Komite Adhoc Integritas PSSI Akan Bantu Satgas Anti Mafia Bola

Ratu Tisha & Ahmad Riyahd - PSSI
Muhammad Ridwan
Riyadh menyebut menghormati kasus yang sedang diselidiki Satgas Anti Mafia Bola.

Ketua komite Adhoc Integritas PSSI Ahmad Riyadh, mengatakan pihaknya tidak bakal menghalangi kerja Satgas Anti Mafia Bola. Ia menyebut bakal menghormati kasus match-fixing yang sedang diselidiki tim tersebut.

Sejauh ini, Satgas Anti Mafia Bola sudah menetapkan sejumlah tersangka terkait kasus tersebut. Kondisi tersebut setelah mereka mendalami laporan diberikan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indriyani.

"Yang sudah berjalan saat ini proses hukumnya harus kami hormati selama prosesnya berjalan sesuai aturan hukum," kata Riyadh.

Menurut Riyadh, pihaknya tak bisa memberikan hukuman terhadap pelaku yang terbukti berbuat curang. Hal ini karena PSSI sudah mempunyai komite disiplin (Komdis) yang berwenang.  

"Contohnya seperti ini. Dalam permainan sepakbola, ada salah satu pemain yang memasukkan bola ke gawangnya sendiri dengan sengaja. Itu sudah merupakan suatu pelanggaran."

"Itu akan dihukum oleh yuridiksi PSSI dan akan kami tanyakan bahwa dia melakukan itu disuruh siapa. Kalau pelakunya ternyata orang dalam PSSI ya dihukum oleh yuridiksi PSSI.

"Tetapi kalau teryata jangkauan orangnya di luar PSSI, maka baru kami rekomendasikan ke pihak kepolisian [Satgas Anti Mafia Bola] yang sudah ada dan tinggal diverifikasi. Jadi ada yang masuk ke ranah polisi, ada yang masuk ke ranah PSSI. Intinya seperti itu."

 

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Fans Hina Lagu Kebangsaan & Lempar Benda Iringi Kegagalan UEA
2. Pep Guardiola: Bakal Sulit Kejar Liverpool
3. Madura United Pinjamkan Dua Pemain Ke Persija
4. Philippe Coutinho Berterima Kasih Pada Lionel Messi
5. Krzysztof Piatek & 20 Transfer Termahal Januari 2019
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

Footer - Liga 1

 

Tutup