Koneksi Prancis: Rai, Ronaldinho, Neymar Dan Cinta PSG Dengan Pemain Brasil

Getty Images
Mantan bintang Barcelona itu pemain Brasil ke-33 yang mengenakan jersey merah, putih dan biru ikonik klub ibukota Prancis.

Di dalam kota yang menampung sebagian karya seni terbaik dunia, bangunan-bangunan paling spektakuler di dunia, tidak mengejutkan orang-orang Paris mengembangkan selera mencari hal flamboyan dan juga menantang dalam semua aspek kehidupan.

Ini juga berlaku pada sepakbola dan mungkin salah satu alasan utama fans Paris Saint-Germain membangun hubungan spesial dengan salah satu talenta terbaik dunia: Bintang asal Brasil.

Selama bertahun-tahun, 33 pemain berbeda dari negara Amerika Selatan itu telah mengenakan jersey PSG, dan ketika Thomas Tuchel mengirim tim menghadapi Rennes pada final Coupe de France Minggu (28/4) dini hari, susunan starternya bisa didominasi pemain Brasil daripada pemain Prancis.

Di antara bintang-bintang itu, yang paling mewah adalah Neymar. Pemain termahal dunia dengan banderol  €222 juta, dia pulih dari cedera dan bermain selama 45 menit melawan Monaco akhir pekan lalu dan ia diperkirakan bisa tampil penuh di Stade de France.

Mantan pemain Barcelona berusia 27 tahun itu memiliki apa yang sangat dikagumi dari pemain Brasil di City of Lights: dia selalu berusaha tampil spektakuler, penuh kepercayaan diri dan kemampuan melakukan itu dengan penuh artistik. Dia seorang box office dalam kota yang secara tradisional hanya menuntut yang terbaik di semua sendi kehidupan.

Rekan senegaranya Thiago Silva, Marquinhos dan Dani Alves juga akan didorong jadi starter, meski itu tergantung pada kondisi kebugaran masing-masing pemain.

French Connection Brazil

Grup berisi empat pemain Brasil ini bukan hal baru di ibukota Prancis. Suporter PSG telah mengagumi pemain Brasil sejak 1990-an, ketika Geraldao, Ricardo Gomes dan Valdo datang dari sepakbola Portugal pada 1991. Sebelumnya sudah ada pendahulu mereka, Joel Camargo menjadi pemain Brasil pertama di klub pada 1971, tetapi kedatangan tiga serangkai itu menjadi awal dari era baru.

Dan kemudian Rai, bergabung pada 1993 dari Sao Paoulo, menyegel ikatan antara kota dan pemain dari negeri Samba. Sang gelandang, yang sepakat bergabung ke klub karena penasaran dengan sejarah dan budaya kota, menjadi ikon klub selama lima tahunnya di sana, ketika pada periode itu ia mengangkat trofi Piala Dunia 1994 bersama Brasil.

Kemudian datang Ronaldinho pada 2001. Bergabung dari Gremio dan dipandang sebagai salah satu calon pemain terbaik dunia, kegemarannya untuk bermain menghibur terasa sempurna bagi suporter PSG, meski kesukaannya dengan kehidupan glamor dinilai kurang ideal bagi pelatih Luis Fernandez.

"Saya tidak memiliki masalah dengan dia. Ronaldinho memiliki masalah dengan dirinya sendiri. Dia tidak memiliki gaya hidup atlet level top," ujar Fernandez.

Tetapi meski dia tidak menggapai potensi penuh di Paris, Ronaldinho membuat suporter terpana dengan tekniknya yang brilian hingga membuat Barcelona menggaetnya. Di Camp Nou, dia memenangkan Ballon d'Or 2005, pemain terbaik dunia FIFA dua kali dan menahbiskan dirinya sebagai salah satu pemain paling ikonik sepanjang masa.

Menyusul kepergiannya, tidak pernah lagi hingga QSI mengambil alih klub pada 2011, mereka berhasil menggaet talenta-talenta terbaik dari Brasil lagi.

Thiago Silva PSG Monaco Ligue 1 15042018.jpg

Dalam hal ini, Maxwell menjadi pemain baru kunci. Teman dekat Zlatan Ibrahimovic, dia dipandang sebagai pemain kunci skuat, tidak hanya karena pengalaman sebagai bek kiri, tetapi juga karena dia sangat ahli dalam menyatukan skuat dalam ruang ganti yang sangat beragam.

Sementara itu, Thiago Silva terus memperluas pengaruhnya di dalam skuat sejak bergabung dari AC Milan pada 2012, dengan bek veteran itu bergabung ke daftar elit yang hanya dihuni enam pemain, yaitu mereka yang mencatatkan 300 caps atau lebih untuk tim.

Marquinhos tidak terlalu tertinggal di belakang, ia membuktikan diri sebagai salah satu bek tengah terbaik dunia dan juga bisa menunjukkan kualitas sebagai gelandang bertahan. Dia memiliki potensi menjadi legenda di Paris.

Tetapi Neymar yang terus mencuri perhatian di antara pemain Brasil lain. Pencetak 48 gol dalam 54 pertandingan untuk klub ibukota Prancis itu akan berharap bisa menambah daftarnya akhir pekan ini.

Dia belum fit ketika PSG mengangkat trofi juara, jadi ini akan menjadi malam yang sangat menjanjikan bagi salah satu berlian Brasil tersebut.

 

 

Tutup