Kerikil Tajam Untuk Jerman & Brasil

Komentar()
Tersandungnya dua favorit kampiun tersebut di laga perdana, menunjukkan bahwa jalan terjal harus dilalui untuk berjaya di Piala Dunia 2018.

Ada dua tim yang selalu jadi pemimpin dalam berbagai jajak pendapat dan semua rumah taruhan, untuk prediksi siapa yang bakal jadi kampiun Piala Dunia 2018. Mereka adalah Jerman dan Brasil.

Menjadi satu fenomena yang sama sekali tak mengherankan. Jerman adalah juara bertahan Piala Dunia. Tim Panser juga minimal selalu melaju hingga babak semi-final turnamen akbar, di bawah Joachim Low. Sementara Brasil bagai sudah kembali ke era emas, dengan skuatnya dijejali bintang andalan klub-klub raksasa Eropa. Bersama Tite, Tim Samba bahkan tak terkalahkan di kualifikasi dan nyaris sempurna sepanjang uji coba.

Namun siapa sangka, keduanya justru petik hasil negatif di partai pembuka Piala Dunia 2018 kendati sama-sama hadapi lawan yang dipandang inferior. Jerman takluk 1-0 dari Meksiko, sementara Brasil bermain imbang 1-1 hadapi Swiss.

Kita mulai dari Jerman yang mengikuti jejak Italia, Prancis, dan Spanyol yang takluk di laga perdana Piala Dunia tatkala berstatus sebagai juara bertahan. Mereka memberi kemenangan paling bersejarah untuk Meksiko di Piala Dunia, lewat skor 1-0.

Padahal nyaris tidak ada yang salah dengan Jerman. Die Mannschaft menguasai bola lewat persentase 67 persen, melepaskan 26 tembakan (catatan terbanyak sepanjang turnamen berlangsung), dengan sembilan di antaranya tepat sasaran.

Namun Jerman juga memaparkan kelemahannya dengan tegas pada laga tersebut. Sang juara bertahan amat buruk dalam mengantisipasi serangan balik lawan. Tercatat ada tujuh peluang emas yang dimiliki Meksiko lewat situasi tersebut, dengan satu di antaranya berbuah gol melalui Hirving Lozano.

Selain itu Low juga memasang starting XI yang cukup eksperimental, lewat Marvin Plattenhardt di pos bek kiri dan Timo Werner sebagai ujung tombak. Nama pertama begitu tegang dan buruk dalam lakukan transisi bertahan-menyerang, sedangkan nama kedua minyak dalam air yang dipasok Thomas Muller dan Julian Draxler.

Jangan lupakan pula kehadiran Manuel Nueuer dan Jerome Boateng yang tampak jelas belum dalam kondisi fit 100 persen, usai didera cedera panjang.

Tak jauh berbeda dengan Brasil, kendati lebih baik dengan hasil imbang 1-1 hadapi Swiss. Padahal Seleccao mampu mendominasi 55 persen penguasaan bola, luncurkan 21 tembakan, yang lima di antaranya tepat sasaran.

Swiss dengan cerdik membaca dan mengeksploitasi kelemahan Brasil secara sempurna. Apalagi jika bukan mematikan poros permainannya, Neymar. Melalui Valon Behrami yang melanggar sang megabintang sampai enam kali sepanjang laga, kampiun lima kali Piala Dunia itu bagai kehilangan inspirasi.

Tite juga wajib melakukan pendekatan khusus pada Casemiro sebagai jangkar di lini tengah, lantaran tak pernah tampil sebagus di Real Madrid kala membela timnas. Fernandinho yang masuk di babak kedua, justru membuat permainan Brasil jadi lebih hidup.

Adapula Danilo yang memprihatinkan di pos bek kanan. Dia gagal mengimbangi eksplosivitas Marcelo di sisi bersebrangan dan membuat Willian bekerja terlampau keras di pos winger kanan.

Miranda pun jadi masalah lain karena bukan lagi bek tengah kelas wahid sejak tinggalkan Atletico Madrid. Dia bersalah atas gol Swiss lewat tandukan Steven Zuber, dari situasi klasik bola mati.

Fernandinho Ilkay Gundogan Germany Brazil 27032018 Friendly

Meski begitu, alarm bahaya Jerman dan Brasil belum berbunyi sekencang Spanyol atau Argentina. Selain karena hadapi dua lawan selanjutnya dengan level yang relatif lebih ringan, mereka tak benar-benar bermasalah secara pemainan.

Jerman punya julukan "Tim Diesel" yang lambat panas. Sejarah juga mendukung, karena mereka tak pernah terhenti di fase grup Piala Dunia. Sedangkan Brasil punya banyak alternatif pemain yang levelnya kompetitif dengan pilar utama, untuk hadirkan perbedaan dan berikan hasil positif.

Keduanya kini tengah menginjak kerikil tajam, sebagai pertanda bahwa jalan terjal harus dilalui untuk berjaya di Piala Dunia 2018. Namun tentu saja, jika tak pintar-pintar menghindarinya, perjalanan bisa terhenti seketika walau tujuan akhir masih jauh dari jangkauan.

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Manchester United Gagal Dapatkan Milan Skriniar
2. Argentina Hanya Berkaca Pada Lionel Messi
3. Ujian Berat Menanti PSM Makassar Usai Liburan
4. Sergej Milinkovic-Savic Disarankan Ke Juventus
5. Xherdan Shaqiri & Barisan "Kurcaci" Di Piala Dunia 2018

 

Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Liga 1: Arema FC - Bali United
Artikel Selanjutnya:
Sriwijaya FC Enggan Beberkan Peluang Rekrut Angel Alfredo Vera
Artikel Selanjutnya:
Simon McMenemy Puji Kiper Bhayangkara FC
Artikel Selanjutnya:
Rahmad Darmawan Sebut Penyelesaian Akhir Mitra Kukar Tak Efektif
Artikel Selanjutnya:
Kegugupan Datangkan Petaka Bagi Borneo FC
Tutup