Karim Benzema, Liverpool - Pemenang & Pecundang Dari Keputusan Kontrak Kylian Mbappe Di PSG

Mbappe Benzema Klopp GFXGetty/GOAL

Keputusan Kylian Mbappe untuk meneken kontrak baru berdurasi tiga tahun bersama Paris Saint-Germain diyakini akan memiliki dampak besar di bursa transfer untuk beberapa musim mendatang.

Real Madrid terjebak dengan transfer tersebut, dengan superstar berusia 23 tahun itu tampaknya telah lama dikait-kaitkan ke Santiago Bernabeu.

Ini adalah pilihan yang menghasilkan pemenang dan pecundang di seluruh Eropa; beberapa sudah jelas, beberapa yang lain kurang begitu jelas...

Pemenang: Nasser Al-Khelaifi

Direktur olahraga PSG Leonardo sudah hengkang, namun jika Mbappe tidak meneken kontrak barunya, revolusi mungkin mengenai presiden klub Nasser Al-Khelaifi, yang sekarang telah menjabat selama lebih dari satu dekade.

Sebaliknya, dia menemukan dirinya aman dalam pekerjaan untuk waktu dekat, setidaknya.

Tanpa Mbappe, sulit membayangkan PSG membangun tim yang kompetitif di Liga Champions musim depan.

Namun, dengan Mbappe bertahan di Parc des Princes, juara Ligue 1 Prancis PSG setidaknya memiliki peluang untuk menegaskan kembali diri mereka di puncak sepakbola Eropa, meski komposisi skuad menunjukkan ini akan menjadi proyek yang harus diberikan lebih dari hanya satu tahun.

Nasser Al-Khelaifi Kylian Mbappe PSG GFX
G

"Saya akan perjelas, Kylian akan bertahan di PSG. Kami tidak akan pernah menjualnya dan dia tidak akan pernah pergi secara gratis," ujar Al-Khelaifi Juni lalu. Jika dia salah, dia mungkin akan meninggalkan jabatannya.

Pecundang: Florentino Perez

Tidak sering presiden Real Madrid Florentino Perez dibiarkan dengan hidung berdarah, tapi itulah yang terjadi dalam kisah ini, yang akhirnya membuatnya hampir tidak sadar.

Ketika reaksi awal di Real Madrid adalah kemarahan terhadap Mbappe, jelas bahwa situasinya adalah karena salah urus Madrid, yakni kegagalan mereka mengikat sang penyerang dengan perjanjian prakontrak yang ditandatangani sehingga membuat mereka gigit jari.

Los Blancos tidak hanya kehilangan Mbappe, mereka juga membiarkan diri mereka dikalahkan Manchester City dalam perburuan Erling Haaland, yang berarti bahwa mereka telah kehilangan dua bintang masa depan terbesar hanya dalam waktu sepekan.

Perez kini menghadapi beberapa pekan ke depan yang penting, di mana ia harus merencanakan masa depan yang sangat berbeda untuk klubnya, setelah sebelumnya begitu optimistis tentang perekrutan Mbappe.

Saat ini, dia dibiarkan terlihat lebih dari sedikit bodoh.

Pemenang: Rodrygo

Tidak semua orang di Real Madrid akan senang dengan hasil dari saga transfer ini.

Rodrygo, misalnya, adalah orang yang diuntungkan dengan tidak masuknya Mbappe le dalam skuad inti Real Madrid.

Pemain muda asal Brasil yang menjanjikan itu memiliki kesempatan terbatas untuk tampil mengesankan bersama Madrid pada musim ini, namun ia pastinya akan lebih sering tampil pada musim depan tanpa adanya Mbappe.

Rodrygo telah bersinar pada kesempatan musim ini, terutama di detik-detik penutupan semi-final Liga Champions lawan Manchester City, namun ia membutuhkan lebih banyak sepakbola tim utama untuk mewujudkan potensinya.

Rodrygo Real Madrid GFX
Getty Images

Vinicius Junior membutuhkan beberapa waktu sebelum masuk ke performa luar biasa yang telah dia tunjukkan musim ini, dan Real Madrid akan berharap bahwa karier Rodrygo bisa mengikuti jejaknya.

Jika Mbappe bergabung dengan klub, Rodrygo tidak akan memiliki ruang untuk berkembang. Ia kini diberi kesempatan itu – dan itu adalah salah satu yang harus dia ambil.

