Berita Live Scores
Persebaya Surabaya

Liga 1 2019: Djadjang Nurdjaman Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Surabaya

23.05 WIB 21/07/19
Djadjang Nurdjaman - Persebaya
Djanur juga menyoroti konsistensi timnya lantaran jadwal padat yang dihadapi.

LIPUTAN    ADITYA WAHYU PRATAMA     DARI    SURABAYA

Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman, menyoroti konsistensi anak asuhnya setelah diimbangi TIRA Persikabo, 1-1, dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (21/7). Ini merupakan laga keempat secara beruntun Bajul Ijo tanpa kemenangan.

Situasi yang sama sempat terjadi di awal musim bagi Persebaya. Saat itu, Ruben Sanadi dan kawan-kawan baru mendapatkan kemenangan perdana setelah hasil mengecewakan di empat laga awal termasuk saat menjalani laga leg pertama perempat-final Piala Indonesia kontra Madura United (19/6).

"Kembali kami mengalami kegagalan meraih poin penuh di kandang, ini tidak diinginkan semua pihak. Kami semua kecewa terutama suporter. Tapi tetap akan evaluasi kesalahan di setiap laga. Hal yang mencolok tentu penyelesaikan akhir, banyak peluang tetapi tidak ada gol tambahan," ungkap pria yang akrab disapa Djanur tersebut. 

"Serangan balik lawan cukup sempurna, mereka bisa membalas. Situasi tersebut sudah kami ingatkan ke pemain, tetapi pemain sudah berjuang maksimal. Bahkan pemain yang tidak fit juga sudah memberikan yang terbaik. Tetapi itulah sepakbola, hasilnya kadang tidak sesuai harapan meski kami sudah berusaha keras," tambahnya.

Selain itu, mantan pelatih Persib Bandung tersebut juga menilai jadwal padat yang sempat dihadapi timnya memberikan banyak pengaruh akan konsistensi timnya. Djanur mengakui rotasi yang dilakukan malam ini imbas dari hal tersebut. 

"Kami merotasi banyak pemain karena hampir empat hari sekali harus bermain. Mereka juga manusia, pasti merasakan kelelahan. Akhirnya ada beberapa pergantian dan pergeseran posisi pemain untuk mengatasi hal tersebut," tuturnya. 

"Saya bukan mencari kambing hitam, tetapi jujur kami belum konsisten dari pertandingan ke pertandingan karena jadwal cukup padat dibandingkan tim lain. Piala Presiden dan terutama Piala Indonesia yang membuat jadwal kami menjadi padat dan hasilnya seperti ini. Tetapi semoga harapan kami semua setelah ini, bisa bangkit," jelasnya.

Selain itu, Djanur mengaku kecewa dengan performa wasit Yudi Nurcahya di laga tadi. Beberapa hal dianggapnya luput dari penglihatannya sehingga merugikan tuan rumah.

"Pemain melihat dengan jelas, ada dua kali kejadian handsball di kotak penalti lawan. Wasit tidak mau memberikan penalti meski kami main di kandang sendiri, jadi kami sedikit kecewa. Kami pernah mengajukan protes, tetapi tidak tahu ada tindak lanjut atau tidak. Memang tidak akan mengubah skor, tetapi biar masyarakat semua tahu. Kami tidak mau mencari kambing hitam tetapi kenyataannya seperti itu," imbuhnya.

Sementara itu, kapten tim Persebaya, Ruben Sanadi, mengkritik penyelesaian akhir timnya yang sedikit tumpul meski banyak menciptakan peluang. Dirinya mengakui bila permintaan maaf saja tidak cukup untuk mengobati kekecewaan suporter.

"Kami sudah berusaha, tetapi tidak bisa dipungkiri tim lawan sangat bagus dan punya strategi yang baik. Apa yang disampaikan pelatih sudah coba dilakukan tetapi lengah sedikit sehingga terjadi gol. Itu akan jadi evaluasi pelatih kepada kami pemain belakang. Tetapi kalau boleh menilai, pemain depan kami kurang penyelesaian akhir," ungkapnya.

"Terima kasih Bonek dan Bonita (julukan suporter Persebaya). Kami akan berusaha terus, semoga ke depan kami bisa perbaiki dan kami akan berjuang," pungkas Ruben.(gk-62)