Liga 1 2019: CEO PSIS Semarang Nilai Timnya Wajar Dikritik Suporter

Komentar()
Aurelius Balakosa
Yoyok pun menjadikan kritikan dari suporter sebagai bahan evaluasi tim PSIS.


LIPUTAN   AURELIUS BALAKOSA     DARI   SEMARANG   

PSIS Semarang harus menelan kado pahit menjelang peringatan ulang tahun mereka yang ke-87, dalam partai perdana kompetisi Liga 1 musim 2019.

Bertanding di hadapan publik pencinta PSIS, tim besutan Jafri Sastra kalah 2-1 dari tim promosi Kalteng Putra FC di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Kamis (16/5). Dalam pertandingan tersebut, sejatinya Laskar Mahesa Jenar menguasai jalannya pertandingan selama 90 menit, namun hanya satu gol yang dihasilkan lewat tendangan Septian David Maulana yang berhasil menjadi skor.

CEO PSIS, A.S. Sukawijaya, mengakui hasil tersebut sangat menyakitkan bagi tim dan suporter tuan rumah. Setelah pertandingan, suara-suara kritikan dan bentangan spanduk menjadi atmosfer usai wasit Aprisman Aranda meniupkan peluit berakhirnya babak kedua.

"Terkait aksi suporter yang memberikan pendapat, bahkan kritikan, itu saya hormati. Kritikan cukup pedas itu penting, mengingat PSIS sekarang bukan tim kaleng-kaleng, ibaratnya seperti itu. Materi pemain sudah merata, lah kok ijek (masih) kalah, kan suporter wajar memberikan hujatan, tekanan, bahkan kritikan. Ini harusnya menjadi bahan evaluasi bagi kami," tegas pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu.

Dengan kritikan tersebut, lanjut Yoyok, manajemen, ofisial, pelatih, dan pemain tidak perlu nglokro (patah semangat-red), tetapi malah sebaliknya harus semakin bangkit. Karena musim lalu posisi PSIS lebih berat, terseok-seok dari papan bawah, bahkan zona degradasi, namun pada akhir kompetisi finis di posisi kesepuluh papan klasemen.

"Bahkan tahun lalu itu kalau habis kalah, yang kami pikirkan besok caranya menang itu bagaimana. Karena musim lalu PSIS kalah di semua lini. Tetapi kalau sekarang tidak, materi pemain musim sekarang lebih merata di semua lini. Saya lebih optimistis PSIS bisa berbicara lebih baik musim 2019," jelas anggota Exco PSSI ini.

Lebih lanjut, Yoyok mengapresiasi kerja keras pemain dalam pertandingan lawan Laskar Isen Mulang. Hari Nur dan kawan-kawan memberikan permainan ultraofensif selama 90 menit. Dia berpesan kepada pemain untuk tetap optimistis di pertandingan berikutnya, karena kompetisi masih panjang.

"Tentu saja dari hasil sangat menyakitkan. Kami melihat peluang sangat banyak, namun tidak bisa menjadi gol. Sementara dua gol lawan terjadi dari skema counter attack dengan minim peluang. Memang sepakbola seperti itu, tim yang menyerang terus belum tentu menang. Dewi fortuna belum memihak kami. Saya tetap optimistis tim musim ini akan memenuhi target manajemen di akhir kompetisi," tambah pria berusia 41 tahun ini.

Selain itu, Yoyok mengakui ada hal yang biasa dilakukan sebelum laga perdana lupa dilakukan, yakni berdoa bersama anak yatim piatu.

"Doa bersama anak yatim piatu ini sudah menjadi budaya tim PSIS. Tetapi awal musim ini lupa, karena mungkin kami kemarin habis launching, terlalu mepet dan lain sebagainya," pungkasnya.(gk-18)

 

 

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Duo Eks Persib Resmi Ke Perseru Badak Lampung FC
2. Kalah Di Final Coppa Italia, Gian Piero Gasperini: Ini Skandal!
3. Gabung Inter, Radja Nainggolan Merasa Jadi Melempem
4. Antoine Griezmann Hengkang, Presiden Atletico Madrid Kecewa
5. Alisson, Cristiano Ronaldo & 20 Transfer Terbaik 2018/19
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Liga 1 2019 - Footer Banner

Tutup