Koneksi Prancis: Julian Draxler - Di Ambang Kejayaan

Getty
Penyerang Jerman ini menjadi salah satu pemain asing yang tampil impresif di Ligue 1 Prancis - liga yang penuh talenta.

Tidak mudah menjadi Julian Draxler. Pesepakbola dengan talenta besar, dia selalu menebar potensi untuk menusuk level tertinggi tetapi mungkin masih gagal menuntaskannya.

Bersama Schalke, dia menjadi wonderkid, tetapi pindah ke Wolfsburg membuat perkembangannya melambat. Transfer ke Paris Saint-Germain membuatnya bangkit, tetapi beberapa bulan kemudian klub ibukota Prancis itu merekrut Neymar dan Kylian Mbappe - dua pemain termahal dunia - memaksa pemain Jerman yang akan berusia 25 tahun pekan depan itu kembali berjuang meraih posisi utama.

Tetapi jika biasanya pemain lain akan mencari pintu keluar untuk menghindari persaingan dengan kedua pemain fenomenal tersebut, Draxler malah menyambutnya. Meski rumor selalu mencuat - dengan Barcelona dan Arsenal diyakini tertarik - dia tetap menegaskan loyalitasnya pada PSG.

Julian Draxler Schalke 2011

“Saya tidak melihat alasan untuk kabur," ujarnya di musim panas. "Persaingan sangat ketat, terutama pada posisi saya, dengan Mbappe dan Neymar bermain di sana, dua pemain terbaik dunia - atau setidaknya akan demikian di masa depan menurut saya.

"Saya bermain 47,48 pertandingan musim lalu dan saya yakin, saya juga akan bermain musim ini. Saya menyukai klub dan kota ini. Saya merasa nyaman, dan karena itulah tidak ada alasan bagi saya mencari kesempatan untuk  hengkang."

Jelas, jika PSG ingin menggapai ambisi untuk meraih gelar juara Liga Champions suatu hari nanti, Draxler adalah tipe pemain yang mereka butuhkan di dalam skuat, ia memiliki determinasi tinggi, serba bisa dan berkualitas.

Dia menghabiskan mayoritas musim lalu bermain di posisi yang disebut oleh Lucien Favre sebagai "nomor sembilan setengah", meski perubahan dari pelatih Unai Emery ke Thomas Tuchel membuat peran pastinya di PSG baru masih belum ditentukan.

Bagaimanapun juga, kemampuan serba bisa Draxler membuat dirinya bisa bermain dalam beberapa posisi.

"Saya harus berjuang di latihan tetap sekarang saya maju selangkah demi selangkah. Saya akan memberi segalanya untuk masuk ke starter dan saya yakin, saya memiliki kualitas untuk itu," ujarnya tahun lalu. Sekarang kesempatannya tiba.

Draxler GFX

Dalam beberapa bulan ke depan, dia memiliki kans untuk mendapat banyak menit bermain. Kartu merah Kylian Mbappe di Nimes mungkin menjadi bencana bagi PSG, tetapi itu menjadi anugerah bagi Draxler. Ia kini memiliki prospek tiga pertandingan untuk meyakinkan Thomas Tuchel bahwa dirinya layak, terutama ketika memasuki periode padat sehingga rotasi menjadi kewajiban.

Setelah menjuarai Piala Konfederasi 2017 dan menjadi pemain terbaik turnamen, membuktkan ia telah matang di level tertinggi, dan tidak diragukan lagi ia menjadi aset berharga bagi PSG ataupun Ligue 1.

Sementara itu, ambisi yang ia miliki menjadi pendorong motivasi, seperti yang ia ungkap saat diperkenalkan klub: "Klub ini memiliki potensi besar dan mendapat banyak respek dalam beberapa tahun terakhir. Saya memiliki target yang sama.

"Saya ingin berkembang, seperti klub ini, dan kami ingin menjadi klub top di sepakbola Eropa. Kami dalam jalur yang tepat. Kami pasti bisa meraih target ini."

Dia mungkin bukan pemain reguler, tetapi Draxler adalah pemain yang paling bisa menggantikan peran Mbappe dalam beberapa pekan ke depan.

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Robinho: Kenapa Saya Pilih Real Madrid Ketimbang Barcelona
2. Luis Enrique: Tak Ada Yang Sebanding Dengan Lionel Messi
3. Pertama Dalam 20 Tahun, Italia Tak Gunakan Pemain Juventus
4. Timnas Indonesia Mainkan Sepakbola Modern
5. FIFA 19: Mbappe & Deretan Bintang Dengan Skill Bintang Lima
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

Footer Banner Ligue 1

 

 

Tutup