'Kekerasan Tidak Menguntungkan Sepakbola'

Komentar()
Persija Jakarta
Rivalitas memang tidak akan mungkin dilepaskan dari sepakbola namun rivalitas yang diiringi fanatisme buta, bukan juga sebuah pilihan.


OLEH  Gunawan Widyantara     Ikuti di twitter

Peristiwa memilukan baru-baru ini terjadi di Bandung setelah seorang bobotoh Persib Riko Andrian meninggal dunia karena dikeroyok oleh oknum bobotoh lainnya saat berusaha menyelamatkan fans Persija Jakarta Boboy Ilham Hafifi dari amuk suporter.

Masalah bentrok suporter tentu saja bukan hanya milik Indonesia, negara-negara dengan sepakbola yang dianggap maju sekalipun pernah berurusan dengan permasalahan ini, salah satunya Italia.

SIMAK JUGA: Bobotoh Dilarang Ke Stadion Dalam Lima Pertandingan

Meski demikian diterangkan jurnalis Tuttomercatoweb Francesco Fontana kepada Goal saat gelaran ICC 2017 di Singapura, keributan antarkelompok suporter di Italia terus ditekan dengan peranan aktif dari pemerintah.

Gunawan Widyantara & Francesco Fontana - Goal Indonesia & Tuttomercatoweb

"Masa lalu adalah masa lalu, kita harus menatap ke depan menuju sepakbola yang lebih baik," ungkap Francesco.

"Dahulu kekerasan kerap terjadi di Italia dan ini tidak menguntungkan untuk sepakbola. Tetapi situasinya sekarang sudah jauh berubah."

SIMAK JUGA: Pemain Persib Bandung Dinilai Kurang Tenang

"Komunikasi antarpihak yang terkait terus dijalin sementara pemerintah juga punya peranan sendiri untuk meminimalkan potensi yang bisa merusak masa depan sepakbola di Italia."

Di Indonesia khususnya pada perseteruan antara kelompok suporter Persib dan Persija, meski harga yang harus dibayar sangat mahal dengan meninggalnya Riko, momentum perdamaian antarsuporter harus dijaga hingga dampaknya bukan hanya pada menguapnya tensi panas kedua suporter namun menjalar layaknya sebuah fenomena bola salju yang terus menggelinding membawa kebaikan pada sepakbola di Tanah Air.

Footer Goal Indonesia Instagram

Artikel Selanjutnya:
Stoper Belanda Lengkapi Pemain Asing Borneo FC
Artikel Selanjutnya:
Terdepak dari Timnas Indonesia U-22, Jayus Hariono Fokus Hadapi Persita Tangerang
Artikel Selanjutnya:
Lionel Messi Diparkir, Kevin-Prince Boateng Berpotensi Debut
Artikel Selanjutnya:
PS TIRA Berharap Legiun Asing Bisa Dimainkan
Artikel Selanjutnya:
Zulkifli Syukur Terancam Absen Kontra Kalteng Putra
Tutup