dituntut Guardiola. Setelah pertandingan, eks manajer Barcelona itu mengatakan Mendy bahkan berperan sebagai striker tengah dalam beberapa momen. 

"Dan itu tidak bagus!" ujar pelatih City itu. "Mendy adalah Mendy. Kadang kami ingin membunuhnya dan kadang Anda berpikir, wow begitu hebat pemain kami. Dia memberi kami tenaga. Mendy memiliki banyak hal untuk ditingkatkan dan saya harap kami bisa meyakinkan dia untuk sedikit melupakan media sosial dan mengembangkan beberapa hal."

Meski demikian dia mencetak dua assist (dengan penyelesaian luar biasa dari Sterling dan Bernardo Silva) dan menunjukkan betapa bahaya dia dan City ketika ia sepenuhnya bugar dan mampu menjalankan peran yang diberikan. Staf City memperkirakan, ia akan kembali ke performa terbaik pada Desember.

Peran Mendy memaksa pemain sayap City bermain dalam posisi 'lemah' dan menusuk masuk dengan kaki terbaik mereka, yang menjelaskan mengapa Sterling bermain di kiri, bukan Sane.

Yang paling krusial, City kini bisa mengubah gaya main mereka antara sistem baru dan sistem lama, yang memenangkan Liga Primer Inggris musim lalu. Dengan Mendy, Walker, Silva, Sterling, Riyad Mahrez dan Kevin De Bruyne di lapangan, Guardiola memiliki pemain-pemain dengan fleksibilitas untuk melakukan beberapa peran berbeda sepanjang 90 menit.

Jika lawan mampu beradaptasi dengan gaya main City, maka Guardiola memiliki keleluasaan untuk mengubah sistem di tengah pertandingan tanpa melakukan pergantian pemain.

Inilah evolusi Manchester City musim ini.

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Indonesia U-16 Juara Piala AFF
2. Momen Yang Takkan Mereka Lupakan: Selebrasi Juara Indonesia U-16
3. Gerard Pique Umumkan Pensiun Dari Timnas Spanyol
4. Cristiano Ronaldo: Sejak Kecil Saya Ingin Bela Juventus!
5. "Tipe Striker Yang Dibutuhkan Indonesia"
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

Footer Banner EPL

 

 

Artikel Selanjutnya:
James Rodriguez Buka Peluang Ke Arsenal
Artikel Selanjutnya:
Januari, Chelsea Siap Belanjakan £200 Juta
Artikel Selanjutnya:
Tak Ada Lagi Lelucon Timnas Inggris
Artikel Selanjutnya:
Henk Ten Cate: Frenkie De Jong Campuran Antara Deco & Xavi
Artikel Selanjutnya:
Louis Saha: Jose Mourinho Mampu Ubah Peruntungan Manchester United
Tutup