Lapangan Sintetis Ancam Michael Essien & Carlton Cole

Komentar()
Pandu Persada
Djanur menyatakan, Essien bisa tidak bermain selama satu pekan jika berlatih di lapangan sintetis tiga kali.


OLEH   DONNY AFRONI & PANDU PERSADA

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengaku harus pintar dalam memilih lapangan agar anak asuhnya merasa nyaman saat menjalani latihan. Persib kemarin terpaksa berlatih di lapangan sintetis Lodaya akibat tidak mempunyai jadwal di Stadion Arcamanik.

Bahkan Cole menjalani latihan terpisah dari tim, dan Djadjang memberikan menu khusus kepada sang striker. Djadjang mengakui lapangan sintetis kerap dikeluhkan pemain, baik lokal maupun asing.

SIMAK JUGA: Tony Sucipto Tak Terbebani Rekor

“Kami latihan di sini karena tidak mendapatkan jadwal latihan di Stadion Arcamanik. Di sini relatif bagus untuk aliran bola. Tapi untuk beberapa pemain, seperti Essien, dia bermasalah kalau terus-terusan latihan di sini,” jelas Djanur, sapaan Djadjang, dikutip laman Galamedianews.

“Mungkin kalau tiga kali latihan di sini, dia bisa satu minggu tidak bisa main,‎ karena buat mereka terasa sekali.”

SIMAK JUGA: Jelang Persib, Pemain Borneo Bertumbangan

Sedangkan mengenai kondisi Sergio van Dijk, Djanur menyatakan masih membutuhkan konsultasi lebih lanjut. Pemain naturalisasi kelahiran Belanda itu tampak mengikuti seluruh sesi, termasuk gim internal di akhir latihan.

“Sergio sudah ada perkembangan, meskipun belum normal. Kami masih ada sisa latihan dua hari menjelang pertandingan melawan Borneo FC. Nanti perlu saya tanya lagi kesiapannya. Tapi tadi, saya lihat sekilas peluangnya ada hanya saya belum yakin,” jelas Djanur.

Sementara itu, bek Supardi tidak mempermasalahkan Persib harus bermain bertahan, walau mendapat kritikan. Menurutnya, skema permainan itu dibutuhkan tergantung dari situasi yang mereka hadapi.

SIMAK JUGA: SvD Belum Dijamin Main Lawan Borneo FC

“Kami harus belajar dari pengalaman. Tahun sebelumnya, Persib bermain terbuka dan kalah. Kemarin, kami main berbeda, sehingga hasilnya juga kan menjadi berbeda. Apapun strategi dan permainannya, pelatih lebih tahu, meskipun ada pihak yang sedikit mencemooh,” ujar Supardi.

“Enggak mudah untuk selalu meraih poin. Misalnya di Padang kemarin, banyak yang harus diperhatikan, karena mereka tim kuat, dan lapangan juga buat kami sulit menguasai bola.” (gk-68)

 

Footer Goal Indonesia Instagram

Artikel Selanjutnya:
Tinggalkan Sriwijaya FC, Alberto Goncalves Sedih
Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Huddersfield Town 0-3 Manchester City
Artikel Selanjutnya:
Syahrian Abimanyu Pamit Dari Sriwijaya FC
Artikel Selanjutnya:
Gennaro Gattuso: Gonzalo Higuain Berlatih Dengan Sangat Buruk
Artikel Selanjutnya:
Hari Nur Yulianto Perpanjang Kontrak Dengan PSIS Semarang
Tutup