Berita Live Scores
Liga 1

Kemenpora: Prosedur KLB Seharusnya Sesuai Dengan PSSI

14.10 WIB 05/05/19
Gatot S Dewa Broto dan Joko Driyono
Gatot pun menegaskan Pemerintah tidak memihak ke mana-mana terkait polemik yang terjadi di organisasi PSSI.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) selaku perwakilan Pemerintah angkat bicara mengenai situasi terkini di organisasi PSSI. Saat ini, sedang terjadi pro dan kontra terkait waktu pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) maupun Kongres Biasa PSSI.

Sebelumnya, PSSI dalam rapat komite eksekutif (exco) mereka telah menetapkan KLB digelar pada 13 Juli 2019 dengan tiga agenda yakni revisi statuta PSSI, revisi kode pemilihan PSSI, serta memilih anggota baru untuk komite pemilihan dan komite banding pemilihan.

Untuk pemilihan 15 exco PSSI yang terdiri dari ketua umum dan dua wakil ketua umum, serta 12 anggota, FIFA melalui surat resminya kepada PSSI menyarankan agar itu dilakukan saat Kongres Biasa PSSI pada Januari 2020.

Sebaliknya, para voter PSSI yang menggelar pertemuan di Jakarta, Sabtu (4/5), dengan difasilitasi oleh Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) meminta agar kongres pemilihan 15 exco dipercepat.

"Prosedurnya seharusnya sesuai, 'in line' dengan PSSI," tegas Gatot S. Dewa Broto, sekretaris Kemenpora. 

Gatot melanjutkan, terkait KLB, pemerintah tidak ingin komunitas sepakbola kembali dibuat lelah dengan situasi persepakbolaan nasional yang tidak menentu.

Dalam kesempatan yang sama, Gatot juga menegaskan bahwa Pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, tidak pernah memberikan dukungan kepada KPSN. 

"Pemerintah tidak berpihak ke mana-mana. Saya menerima kedatangan mereka karena saya orangnya terbuka. Namun ketika ada undangan mereka kepada kami, saya tidak mau datang. Kami tidak ingin berpihak ke mana-mana," ujar Gatot.

KPSN dalam upaya untuk mengumpulkan setidaknya 2/3 dari total 85 voters PSSI untuk mempercepat pelaksanaan kongres pemilihan 15 exco PSSI.

Gerakan yang dimotori oleh KPSN ini juga menimbulkan kontra di kalangan anggota PSSI sendiri. "Saya enggak ikut-ikutan KPSN. Mereka bukan anggota PSSI dan tidak punya legitimasi," ucap Anto Rahman, manajer PSPS Pekanbaru.

Hal senada juga dituturkan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. "PSIS patuh dan tunduk pada PSSI sebagai induk klub. Kami enggak ikut-ikutan di luar itu. Itu liar namanya," tegas Yoyok.

 

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Serangan Jantung, Casillas Masuk Rumah Sakit
2. Icardi Menuju Juventus, Moise Ke Inter Milan?
3. Howard: Selama Saya Hidup, Semoga Liverpool Tak Pernah Juara!
4. Bungkam Tottenham, Ajax Cetak Rekor Liga Champions
5. 20 Pemain Liga 1 2019 Dengan Market Value Tertinggi
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia