Berita Live Scores
Liga 2

Liga 2 2019: Indra Sjafri Jadi Konsultan PSIM Yogyakarta

20.32 WIB 16/06/19
Indra Sjafri - Timnas U-22
Indra difokuskan untuk membantu pembinaan usia muda di PSIM.

LIPUTAN   AURELIUS BALAKOSA     DARI   YOGYAKARTA  

Manajemen PSIM Yogyakarta merekrut pelatih timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, untuk bergabung menjadi tim konsultan Laskar Mataram pada musim 2019. Indra diperkenalkan ke media dalam jumpa pers di Wisma PSIM, Minggu (16/6).

"PSIM ingin melakukan empat hal yang tak mungkin ditinggalkan, yakni jersey home biru, nama kebesaran PSIM, home base, dan pembinaan usia muda. Kami ingin coach Indra yang menangani pembinaan usia muda di PSIM untuk persiapan tim ini musim depan. Secara resmi, coach Indra menjadi konsultan di PSIM dan fokus pada pembinaan pemain usia muda," jelas Bambang Susanto, CEO PSIM.

Dia menambahkan, Indra akan membantu pelatih PSIM, Vladimir Vujovic, menyuplai pemain-pemain muda yang kemudian dibina di PSIM sebagai bagian dari skuat muda. "Dengan pengalaman coach Indra, bisa berbagi dan berkomunikasi bersama Vlado, serta bertukar informasi untuk kemajuan PSIM," tambahnya.

Sementara itu, Indra mengaku tersanjung diajak bergabung menjadi bagian penting di tim PSIM musim 2019. Dia ingin berkontribusi untuk tim PSIM, terutama melahirkan talenta-talenta muda di Kota Yogyakarta pada khususnya, dan provinsi pada umumnya.

"KTP saya kan sudah Yogyakarta. Jadi tidak ada salahnya jika saya juga memberikan kontribusi untuk tim PSIM, seperti saat awal saya bersama Bali United dengan konsen pembinaan usia muda di Bali. Saya berharap kehadiran PSIM membawa manfaat untuk perkembangan sepakbola di Yogyakarta," jelasnya.

Selain itu, alasan ketertarikannya menjadi bagian PSIM dikarenakan PSIM memiliki potensi dikembangkan menjadi sebuah industri sepakbola di Tanah Air. Dengan kemampuan manajemen, finansial, dan suporter yang fanatik menjadi modal penting Laskar Mataram untuk menapak menuju Liga 1.

"Saya optimistis, PSIM akan promosi ke Liga 1. Salah satu syarat tim Liga 1 yakni memiliki tim elite kelompok usia muda. Nah itu tengah dirintis mulai musim ini, sehingga musim depan sudah siap semua," ucapnya.

Eks pelatih Bali United itu menegaskan, kehadirannya di PSIM bukan untuk menyaingi atau menggantikan peran Vlado sebagai pelatih kepala.

"Saya di sini tidak akan menganggu kerja Vlado. Saya tahu kualitas Vlado sebagai pemain dan pelatih, dia cukup bagus. Saya lebih fokus pada pembinaan usia muda," tegasnya.(gk-18)

 

 

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. PSG Menangkan Perburuan Matthijs De Ligt?
2. Kans Juventus Bajak Mauro Icardi Masih Terbuka
3. Kangkangi Ronaldo, Messi Puncaki Daftar Atlet Terkaya 2019
4. Ungkapan Irfan Bachdim Setelah Indonesia Dilibas Yordania
5. Piala Dunia Wanita: Menang 13-0, AS Malah Dikecam
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia