Berita Live Scores
Ligue 1

Lucas Tousart - Temui Talenta Muda Lyon Penerus Didier Deschamps & N'Golo Kante

21.51 WIB 25/04/17
Lucas Tousart
Sang gelandang mencuat sebagai salah satu pemain muda terbaik di Ligue 1 dan menarik perhatian raksasa Eropa seperti Manchester United.

OLEH   TEGAR PARAMARTHA     Ikuti di twitter

Ketika penghargaan akhir musim diberikan di Ligue 1 Prancis, gelandang Monaco Kylian Mbappe diyakini akan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik. Namun, tepat di belakangnya adalah gelandang Lyon Lucas Tousart, yang membuktikan dirinya sebagai berlian terbaru di kubu Rhone.

Gelandang enerjik, Tousart, yang akan berusia 20 pada 29 April nanti, mencetak gol Ligue 1 pertamanya pada akhir pekan menghadapi pemimpin klasemen sementara.

Meski tidak mampu mengantar timnya meraih angka pada laga tersebut, Tousart menampilkan performa yang gemilang untuk memastikan statusnya sebagai bintang masa depan.

Setelah kemenangan dramatis Lyon atas Besiktas di Liga Europa pada tengah pekan, dia berhadapan dengan klub yang sedang dalam performa menawan sejauh ini dan mampu mengeluarkan performa matang, nyaris menyamakan skor melalui tandukan di menit-menit akhir.

Bagaimanapun juga, itu tidak terlalu mengejutkan karena Tousart selalu mampu memenuhi ekspektasi sejak ditampilkan melawan Dinamo Zagreb di Liga Champions, di mana laga berakhir 3-0 untuk kemenangan timnya.

Itu adalah satu-satunya caps-nya pada turnamen paling bergengsi di Eropa, tetapi dia kemudian mengambil keuntungan dari rotasi Bruno Genesio untuk menjadi pemain reguler di Liga Europa.

Dengan performanya, fans Lyon mulai mendukungnya dengan sepenuh hati, mereka memintanya untuk menjadi pengganti kapten Maxime Gonalons di masa depan, dan sebagian juga membandingkannya dengan N'Golo Kante karena tenaga yang ia miliki.

Seperti Kante yang mengembangkan pengaruhnya di Chelsea musim ini, Tousart semakin nyaman di skuat Lyon sembari melengkapi permainannya di atas lapangan hijau.

Dia tidak lagi hanya sebagai pemenang bola yang enerjik, tetapi ia mulai meningkatkan kemampuannya di area lain dan golnya ke gawang Monaco tidak hanya membuktikan peningkatan kemampuan dalam menyerang, namun juga teknik di udara.

"Dia pemuda rendah hati, pekerja keras yang tahu apa yang dia inginkan. Profilnya sejalan dengan gelandang bertahan modern: berteknik dan memiliki fisik kuat. Dia pemain tim luar biasa yang memiliki nilai seperti yang ingin kami wariskan di klub ini, seperti kesederhanaan dan antusiasme," ujar pelatih Lyon U-19, Joel Frechet.

Tousart melalui tim akademi di Valenciennes, di mana dia melakoni debut tim senior pada kasta kedua di usia hanya 16 tahun.

Pada musim panas 2015, dia dijual ke Lyon dengan banderol sekitar €2.5 juta, tetapi kesulitan untuk membuat pelatih Hubert Fournier terkesan karena masalah cidera.

"Diturunkan dari skuat utama terasa sedikit aneh setelah menjadi starter di Valenciennes," ungkap sang pemain kepada Olympique et Lyonnais.

Tousart mendapatkan kepercayaan dirinya lagi pada ajang Euro U-29 pada 2016. Dia menjadi kapten timnas Prancis yang berisi talenta muda lain seperti Mbappe dan Jean-Kevin Augustin, mengantar Les Bleus muda meraih juara dengan melibas Italia empat gol tanpa balas di partai puncak.

"Lucas adalah anak yang butuh merasakan atmosfer adanya kepercayaan untuk dia," ujar pelatih Prancis U-19 Ludovic Batelli.

Dia menerima itu dari Genesio dan mulai berkembang, hingga Manchester United telah dikaitkan dengan masa depannya - dan ia tampak memiliki kemampuan sebagai gelandang yang saat ini dibutuhkan di Old Trafford.

Kontraknya dengan Lyon berlaku hingga akhir musim 2018/19, dan agennya mengakui dia tidak menutup semua kemungkinan.

"Lucas adalah anak yang bijaksana. Tidak ada pertanyaan tentang uang atau jaminan menit bermain," ujar Samir Fodil kepada Le Progres. “Bahkan jika prioritasnya adalah terus bersama Lyon, kami akan tetap waspada terhadap penawaran lain."

Sementara, memimpin Prancis U-20 sukses di Piala Dunia adalah target potensial, namun jika Lyon menembus final Liga Europa, tanggal keduanya bentrok, sehingga ia harus absen.

Bagaimanapun juga, jika ia mampu menjaga konsistensi dan terus meningkat, ada peluang dalam 12 bulan ke depan, ia akan bergabung bersama skuat senior ke Rusia.