Berita Live Scores
Ligue 1

Koneksi Prancis: Hadapi Le Classique, Marquinhos Pimpin PSG Dengan Peran Baru

21.41 WIB 17/03/19
Marquinhos PSG 2018-19
Marquinhos semakin menikmati peran sebagai gelandang paruh waktu bagi Paris Saint-Germain.

Krisis lini tengah yang menimpa Paris Saint-Germain telah membuat pelatih Thomas Tuchel sakit kepala. Dia pun 'dipaksa' untuk segera mencari solusi.

Adrien Rabiot kurang disukai dan dengan kelangkaan opsi pemain untuk mendampingi Marco Verratti menyusul pensiunnya Thiago Motta musim panas lalu, Marquinhos didorong untuk membuktikan solidaritasnya bermain di lini kedua tim.

Di sepanjang kariernya, pemain berusia 24 tahun itu telah menunjukkan prospeknya sebagai seorang pemain bertahan, tetapi juga mudah beradaptasi dan dapat diandalkan. Awalnya, dia diperankan untuk mengisi bek kanan saat diperlukan, namun musim ini diperaya untuk melengkapi sektor gelandang klub ibu kota.

Selepas membawa PSG mengalahkan Manchester United 2-0 di Old Trafford Februari lalu, dia memastikan bahwa dirinya "semakin dan semakin" menikmati peran barunya tersebut.

"Saya mencoba meningkatkan diri saya dan berkonsentrasi dalam latihan untuk mempelajari skill yang baru," ujarnya.

Sempat memperlihatkan penampilan kurang meyakinkan sebagai No.6 ketika menghadapi Liverpool di Liga Champions pada awal musim, dia kemudian memperbaiki diri untuk meningkatkan peran barunya tersebut. Hasilnya, bisa dilihat ketika dia tampil luar biasa membelenggu Paul Pogba.

Peran itu seolah memang sudah dirancang untuknya, seorang pemain yang selalu berhasil menghentikan lawan dan dikenal punya tekel-tekel serta blok-blok penting. 

"Dia memiliki seluruh kualitas untuk beralih dari bek tengah ke gelandang. Teknik bermain jelas, kemampuan membaca lawan dan hasratnya untuk selalu meraih kemenangan. Sungguh penting membawa mentalitas tangguh ke lapangan," ujar Christian Karembu kepada Le Parisien.

Paket komplet ini dipamerkannya ketika berandil dalam gol Mbappe. Memenangkan possesion sebelum membagi bola ke pemain kreatif seperti Verratti. Bergulir tujuh umpan-umpan cepat sebelum si stiker menceploskan bola ke gawang lawan.

Tentu, peran ini masih harus dipelajari Marquinhos lebih dalam lagi, sebab efektivitasnya dalam bertahan menjadi sedikit berkurang ketika dia benar-benar dibutuhkan bermain rapat.

Mantan gelandang PSG Fabrice Abriel melihat Marquinhos sebagai opsi paruh waktu di lini tengah klub.

"Untuk pertandingan-pertandingan sepadan, seperti di Liga Champions atau melawan tim-tim terbaik di Ligue 1, dia bisa sangat berguna di posisi itu," ujarnya kepada Le Parisien.

"Kecepatan dan kemampuannya untuk memenangkan duel sangat berguna bagi PSG. Selain itu, Tuchel tidak punya pilihan. Leandro Paredes atau Julian Draxler mungkin menggantikan Verratti. Tetapi Verratti tetap Verratti. Di skuat PSG, hanya ada satu Marquinhos."

Setelah ketersingkiran PSG di Liga Champions gara-gara kalah 3-1 dari United di kandang sendiri, tiga pekan berikutnya Marquinhos mengangkat kembali spirit tim seiring dirinya mencetak gol pembuka dalam kemenangan 4-0 atas Dijon, laga vital yang bisa meningkatkan kembali moral tim.

Karakter dan spiritnya bisa dikatakan tak ada tandingan di PSG.

Jelang bentrokan bertajuk Le Classique kontra Olympique Marselle di Parc des Princes, Minggu akhir pekan ini, dia sekali lagi akan menunjukkan atribut terbaiknya tersebut, bahkan dengan memainkan peran baru di lini tengah.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Zinedine Zidane Dengan Senang Hati Latih Kylian Mbappe Zinedine Zidane semakin meruncingkan isu terkait keinginan Real Madrid memboyong Kylian Mbappe, dengan sang pelatih menyatakan, dirinya akan dengan senang hati memoles youngster Prancis tersebut. Penyerang berbakat milik Paris Saint-Germain tersebut memang santer dikait-kaitkan dengan isu kepindahan menuju Santiago Bernabeu. Jauh sebelum PSG meminjam Mbappe dari Monaco, manajemen Los Blancos sebetulnya hampir mendapatkan tanda tangan penyerang jawara Piala Dunia 2018 itu. Semenjak itu, ketertarikan Madrid pada Mbappe tak pernah redup. Pemain berusia 20 tahun itu memang telah digadang-gadang merupakan salah satu terbaik dunia saat ini setelah berhasil juara di Rusia bersama Prancis. Zidane menyambut dengan tangan terbuka potensi Mbappe memperkuat Madrid di masa yang akan datang. "Saya ingin melatih Mbappe, sebagaimana seluruh pemain bagus lainnya. Tetapi, ini bukan waktunya untuk membicarakan tentang itu," ujar Zidane. Zidane, yang akan menjalani periode kedua dia di Santiago Bernabeu setelah meninggalkan klub tersebut selama delapan bulan, turut menjawab soal kans Madrid mengangkut sekaligus dalam satu paket, Mbappe dan Neymar. Selain Mbappe, Madrid juga berkali-kali dispekulasikan hendak mendatangkan megabinang Brasil ini, yang memperkuat tim yang sama dengan penyerang Prancis tersebut. "Neymar atau Mbappe? Saya tidak akan membicarakan para pemain yang bukan milik saya," tambah pria yang sukses sebagai pemain dan pelatih bersama Madrid itu.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on Mar 15, 2019 at 2:10pm PDT

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. UEFA Bakal Sanksi Cristiano Ronaldo?
2. Undian Perempat-Final UCL: Man United Harus Mengalah Pada City
3. Raheem Sterling Masuk Skema Revolusi Real Madrid
4. Untuk Pemain Asia, Persib Bandung Punya Beberapa Pilihan
5. Alessandro Del Piero Nikmati Kunjungan Ke Bali
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia