Berita Live Scores
Persis Solo

Liga 2 2019: Persis Solo Ganti Manajer Tim Lagi

18.36 WIB 12/07/19
Launching Tim Persis Solo
Catur Prasetya tidak mengetahui alasan pasti dirinya diberhentikan dari posisi manajer tim Persis.

LIPUTAN   AURELIUS BALAKOSA     DARI   SOLO   

Persis Solo kembali diterpa persoalan pelik menjelang persiapan pekan keempat melawan Martapura FC di Stadion Wilis, Madiun, Minggu (14/7). Dua hari masa persiapan, manajemen PT Persis Solo Saestu membuat keputusan mengejutkan dengan menonaktifkan manajer tim, Catur Prasetya dari jabatannya.

Belum diketahui pasti apa penyebab manajemen memberhentikan Catur dari posisi manajer tim. Kepada Goal Indonesia, Catur mengungkapkan soal penonaktifan dirinya melalui Sekjen Persis Solo, Dedy M Lawe.

"Secara resmi per Kamis (11/7), saya sudah tidak menjabat manajer tim. Penonaktifan tersebut disampaikan Sekjen (Dedy M Lawe) melalui sambungan telepon sekitar pukul 18.30 WIB," bebernya.

Dia mengatakan, dalam pemberitahuan antara dirinya dengan Dedy M Lawe, dikatakan jika Catur diminta kembali ke Surabaya dan tidak lagi bersama tim di Madiun.

"Tentu saja hal ini mengagetkan saya. Secara khusus, saya pribadi tidak paham persoalan pemberhentian. Yang jelas saya tidak mundur dari jabatan manajer tim. Terkait alasannya kenapa, biar manajemen yang menjawab," tuturnya.

Sekjen Persis Solo, Dedy M Lawe, saat dikonfirmasi membenarkan pemberhentian Catur Prasetya dari jabatan manajer tim. Dedy mengungkapkan, pemecatan Catur tersebut karena keinginan dari suporter yang berharap Catur keluar dari tim Persis Solo.

"Lah piye (bagaimana), katanya rame Catur out (tagar #caturout). Giliran out ramai lagi. Keinginan suporter kan Catur out, iya kan," tegasnya.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, bereaksi keras dengan persoalan yang terus mendera tim kebanggaan warga Solo tersebut. Pihaknya tidak terkejut dengan pergantian manajemen di tubuh Persis, terlebih pergantian manajer di tengah jalan yang tiap musim selalu terjadi.

"Dari segi positif adanya pergantian ini, kami dapat jawaban pasti bahwa manajemen memang tidak mau berurusan sama elemen suporter. Dan semakin jelas juga bahwa memang ada yang salah dalam pengelolaan manajemen Persis," tegas pria yang akrab disapa Rio itu.

Menurutnya, persoalan salah kelola manajemen Persis terjadi pada manajemen di Jakarta, bukan manajemen yang menjalankan kinerja di Madiun maupun Solo.

"Manajemen Jakarta, Dedy M Lawe, yang seharusnya bertanggung jawab atas persoalan ini. Kalau tidak bisa mengurus Persis, silakan Dedy M Lawe keluar dari manajemen Persis. Pengelolaan manajemen yang salah, berimbas pada keterpurukan tim. Menurut kami, musim ini manajemen pengelolaan paling carut-marut," tegas Rio.

Untuk musim 2019, telah terjadi tiga kali pergantian manajer tim Laskar Sambernyawa, yakni Langgeng Jatmiko, Setiawan Muhamad, dan Catur Prasetya. Sementara sejak dikelola Sigid Haryo Wibisono pada musim 2017 telah berganti 11 kali manajer tim.(gk-18)