Kisah Awal Pembentukan Persipura Jayapura Putri Yang Belum Terkalahkan Di Grup B

Komentar()
Abi Yazid / Goal
Di Liga 1 Putri 2019, Persipura menggandeng Persitoli Tolikara yang merupakan juara Piala Pertiwi 2017.

LIPUTAN   ABI YAZID    DARI   MALANG   

Persipura Jayapura Putri melesat sebagai tim yang belum terkalahkan di grup B Liga 1 Putri 2019. Menjalani tiga pertandingan dengan kemenangan, mereka sukses mencetak tujuh gol tanpa kebobolan sama sekali.

Tidak heran, dengan modal permainan kompak dan komposisi yang merata di semua lini, kini mereka menjadi unggulan untuk menjadi jawara Liga 1 Putri edisi pertama. 

Namun, pelatih Persipura Putri, Samuel Weya, terus mengingatkan anak asuhnya untuk tidak cepat puas. Pasalnya, masih ada 12 pertandingan yang belum diselesaikan.

"Memang kini sepertinya semua orang mulai melihat kami. Tetapi kami pribadi tidak ingin jemawa, kami belum melihat kemampuan tim lain di grup A. Bola bulat, kami tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi ke depan," kata Samuel. 

"Kalau lolos ke semi-final kami akan berusaha keras melakukannya dan kami meyakini kami mampu. Untuk juara, kami tahan dulu karena laga grup ini belum selesai dan laga semi-final juga belum dilakukan. Seri 2, 3, dan 4 kami akan berusaha keras sapu bersih, memenangkan semua pertandingan dan mendapatkan poin maksimal," tegas Samuel.

Di samping itu, Samuel juga bercerita panjang lebar tentang kekompakan pasukannya, termasuk kisah awal pembentukan tim ini. Salah satunya adalah mereka sudah berkumpul lama dalam tim Persitoli Tolikara. Tidak heran jika di jersey tim, ada dua buah logo yaitu Persipura dan Persitoli.

Persitoli sendiri adalah juara dari Piala Pertiwi pada tahun 2017. Pemain seperti Regina Wonda, Rulin Aspalek, dan Norfince Boma adalah penggawa timnas wanita Indonesia. Sementara pemain lain meskipun tidak memiliki label pemain timnas, namun semuanya sudah saling mengerti. Sehingga dibandingkan tim lain, tidak ada perbedaan kemampuan individu di tim Persipura ini.

"Jadi Persipura pakai kami untuk berkompetisi di Liga 1 Putri ini. Tiga pemain kami adalah pemain tim nasional, bahkan kiper (Norfince Boma) adalah kiper utama timnas sehingga mungkin pemain belakang kami lebih tenang yang membuat kami belum kebobolan," sambung Samuel.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Tim ini sudah dimulai sejak 2009, kami mengumpulkan pemain sejak mereka masih usia dini. Setiap kompetisi kami ikut dan kami semakin hari semakin kompak, dan kami ingin membuat masyarakat Papua senang jika nanti kami menjadi juara. Tetapi kami sendiri masih memiliki kelemahan, salah satunya adalah penyelesaian akhir. Striker kami agak mandul sedikit, kami perlu melakukan pembenahan," tambahnya.

Kekuatan Persipura Putri juga diakui oleh pelatih Bali United Putri, Sandika Pratama. Bali United menjadi salah satu tim yang sudah dikalahkan Persipura.

"Persipura berada di level yang berbeda pada grup B ini, mereka memberikan pressing dan tekanan kepada kami dengan baik. Kualitas permainan dan kualitas individu mereka sangat baik. Kami akui jika kami kalah. Tetapi kami masih memiliki pertandingan lain melawan kontestan lain di grup B. Jika kami bisa mendapatkan poin melawan mereka kami bisa lolos ke semi-final," tegas Sandika.(gk-48)

Tutup