Luis Milla Sebut Krisis Striker Muda Indonesia Berawal Dari Liga

Terakhir diperbarui
Komentar()
Milla mengakui Indonesia punya banyak striker muda tapi kurang menit bermain di kompetisi.

Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-23, Luis Milla Aspas, mengakui bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami krisis striker. Bagaimana tidak, dari banyak striker yang dicobanya untuk persiapan Asian Games 2018, masih belum bisa menghasilkan ketajaman di lini depan.

Terakhir, Milla mencoba striker naturalisasi asal klub Sriwijaya FC, Alberto Goncalves. Namun pemain yang akrab disapa Beto itu masih belum bisa memberikan gol dalam tiga uji coba bersama timnas Indonesia U-23 ketika melawan Thailand U-23 (dua kali) dan Korea Selatan U-23. 

Selain itu, juga ada nama-nama seperti Ilija Spasojevic, Ilham Udin Armaiyn (yang sebelumnya berposisi sebagai penyerang sayap bukan striker murni), Gavin Kwan Adsit (dari bek sayap coba dijadikan striker), hingga Stefano Lilipaly yang posisi aslinya sebagai gelandang serang dijadikan ujung tombak saat melawan Korea Selatan U-23. 

Belum lagi jika menengok ke belakang ada barisan striker muda seperti Ahmad Nur Hardianto, Marinus Mariyanto Wanewar, Dendy Sulistyawan, yang juga pernah dipanggil dan kini tak mendapatkan kesempatan lagi.

Milla menuturkan, ada hal yang mendasari Indonesia saat ini krisis striker muda. "Penyerang adalah masalah di negara ini. Semua berawal dari liga, tentunya dalam hal ini Liga 1. Striker muda di Indonesia ada banyak, tapi kurang diberikan menit bermain oleh klubnya. Dan ketika usia muda pun mereka kurang bermain dalam kompetisi rutin. Di samping itu, klub juga banyak menggunakan pemain asing untuk posisi striker," kata pelatih asal Spanyol itu, saat menghadiri talkshow Pesta Bola Nonton Bersama Piala Dunia 2018 di Kantor Kemenpora, Jakarta, Minggu (24/6).

"Ketika di timnas, kami punya latihan spesifik untuk striker. Karena setiap pemain harus belajar teknik dan gaya bermain yang benar sesuai posisinya," tambah mantan pemain timnas Spanyol tersebut.   

Di samping itu, eks penggawa Barcelona dan Real Madrid tersebut juga mengakui Indonesia memiliki stok berlimpah untuk tipe pemain vertikal, yakni pemain sayap yang lincah. "Itu yang harus dimaksimalkan agar bisa mengeluarkan kemampuan terbaik, sehingga nantinya akan mendapatkan gaya bermain yang pas untuk timnas Indonesia," jelasnya.

Seperti diketahui, Milla dipatok target cukup tinggi di Asian Games 2018 nanti, yaitu minimal menembus babak semi-final. Saat ini dirinya masih terus menggodok siapa tiga pemain senior yang akan dibawanya ke ajang empat tahunan tersebut.

 

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. PREDIKSI Piala Dunia 2018: Siapa Lolos Dari Grup F?
2. Bambang Pamungkas Sindir Umuh Muchtar
3. Kekalahan Warnai Debut Egy Maulana Vikri Di Lechia Gdansk
4. Luis Milla Beberkan Alasan Eduardo Perez Tinggalkan Timnas U-23
5. Sambutan Hangat Fans Inter Milan Untuk Radja Nainggolan

  Footer Banner Piala Dunia 2018

Artikel Selanjutnya:
Barcelona Bantah Liverpool Tawar Ousmane Dembele
Artikel Selanjutnya:
Vinicius Junior Senang Santiago Solari Dipermanenkan
Artikel Selanjutnya:
Legenda Timnas Indonesia Akan Gelar Pertandingan Amal
Artikel Selanjutnya:
Keyakinan Timnas Indonesia Bisa Curi Poin Di Thailand
Artikel Selanjutnya:
Hadapi Thailand, Andik Vermansah Berusaha Rileks
Tutup