Pecundang: Mimpi Piala Dunia Karim Benzema

Sesaat sebelum keputusan Mbappe diumumkan, Karim Benzema memosting gambar misterius di Instagram yang memperlihatkan jarinya menunjuk ke lambang Real Madrid yang dikelilingi cahaya surgawi.

Meski tidak jelas apa yang disampaikan Benzema dengan pesannya, ini pastinya mengubah hubungan di antara keduanya.

Benzema dan Mbappe telah menjalin kemitraan yang menakutkan bersama Prancis, yang memuncak pada kesuksesan Nations League di Italia pada tahun lalu.

Kylian Mbappe Karim Benzema France GFX
Getty Images

Kesepahaman mereka hanya dalam beberapa pertandingan bersama sangat mengesankan, dan jika mereka diberi waktu enam bulan untuk bekerjasama sebelum Piala Dunia, Les Bleus mungkin tak terbendung di Qatar.

Kini tiba-tiba muncul tanda tanya terkait keduanya. Akankah chemistry tetap ada di antara mereka setelah keputusan mengejutkan ini? Apakah itu adalah sesuatu yang bisa membuat Benzema memaafkan Mbappe?

Pertanyaan-pertanyaan ini sebagai bisa dapat dijawab selama periode internasional yang akan datang, tapi bahkan jika hal-hal tetap positif di antara keduanya, akan selalu ada perasaan bahwa mereka mungkin akan menjadi lebih kuat di kancah internasional jika mereka juga menjadi rekan satu klub.

Pemenang: Liverpool

Keputusan Mbappe untuk tetap di PSG adalah berita yang bagus bagi Liverpool, yang mungkin akan menghadapi sakit kepala yang menyerang secara akut jika dia pindah ke Real Madrid.

The Reds menghadapi ketidakpastian terkait masa depan Sadio Mane dan Mohamed Salah, yang kontrak mereka akan berakhir pada 2023. Ini akan diperbesar jika PSG berada di pasar untuk mencari penyerang pada musim panas ini.

Salah, khususnya, masuk radar PSG dalam beberapa tahun terakhir karena keinginan mereka untuk memiliki bintang Arab di tim mereka untuk menarik pendukung potensial di wilayah dunia itu.

Mohamed Salah Sadio Mane Liverpool GFX
Getty Images

Langkah seperti itu sekarang tampaknya tidak masuk akal, yang ideal untuk Liverpool, karena dengan mengancam pindah ke PSG, Salah dan Mane memiliki kekuatan yang lebih besar dalam negosiasi gaji antara mereka dan klub.

Itu sekarang sudah berlalu - selama Madrid tidak mengalihkan pandangan transfer mereka ke Anfield - mendorong adanya keseimbangan demi The Reds.

Pecundang: La Liga

Presiden La Liga Javier Tebas sangat marah ketika mengetahui keputusan Mbappe untuk bertahan di PSG.

Tebas menulis di Twitter: "Apa yang dilakukan PSG dengan memperbarui kontrak Mbappe untuk sejumlah besar uang (siapa yang tahu di mana dan bagaimana itu akan dibayarkan) setelah mengumumkan kerugian €700 juta dalam beberapa musim terakhir dan memiliki beban upah €600 juta adalah penghinaan terhadap sepakbola. Al-Khelafi sama berbahayanya dengan Liga Super."

Tak lama setelah keputusan diumumkan, La Liga merilis pernyataan keras yang mengutuk PSG atas uang yang dituangkan ke dalam kesepakatan ini dan meminta UEFA menghukum mereka karena pelanggaran Financial Fair Play (FFP).

Memang, ini membuat La Liga berada di persimpangan yang aneh. Barcelona lumpuh secara finansial, lebih dari €1 miliar dalam bahaya dan mereka berusaha menjual aset untuk meringankan masalah ini, sementara Real Madrid telah kehilangan pemain bintang yang mungkin telah menjadi pemain boneka untuk papan atas Spanyol itu selama bertahun-tahun.

Mereka kini dihadapkan pada pertanyaan tentang bagaimana memasarkan pertandingan domestik tanpa adanya bintang terbesar sepakbola.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Selama dua dekade, lampu bersinar pertandingan dimainkan di Barcelona atau Real Madrid, dari Ronaldinho hingga Ronaldo, Messi hingga Neymar. Ya, Benzema tetap, tapi dia berusia pertengahan 30-an sekarang ini.

Resmi: La Liga tidak lagi menjadi tujuan utama para pemain elit.