Berita Live Scores
Serie A

Luciano Spalletti Tanggapi Cemoohan Fans AS Roma Soal Francesco Totti

11.44 WIB 28/08/17
Spalletti Roma Inter
Spalletti mendapat sambutan dingin dari publik Olimpico, yang menganggapnya sebagai pemicu Totti pensiun.

OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter

Kembalinya Luciano Spalletti ke Stadio Olimpico, Sabtu (26/8) lalu, tidak sepenuhnya berjalan lancar meski Inter Milan besutannya meraih kemenangan 3-1 atas AS Roma. Pasalnya, Spalletti mendapat cemoohan dari fans Roma karena dianggap menjadi pemicu utama dari pensiunnya sang legenda klub Francesco Totti.

Spalletti mampu membawa Roma finis di peringkat dua Serie A Italia musim lalu. Namun pelatih 58 tahun dikenal memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan Totti. Dalam periode keduanya di Roma yang relatif singkat, Spalletti memang tidak sungkan untuk mencadangkan Totti. Hal itulah yang memunculkan kritik dari tifosi Roma kepada pelatih 58 tahun itu.

Jelang kick-off antara Inter dan Roma, suporter Roma di area Curva Sud memberikan siulan sinis kepada Spalletti sembari menyuarakan dukungan untuk Totti. Spalletti pun balik menyerang fans Giallorossi, dengan menyatakan bahwa keputusan Totti untuk gantung sepatu tidak ada hubungannya dengan dirinya.

SIMAK JUGA: Inter Gulung Roma Di Olimpico

“Mereka mencemooh saya karena mereka pikir saya adalah alasan mengapa Totti pensiun. Tapi saat ini saya tidak di Roma dan dia seharusnya bisa saja melanjutkan kariernya,” kata Spalletti kepada Mediaset Premium.

“Jalan saya dan Totti mungkin sudah tidak akan bersinggungan lagi, tetapi saya akan tetap menawarkan pertemanan kepadanya. Fans Totti memang mencemooh saya, tetapi saya menerima banyak pesan positif dari fans Roma lain,” imbuhnya.

Spalletti juga ingin meredam diskusi soal kans Scudetto Inter di musim ini menyusul kemenangan impresif atas Roma dan Fiorentina di dua giornata pembuka.

“Mari fokus dengan realita saat ini. Jika terus membicarakan Scudetto, situasinya akan seperti balon yang meledak. Artinya, jika Anda finis di posisi kedua, itu akan terasa seperti sebuah kegagalan. Inter masih perlu bekerja keras,” tandasnya.